Kamis, 02 November 2017

CERITA SEX PEMERKOSAAN SAAT HUJAN LEBAT

Cerita Seks - Saat liburan didesan musimnya saat itu musim hujan, Bella berteduh disebuah rumah yang ada terasnya, Bella pun melihat kejadian yang mana ada seorang pria yang dipukuli oleh beberapa orang, Tiba-tiba pintu rumahnya terbuka dan meyentak tubuh Bella memaksa untuk masuk kedalam.

Cerita Sex Pemerkosaan Saat Hujan Lebat

Pria berambut kucir itu segera membekap mulut gadis itu dan meminting tangannya ke belakang agar tidak berteriak lagi. CERITA DEWASA

"Siapa nih?!" tanya Munir pada pria itu.
"Dia ada dihalaman samping Bos, waktu saya panggil dia lari... dia pasti udah lihat semuanya" jawab pria itu.
"Ngapain lu disini hah?!" bentak Munir.
"Mmhh... saya... saya cuma lewat mau pulang ke villa, tapi hujan tambah besar jadi saya kepaksa berteduh dulu... tolong lepasin saya, benar saya tidak lihat apa-apa!" jawab gadis itu ketakutan, matanya yang indah mulai berkaca-kaca.
"Bohong bos, dia pasti sudah dengar dan lihat semuanya!" potong si rambut kuncir, "untung tadi saya sigap"
Gimana nih Bos sekarang?" tanya Irsyad menunggu perintah.

Munir mengelus-elus dagunya yang berjenggot kambing itu sambil memandangi gadis itu. Usianya masih muda sekitar awal 20-an, dari penampilannya sepertinya ia seorang mahasiswi.
Parasnya sungguh cantik dengan rmabut hitam yang lurus dan panjang, tubuhnya yang langsing dibungkus oleh kaos hitam tanpa lengan dilapisi cardingan pink untuk melindungi diri dari udara malam serta bawahan berupa celana pendek longgar yang menggantung sejengkal di atas lutut sehingga memperlihatkan pahanya yang jenjang dan mulus. Pakaian dan rambutnya agak basah terkena hujan, nampaknya ia memang bermaksud berteduh. Cerita Seks

"Siapa nama lu manis?" tanya Munir mendekati dan mengelus pipi gadis itu.
"Kalau ditanya jawab yah! Siapa nama lo?!" bentaknya melihat gadis itu terdiam ketakutan.
"Saya... Bella, Tolong lepaskan saya, saya nggak akan bilang siapa-siapa" ibanya tanpa bisa menahan air matanya yang menetes membasahi pipinya.
"Bella heh, nama yang indah, seindah rupanya hahaha!" Munir mengangkatdagu gadis itu, menatapi wajah cantik itu sambil tertawa disambut tawa kedua anak bnuahnya.

Rabaan Munir dari pipinya merambat turun ke leher, bahu, hingga akhirnya payudara kiri Bella.
"Jangan.. jang... eemmhphp!" jeritan Bella langsung terhambat karena si pria berkucir kembali membekap mulutnya.
"Buka mulutnya Di, biar aja dia teriak... ayo teriak, gak akan ada yang dengar suara lu, daerah ini sepi dan lagi hujan !" kata Munir sambil tangannya mulai meremasi payudara gadis itu.
"Ayo kita nikmatin dulu cewek cantik ini, sayangkan yang bening gini lepas gitu aja...
"Siap Bos... kita juga kebagian kan, capek nih dari tadi mukulin melulu hehehe!" Irsyad nampak antusias dan tersenyum mesum, demikian pula Muchdi, temnanya yang rambutnya dikucir itu.
"Hehe... emang Bos dingin-dingin gini paling enak ya ngentot!" sahut Muchdi yang tangannya mulai ikut menggeranyi tubuh Bella.
"Hentikan! Jangan lakukan itu!" jerit Bella sambil meronta berusaha melepaskan diri, namun tenanganya bukanlah  tandingan kedua pria itu yang telah menghimpit tubuhnya.

Ia menggeleng-gelengkan kepalanya menghindari Munir yang hendak melumat bibirnya, sementara tangan-tangan kasar mereka sudah bergerilya di tubuhnya. Dalam satu kesempatan ketika kuncian Muchdi mengendur karena sibuk menggerayangi tubuhnya Bella berhasil menendang perut Munir dengan lututnya sehingga   pria itu terhuyung ke belakang sambil mengaduh memegangi perutnya. Gadis itu buru-buru lari kearah pintu, namun baru saja beberapa langkah sebuah tangan menariknya ke belakang. FOTO BUGIL

Irsyad yang baru saja mengencangkan ikatan Robby dan mengikat mulutnya, rupanya bertindak cukup sigap. Ia berhasil menggapai cardingan gadis itu, menariknya hingga lepas dari tubuhnya. Sesaat kemudian gadis itu sudah berada dalam dekapannya.

"Bajingan! Lepaskan saya!" 'jerit Bella memakinya.
"Huehehe... mau kemana Bell...emmhh... uuh!" Irsyad memperkuat dekapannya sambil berusaha menciumi leher dan tenguk gadis itu.
"Plak! Aawww!" rintih Bella ketika telapak tangan  Munir yang marah mendarat di pipinya.
"Diam perek!" bentaknya.

Air mata gadis itu makin mengucur membasahi pipinya ketika tangan Munir membetot keras kaosnya hingga robek. Mata ketiga pria bejat itu melotot melihat buah dada gadis itu yang masiih terlindung di balik bra kremnya. Tubuh Bella bergetar saat Irsyad menyusupkan tangannya ke balik bra dan mulai meremas payudaranya dengan kasar, jarinya sesekali menjepit dan melintir Putingnya.

"Wuih.. ini benar-benar mantap Bos, montok bener!" celoteh Irsyad.
Bella semakin menangis mengiba dan menjerit ketika Munir menarik lepas branya. Terlihat dua buah payudara Bella yang bulat dan masih kencang.
"Wow... kencang bener tetek lo Bell! Enak tuh kalau kita remas dan isep-isep. Hahahaha....". "Liat Putingnya juga masih kecil. Nanti gua bikin keras dan mancung biar lebih seksi" celoteh Munir.
"Jangan nangis sayang, kita kan mau bersenang-senang. Hahaha....!" kata Munir sambil meremas payudaranya "yang gini nih yang gua suka, bener-bener seger!"
Äyo Bell, abang bisa kok bkin Non Bella kejang-kejang keenakan hehehe!" Muchdi mendekatinya dan mulai menggerayangi tubuh atasnya yang sudah topless.

Desahan gadis itu di sela-sela tangisnya membuat ketiga pria bejat yang mengerubunginya semakin bernafsu. Tangan Muchdi kini merambat turun ke bawah, menyusup masuk ke pinggang celana pendek yang dikenakan gadis itu.

Bella merasakan tangan kasar pria itu menyentuh permukaan vaginanya, jari-jarinya mengelusi bibir vaginanya. Tubuhnya menggelinjang ketika jari-jari itu menyusup ke vaginanya dan mulai bergerak  keluar masuk menggeseki dinding vaginanya. Pada saat yang sama, Munir menundukkan badannya dan melumat payudaara Bella dengan gemas.

"Mmhhh... lepaskan... aaahhh-aahh.... jangan!" ia mulai mendesah tak tertahankan.
Irsyad menyibakkan rambut panjang gadis itu ke kanan agar bisa menjilati dan mencupangi leher sebelah kirinya. Lidah Irsyad yang kasar dan basah itu menyapu telak kulit lehernya membuat bulu kuduk gadis itu merinding.

Mereka lalu menyeret tubuh Bella dan membaringkannya di atas sebuah meja kayu diruangan itu. Munir yang mengambil posisi di antara paha gadis itu menarik lepas celana pendek berikut dalamannya. Kini vagina Bella yang ditumbuhi bulu-bulu hitam lebat terekpos sudah membuat mata ketiga pria bejat itu nanar menatapinya.

"Wah... gua suka yang kay gini, jembut lebat, bibirnya rapet!" sahut Munir sambil meraba kemaluan gadis itu yang sudah agak basah karena dipermainkan Muchdi tadi.

Ia lalu menusukkan jari tengahnya ke liang vagina Bella sehingga tubuh gadis itu mengejang dan jeritan kecil keluar dari mulutnya. Dengan gemas Munir memutar-mutar jarinya mengobok-obok vagina gadis itu. Tanpa bisa tertahankan Bella menggelinjang, ia memohon agar mereka tidak meneruskan perbuatannya sambil diiringi desahan-desahan yang justru membuat mereka semakin nafsu. CERITA DEWASA

Sementara Muchdi dan Irsyad juga tidak tinggal diam, mereka ikut menggerayangi tubuh mulus Bella yang sudah terbaring tak berdaya. Irsyad mencaplok payudara kiri gadis kecil itu dan mengemut-emutnya, dihisap dan digigitnya Puting susu itu hingga pemiliknya semakin menggelinjang dan mendesah tak karuan.

Bella menggeleng-gelengkan kepalanya ketika Muchdi hendak menciumnya, tapi reaksinya malah membuat pria itu tertawa-tawa lalu menjenggut rambut panjangnya, lidahnya langsung menyapu pipimya yang halus lalu menempel pada bibir tipis gadis itu. "eeemmhhh.... eemmmm!" Bella mengatupkan mulutnya menolak diciumi Muchdi, namun rangsangan pada sekujur tubuhnya membuatnya tak tahan untuk mendesah, Muchdi sendiri saat itu jadi aktif menggeranyangi lekuk-lekuk tubuh gadis itu.

Mulut Bella yang tertutup pun kian mengendur hingga akhirnya Muchdi berhasil memasukkan lidahnya ke mulut gadis itu dan mencumbuinya dengan liar. Lidah Muchdi mengais-ngais mulut Bella dan menyapu rongga mulutnya, ludah mereka saling bertukar dan tanpa sadar Bella pun ikut memainkan lidahnya beradu dengan lidah pria itu karena libidonya semakin naik tanpa dapat ia kendalikan.

'Eeenngghhh!' lenguh gadis itu di tengah percumbuannya karena merasakan ada benda hangat basah menyentuh bibir vaginanya. Ia menggerakkan bola matanya melirik kebawah sana dimana Munir tengah membenamkan wajahnya agar dapat melumat vaginanya. Sensasi geli segera timbul dari bawah sana menjalar ke syaraf-syaraf kenikmatan di tubuhnya dan membuat birahinya semakin naik tanpa dapat ia kendalikan. Lidah Munir menyapu telak bibir vaginanya lalu menyusup masuk menggelitik dinding bagian dalamnya.

"Uuuummhh... gurih, benar-benar hoki kita hari ini bisa nikmatin yang sedap gini hahaha!" celoteh Munir ditengah lumatannya terhadap kewanitaan Bella.

Dengan dua jari ia membuka bibir vagina gadis itu semakin lebar sehingga menampakkan warna merah merekah. Sementara Irsyad terus menjilati kedua payudarany secara bergantian, sebentar saja kedua gunung itu sudah basah oleh ludahnya, bekas gigitan memerah juga tampak pada beberapa bagian.

Setelah hampir lima menit bercumbu, Muchdi melepaskan mulutnya dari Bella. Gadis  itu bernafas terengah-engah sambil terisak dan mendesah. Belum terlalu lama ia mengambil udara segar Muchdi sudah menarik rambutnya sehingga kepalanya kini terjuntai ke bawah di tepi meja dan pandangannya terbalik.

"Aaah... jangg... eeemmmphhh... mm mm!" kata-katanya terBellus karena Muchdi menjejalkan penisnya ke mulut gadis itu.

Pria itu memaju-mundurkan penisnya pada mulut Bella seperti menyetubuhinya, kedua kantung pelirnya menampar-nampar hidung gadis itu, aroma tak sedap segera menyergap hidungnya. Namun Bella tidak punya pilihan lain selain beradaptasi menghisap penis di mulutnya. Tubuhnya menggelinjang-gelinjang di atas meja kayu itu tanpa dapat ditahannya.

Tangan-tangan kasar dan lidah-lidah para pria bejat itu terus merangsang tubuhnya. Di bawah sana lida Munir terus menjelajah semakin dalam ke dalam vagina Bella dan menemukan klitorisnya. Daging kecil yang sensitif itu digigitnya pelan dan dihisap-hisap, kontan Bella pun semakin menggelinjang dan mendesah tidak karuan dibuatnya.

"Eemmhhh... eemmmm!" dari mulutnya yang dijejali penis Muchdi terdengar desahan tertahan. Sebentar saja Bella merasakan vaginanya berdenyut-denyut hendak mengeluarkan cairan klimaksnya. Akhirnya... ssrrrr... cairan bening dan hangat itu meleleh dengan derasnya dibarengi mengejangnya tubuh gadis itu. Dengan rakus, Munir menyeruBell cairan itu seperti orang kehausan.

"Ssshhrrppp.... ssllluurrpp... ini  baru sip, hmmm udah nggak sabar gua jejelin penis gua kesini!" kata Munir setelah puas menyeruBell cairan kewanitaan Bella. Cerita Seks

Setelah itu ia buru-buru membuka celana dan mengeluarkan penisnya yang sudah mengeras lalu mengarahkan kepalanya ke belahan bibir vagina gadis itu yang sudah becek siap melakukan penetrasi. Saat itu Bella yang masih mengulum penis Muchdi membelakkan mata merasakan sebuah benda tumpul menyeruak masuk ke vaginanya.

Munir melenguh keenakan merasakan himpitan dinding vagina Bella yang begitu sempit dan bergerinjal-gerinjal. Tak lama kemudian ia mulai mengocok penisnya keluar masuk, mula-mula pelan hingga frekuensi genjotannya makin naik dan menimbulkan bunyi kecipak dan gesekan alat kelamin mereka dan cairan vagina gadis itu.

Tubuh Bella tergoncang-goncang, demikian pula sepasang payudaranya sehingga nampak makin menggemaskan, sepasang gunung kembar itu tidak pernah lepas dari tangan dan mulut mereka.

"Hhuuuhh... seret banget.... uuhh... ini baru top!" sahut Munir sambil menyetubuhi Bella semakin liar.
"Sepongannya juga sip Bos... edan kaya diisep-isep nih!" timpal Muchdi yang penisnya sedang dioral oleh gadis itu.
"Gantian dong Di, gua juga pengen nyicipin, kayanya enak tuh ya!"

Muchdi mempersilahkan Irsyad mengambil posisinya karena ia sendiri tak ingin terburu-buru keluar sebelum menikmati hidangan utamanya yaitu mencoblos vagina gadis itu. Pria berambut cepak itu segera meraih kepala Bella, gadis itu sempat mengambil udara segar sebentar dan sedikit terbatuk-batuk sebelum akhirnya mulutnya kembali dijejali penis, kali ini oleh Irsyad, pria itu memegangi kepalany sehingga kini kepalanay gadis itu tidak lagi terjuntai terbalik yang membuatnya tidak nyaman.

"Sudah... saya mo...hhhmmmmh!" Irsyad memasukkan penisnya dengan paksa ke mulut gadis itu dan memotong kata-katanya.

Irsyad mendesah nikmat merasakan mulut gadis itu memanjakan penisnya dengan ludahnya yang hangat dan lidahnya. Bella nampak kewalahan karena penis Irsyad diameternya lebih lebar daripada milik Muchdi. Dengan susah payah Bella mencoba menggerakkan lidahnya menyapu kepala penis itu. CERITA DEWASA

"Uuuhh... mantap Bell, yah... jilatin terus... emuthh!" desah pria itu sambil meremasi rambut Bella. Muchdi menarik kursi ke dekat meja itu lalu duduk di atasnya, ia mengamat-amati tubuh mulus Bella yang sudah mulai berkeringat dan mengelusinya dengan kagum. Lidahnya terjulur keluar menjilati puting gadis itu sementara tangannya yang satu meremasi payudaranya yang sebelah.

Di sisi lain, Munir semakin cepat menggoyangkan pinggulnya menyodok-nyodok vagina Bella dengan penisnya.  Mulut pria itu menceracau tak karuan hingga akhirnya melenguh panjang, ia menekankan penisnya dalam-dalam ketika mencapai klimaks.

Akhirnya setelah dua puluh menitan menggarao Bella, Munir tidak bisa menahan keluarnya spermanya yang mengisi vagina gadis itu. Pada saat hampir bersamaan, Bella pun kembali berorgasme, nafasnya mendengus-dengus, erangan tertahan terdengar dari mulutnya yang tengah dijejali penis, tubuh telanjangnya hanya bisa menggelinjang-gelinjang menyebabkan dadanya makin membusung  dan membuat Muchdi yang sedang menyusu semakin bernafsu dibuatnya.

Terdengar suara 'plok' saat Munir menarik lepas penisnya dari vagina Bella, liang vagina gadis itu ternganga selama beberapa saat sebelum menutup kembali, cairan orgasmenya meleleh keluar dari liang itu bercampur dengan cairan kental berwarna Bellih susu membasahi selangkangan dan meja dibawahnya.

"Ayo siapa mau coba nih!" sahut Munir seusai melampiaskan nafsunya.
"Gua Boss... gua dah konak nih dari tadi!" Muchdi buru-buru mengambil posisi diantara kedua paha Bella, "eh syad... turunin dulu dong, gua mau gaya doggy nih, biar lebih enak!"

Irsyad yang sedang asyik menikmati penisnys dikulum membantunya menurunkan tubuh gadis itu ke lantai. Bella berusaha beringsut untuk menjauh dari mereka, namun ia harus pasrah mendapati kenyataan bahwa tubuhnya sudah terlalu lemas untuk itu, belum lagi ditambah rasa nyeri pada vaginanya yang baru saja di bombardir penis Munir. www.agencoli.info

Muchdi mengatur tubuh Bella menungging di lantai kayu itu dengan bertumpu pada kedua lutut dan siku tangannya.Tak lama kemudian kepala penisnya sudah membelah vagina gadis itu.

"Ooohh.... sakit!" Bella mendesah lirih, "Aahhhkkk!!" Muchdi menyentakkan pinggulnya kuat-kuat setelah penisnya menancap setengahnya hingga benda itu melesak dan gadis itu menjerit.

Tanpa memberi kesempatan pada gadis itu untuk beradaptasi, Muchdi menyodok-nyodokkan penisnya dengan buas. Nampak sepasang payudara Bella terayun-ayun seirima goncangan tubuhnya menciptakan suasana yang semakin erotis.

Tangan kiri Muchdi meraih payudara itu dan meremasinya sambil terus meyodoknya dari belakang. Erangan Bella semakin keras, matanya merem-melek, secara refleks ia juga turut menggerakkan pinggulnya mencari kenikmatan. Munir dan Irsyad tertaawa-tawa melihat reaksi gadis itu.

"Hahaha... tuh kan jadi ketagihan, tadi nangis-nangis minta dilepasin sekarang malah pengen dientot!" ejek Munir.
"Biasa Boss... belum tahu enaknya dia hahaha!" timpal Irsyad.

Sodokan Muchdi semakin cepat, lengguhannya bercampur dengan erangan Bella memenuhi ruangan itu, ditambah lagi dengan bunyi tumbukan alat kelamin mereka, 'plok... plok... plok!'. Sementara itu, Robby yang terikat tak berdaya hanya bisa menyaksikan gadis itu diperkosa tanpa bisa berbuat apa-apa. END

CERITA DEWASA - CERITA SEKS - FOTO BUGIL

Tidak ada komentar:

Posting Komentar