Minggu, 05 November 2017

CERITA SEX WAKTU KKN KE DESA

CERITA SEX - Saya Panji, mahasiswa universitas di Solo. Pada saat melakukan kegiatan KKN, saya dapat pembagian kelompok yang kebetulan bebarengan dengan cewek yang sangat seksi dan cantik, bernama Nita. Kita hanya kenal sebetas kenalan saja karena kita satu angkatan dan beda prodi.


 

CERITA SEX WAKTU KKN KE DESA

Dia tergolong wanita dengan postur tubuh yang ideal, tubuhnya semampai bak gitar spanyol dengan paras yang oval dan bicara dengan dadanya sangat menonjol terlihat sekali kalau sedang memakai kaos ketat. Semenjak kami melakukan survey lokasi desa yang kami diami, kami berdua semakin akrab saja karena kemana-mana selalu bebarengan, jadi dengan kegiatan KKN kita menjadi semakin dekat.

Saat itu ketika pertama kalinya kami survey, Nita bebarengan dengan teman wanitanya, setelah itu pada saat survey berikutnya Nita bersamaku. Karena pada saat itu teman-temannya yang lain pada masih sibuk dengan urusannya masing-masing dan yang bisa hanya kami berdua saja. Pada awalnya kami hanya hubungan biasa saja dan santai, tapi kadang-kadang terbesit dipikiranku teman-teman berpikiran yang enggak-enggak. Karena dengan paras yang secantik Nita yang kadang-kadang dapat menggoda kaum adam.

Dan kemudian aku menyarankan Nita untuk mengajak teman satunya lagi dengan alasan biar seru dan rame. Kemudian kita melakukan survey berikutnya dengan teman KKN ku cewek diboncengin sama pacarnya dan aku pun boncengan dengan Nita. Sewaktu kita di perjalanan, aku sedikit gerah dan tak konsentrasi karena dada Nita yang selalu menekan punggungku. Karena dengan model motorku yang joknya sedikit agak merosot ke depan, membuatnya selalu merosot dan payudaranya yang empuk selalu menempel di punggungku. Saya perhatikan dari spion motorku, nampaknya dia mulai salah tingkah dan membenarkan posisi duduknya.

Semakin lama gak semakin menempel saja payudaranya sampai aku mengantarkan pulang ke kosnya, udah kemana-mana pikiranku. Pada waktu kita sudah mendiami rumah warga yang berada di pedesaan yang lingkungannya lumayan dingin, selama KKN kemanapun anggotaku ada acara kami pun selalu bersamaan. Udah di bilang, kagak bisa dipisahin deh.

Kebetulan si Nita sudah punya cowok, akan tetapi aku sudah dipertemukan dengan cowoknya, dan mempercayakan ke aku. Dan aku sih oke oke saja. Selang 1 bulan berlanjut, selama kegiatan KKN ya gitu-gitu aja. Pada saat aku memperhatikan Nita yang memakai baju santai kadang bajunya yang nerawang sehingga nampak kutangnya yang bermotif bunga, kadang kala aku ngingetin ke Nita kalau kutangnya bagus berbunga-bunga.

Hubungan kami semakin dekat saat kita berfoto, dia lebih sering merangkulku, dan culunnya aku malah pasang muka datar ketika tanganku nganggur untuk merangkulnya ada kesempatan juga, tapi tak aku gunakan. Sangat mubazir sekali payudaranya menggangur tak jadi ku pegang saat berfoto. Ketika progam KKN sudah berjalan padat, kita sibuk dengan progam kerja masing-masing. Aku sengaja mencari progam yang sama dengan Nita agar kita bisa bersamaan terus deh. Saat progam KKN yang kami lakukan telah selesai, Nita dan aku pun langsung pulang tanpa temna-teman menaruh curiga kepada kami.

Sesampainya di rumah, terlihat sepi tak ada orang sama sekali dan pikiranku si pemilik rumah pergi ke pasar seperti biasanya menjajankan uang bulanan untuk keperluan dapur. Akhirnya kami pun menuju kamar masing-masing untuk menggantgi pakaian dan tiduran sejenak karena terasa letih pada saat kegiatan. Belum sampai sepuluh menit aku rehatan, Nita memanggil-manggilku. Dengan buru-buru aku segera menuju kamarnya, sebenarnya apa sih yang terjadi kok sampai histeris teriak-teriak. Oiya, kamar kita saling berhadapan.

Jadi satu deret khusus cewek, yang satunya khusus cowok. Aku kemudian menghampirinya, dan menanyakan "ada apa?? apa yang terjadi??". Ternyata Nita ingin ngobrol denganku, mungkin karena kesepian kali ya? Kami pun membicarakan pada wajtu sekolah dulu, namun pada akhirnya ketika aku menanyakan tentang pacarnya Nita langsung diam saja. Ntah apa yang aku ucapakan kok jadi begini ya??

Aku menjadi binggung saat Nita mulai merengek dihadapanku. Kemudian aku bertanya kembali, emang apa yang sebenarnya terjadi denganmu?? Nita pun menjawab, "aku lagi sebel sama pacarku". Memang saat aku melihat Nita, dia sering kali murung entah karena apa? owh, ternyata sedang galau sam pacaranya. Tanpa sadar, tanganku mulai mengelus rambutnya dan mulai menenangkannya secara perlahan.

Ku sapu air matanya dengan jariku di pipinya, sambil ku elus-elus wajahnya yang begitu halus. Nita pun agak sedikit kaget dengan perlakuanku terhadapnya kemudian dia pun menggenggam tanganku. Kami pun saling bertatapan  mata sampai kita saling bersentuh bibir, entah siapa yang memulai berjalan begitu aja.

Ku rasakan dengan nafas yang belum beraturan akibat rengekan Nita, sambil aku mengelus-elusnya kembali. Aku membisikkan ke Nita, "tenang saja.. masih ada aku" ucapku. Ketika aku tatap matanya kembali Nita langsung menciumku dengan halus dan lembut. Ku lanjutkan lagi dengan pergerakan untuk mengimbanginya, ku mainkan pula gerakan lidahku yang menjulur.

Nita terlihat geli keenakan karena pada saat ku mainkan lidahku ke dalam mulutnya sambil menahan "heemmmm.....", setelah itu tanganku mulai bergerak di bagian pantatnya sambil menjelajahi lekukan tubuh Nita yang begitu aduhay.

Kami pun melepas ciuman dan saling bertatapan, dia tersenyum dengan manja-manja sayu sehingga setiap pria pasti ingin menciumnya. Kemudian secara langsung aku memegang  payudaranya, dan dia hanya diam saja dan mengangguk dengan senyumann.

Aku lancarkan kembali seranganku untuk meremas-remas payudaranya yang kenyal itu dan kami sambil berciuman kembali. Nita kembali mendesah kenikmatan "uhh.... ahhhhh...." ketika aku menciumnya sampai ke telinga. Ketika aku mau melepaskan kutangnya, terdengar gerumunan suara dari luar rumah. Kami pun segera membenahi diri, ternyata teman-teman KKN yang sudah selesai dengan kegiatannya.

Semenjak itulah hubungan kami menjadi tambah akrab dan dekat. Nita sering memanggilku "Say", awalnya sih aku agak kaget karena Nita memanggilku seperti itu. Karena pada saat memanggilku kayak gitu dihadapan teman-teman pada saat dia sedang memberikanku minuman. Tapi teman-teman hanya menganggapnya hanya suatu candaan. Kalau aku ma terserah Nita mau manggil aku apa, lagian aku sebagian sudah menikmati tubuhnya.

Aduhai... Setelah minggu keempat berlalu, Nita mendadak ijin pulang ke ketua KKN karena ada keperluan keluarga dan aku di ajak untuk menemaninya untuk mengantarkan. Selama di  perjalanan Nita sambari memeluk saat berboncengan dijalan desa yang sepi dan jarang ada kendaraan yang lewat, sesekali dia mencium leherku. Dan aku hanya dian saja untuk menikmatinya saja, sambil meringis saja.

Kemudian hari pada saat aku jalan-jalan sore dengan teman-teman di daerah perdesaan tersebut, Nita tiba-tiba menelponku "lagi dimana say?? sedang apa?? ucapnya." Lagi ngumpul sama teman-teman, gimana Nit?" jawabku. "Jemput aku donk, di tempat kemarin. Aku tunggu ya?" bisa dong kalau kamu yang meminta, oke tunggu sebentar 5 menit-an aku sampai". Kemudian di putusnya telepon. Langsung saja aku berpamitan dengan teman-teman dan langsung akun mengambil motor untuk menjemputnya.

Sesampainya menjemput Nita, dia melihatku sambil tersenyum manis "cepat banget ya sayang" ucapnya. "Iya donk, demi kamu aku secepat kilat, hehehe..." jawabku. Kemudian dia langsung naik dan kami mulai menancap gass.. selama perjalanan kita sambil ngobrol-ngobrol dan bercandaan sambil dia nyubit pinggangku.

Aduuh, kayaknya dia mulai nantangin dan aku sambil mulai memegang tangannya sambil mulai memegang tangannya sambil mengendarai motor pake satu tangan. Ku elus-elus tangannya dan dia mulai diam sepertinya Nita mulai menikmati kasih sayangku. hehehe.... Sesampainya di posko KKN, dia langsung bergegas ke kamarnya dan bergegas langsung mandi dan aku ngumpul kembali dengan teman-teman untuk menonton acara TV.

Di lingkungan pedesaan ini terlihat cuaca yang agak mendung, padahal kita ada progess untuk berkunjung ke sekolahan tempat kami mengadakan KKN untuk sosialisasi terakhir kalinya. Ketika sedang mau berangkat untuk sosialisasi, aku dapat jatah mandi terakhir dan terlambat untuk menghadiri kegiatan tersebut. Secara tak sengaja, Nita pun juga terlambat untuk menghadiri kegiatan itu.

Kami berdua tertinggal karena acaranya sudah dimulai, sesaat kami bergegas untuk berangkat tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya. Kemudian aku mengabari ketua yang memimpin acara itu, untuk tidak bisa hadir karena disini sedang hujan angin. Dan ketua mengijinkan pula untuk tidak berangkat ke sekolah, karena pada saat itu disana juga mengalami hujan deras.

Aku dan Nita pun mengobrol-ngobrol saja, dan kadang juga bercanda. Nita sering mencubitku saat kita bercandaan dan aku mulai agak sedikit memancingnya. "Oiya, disini Bapak Ibu kost gak dirumah loh... Soalnya aku tau dari teman-teman yang hendak bergegas berangkat sosialisasi, sebelum berangkat hendak mengunci pagarnya karena Bapak Ibu pergi ke luar kota untuk kondangan.

Kemudian sambil ngobrol duduk kami pun saling berdekatan dan entah kenapa aku mulai membelai rambutnya yang panjang sambil memainkannya. Terasa wangi sekali aroma rambutnya saat aku menciumi rambutnya dan mungkin apa karena keramas tadi.

Kemudian aku pegang kembali rambutnya yang terurai dan aku memegang bahunya. Nita pun berkata.
"Aku ngga nyangka kita bisa begini",
Aku pun sangat binggung dengan lontaran kata yang di ucapakan Nita. Apa maksud dari perkataannya,
"Maksudmu?" tanyaku.

Kemudian Nita mulai merebahkan tubuhnya di pelukanku dan kepalanya mulai menyandarkan ke bahuku.

Nita berkata "kamu baik seklai, bisa ngertiin aku, perhatian ke aku, kamu ini beda dengan pria-pria yang aku temui. Kemudian aku melihat matanya yang berkaca-kaca, seiring aku membelai rambutnya aku pun mulai menenangkannya. FOTO BUGIL

Dia menatapku dalam-dalam dan tanpa kusadari kemudian kita sudah saling bersentuhan bibir entah apa yang terjadi. Nita pun melumat bibirku dengan kencangnya. Aku pun membalas dengan memainkan lidahku, Nita juga nggak mau kalah.
"Hmmm.... mhhh...."

Tanganku langsung dengan spontan meraba payudaranya yang masih tertutup oleh jaket. Kemudian tiba-tiba Nita melepas ciumannya dan berbisik "kita ke kamar saja ya sayang..." langsung dengan cepat aku arahkan ke kamar yang aku tempati. Setelah sesampainya di kamar, aku mengunci kamar dan mulai ku lepas jaketnya. Nita memakai kemeja yang menurutku sangat cantik dan anggun sekali dengan postur tubuhnya yang membentuk dan aduhaaay.

Ucap Nita
"Kamu kok diam saja?" dalam otakku.
"Wah... iya juga ya... Cewek ini memang benar-benar butuh..."

Langsung saja aku mulai melumat bibirnya yang sexy dan ku mainkan lidahku. Dia juga ikut membalasnya dan sesekali dia menyedot lidahku ke dalam. Tanganku yang gencar menyerang payudaranya, dengan ukuran yang lumayan dengan genggaman tanganku.

Berbalutkan warna putih menerawang, semakin tambah pula gairahku untuk menjamahnya. Kemudian aku langsung saja melepasnya perlahan-lahan dan nampak buah dada yang putih dan kenyal memerah dengan puting yang menonjol semakin menegang penisku ini.

Aku remas dan ku elus-elus kumainkan putingnya dan terdengar desahan.

"Ahhh... mhhh... uhhh..." ucap Nita.

Tanpa perintah pun aku dengan sendiri memainkannya dan mulai menjilati kedua buah dadanya sampai menjalar ke lubang telinga dan lehernya agar Nita menjadi semakin terangsang dan semakin menggairahkan. CERITA DEWASA

Ucap Nita.
"Di emut-emut say..."
Aku mulai mengemut lagi putingnya yang lancip itu yang berwarna sawo matang sambil tanganku bergerak memainkan puting yang satunya.
"Mhhhhh.... Enak.... Geli sayaaangg.... Ucapnya.

Terdengar desahan seperti itu, tanganku yang satu mulai merosot kebawah untuk meraba-raba memeknya yang masih tertutupi oleh celananya. Sepertinya aku sudah merasakan memeknya yang sudah mulai basah karena rangsangan yang aku perbuat.

Tak ambil waktu yang cukup lama, aku kemudian mencopot celananya dan nampak CD yang sudah basah yang berwarna putih terawang sehingga membutaku semakin bergairah lagi. Aku mulai melepas baju dan melorotkan celana sehingga terlihat penisku yang sudah menegak dan keras yang mencuat ke atas. Cerita Seks

Nita pun langsung memegangi penisku yang mencuat ke atas, langsung saja dia mulai mengemutnya dan menjilati serta di sedot-sedotnya pula. Perasaanku saat itu enak kali, ku ucap

"Terus sayanngg...."

Kulihat wajahnya yang sangat cantik dan bersih sambil dia mengemut penisku  yang sangat menggairahkan sekali. Aku gak diam saja, aku copot saja CDnya dan nampak gundukan memek yang sangat bersih de ngan bulu tipis yang sedikit dengan lumeran cairan yang sedikit menetes dari dalam memeknya.

Dengan adanya itu, birahiku semakin liar dan langsung aku mulai menjilati memeknya yang agak sedikit basah. Ku lakukan dengan gaya berbalik, mirip gaya 69 yang ada pada adengan porno.

Sungguh nikmat sekali rasanya saat aku menjilati memeknya dan kugoyang-goyangkan klitorisnya dengan ujung lidahku kadang pula aku sedotdan ku emut-emut. Sambil dia masih aktif mengemut penisku dan desahan menggeli saat aku menjilati memeknya.

"Oouuwwhh.... yes... mhhh...." enak sekali rasanya....

Setelah tiba saatnya, aku mulai memasukkan kepala penisku ke dalam lubang vaginanya secara perlahan dulu, setelah sudah masuk beu batang penisku. Aku tancapkan dalam-dalam ke lubang vaginanya. Kemudian beberapa saat setelah sudah masuk semua baru mulai aku genjot perlahan keluar masuk agar memeknya sudah mulai terbiasa. Ku lanjut dengan genjotan berikutnya, maju mundur dia pun sudah merintih keenakan nggak karuan rasanya.

"Terus..... sayang.... yang dalam...."
Lalu kupercepat gerakkanku dan Nita semakin menjerit pelan dengan mimik muka yang kaget karena pergerakkanku dan menhggeliat.
"Ahhh.... Uhhh... Ah... Enak sayang... milikmu dahsyat."

Sambil memelukku dengan kaki yang melingkar di pinggang. Aku merasakan dengan gaya ini agak sedikit capek, kulanjutkan dengan gaya tubuh wanita tiduran ke samping dan mengempit memeknya. Aku masukkan batang penisku ke dalam dan terasa sangat sempit dengan himpitan selangkangan, memeknya semakin kesat, semakin nikmat lama aku menggenjotnya.

"Ahh... Sayaangg... Umm..."
Dengan nafas yang sedikit terengah-engah dan desahannya semakin terdengar kembali.
"Sayang... aku mau keluaaar.... uhh.... ahh..."

Dan aku merasakan lelehan yang kental dan hangat yang membasahi penisku. Dan semakin licin pula penisku karena cairan yang keluar dari memeknya Nita. Ternyata Nita sudah keluar lumayan banyak. Setelah rehat sejenak, kisaran satu menit untuk dia menikmati rasa orgasmenya, dan sekarang giliran aku yang diam.

Nita kemudian yang mulai beraksi, dia beranjak dari ranjang dan menindihku dari atas. Aku hanya tidur terlentang saja, pada posisi ini Nita semakin liar dengan hasrat yang sudah meluap-luap. Dengan gerakan naik turun dengan memek yang mencengkramkan penisku dari atas, dia putar-putarkan pinggulnya. agencoli.info

Penisku terasa di plintir dari dalam memeknya ketika dia sedang menggoyangkan bokongnya, mirip film bokep saja dalam pikiranku. Oh... nikmat sekali rasanya dengan gaya ini, memeknya yang masih terasa seret dan kencang menggoyangkan lidahku dengan ucapan.

"Terus sayaang.... di goyang..."

Sambil aku mendesah tak karuan karena tindihan itu pula. Tanganku kemudian mulai meraba payudaranya yang menggantung bergerak tak karuan ntah kemana arah tujuannya. Dan mulai aku cengkram payudara yang kenyal itu, sambil ku remas-remas dan memainkan putingnya yang mungil itu. Penisku semakin berdenyut-denyut, sepertinya mau keluar karena dengan goyangan Nita yang di atas membuatku semakin cepat terasa dengan plintiran memeknya.

"Nit, sepertinya aku mau keluar...." ucapku dan Nita sepertinya aku juga mau keluar.
"Sama-sama ya sayaaang..., penis kamu enak banget sampai aku mau keluar lagi..." ucap Nita.
"Ouwwh.... yess.... aah...."

Dan kemudian aku mulai memucratkannya, karena aku sudah tak tahan lagi dengan gesekkannya, begitu pula dengan si Nita yang mulai menyemburkan kembali cairannya.

"Ahhh...."

Akhirnya kami berdua secara bersamaan keluar dan Nita langsung lemas, merebahkan tubuhnya dipelukkanku.

Hari berganti dan terus berganti hingga tiba saatnya KKN kami selesai, semenjak kejadian itu sebelum tiba hari pelepasan dari kampus dan perangkat desa, Nita masih sering mengajak sekedar curi-curi cium, memainkan dan mencubitku.

Nita pun memeluk satu-satu temanku, dan pada saat memeluk ku erat sekali pelukannya. Aku sudah tidak menghiraukan temanku yang lain, nampak air matanya menetes dari wajah cantiknya dan aku pun mengusapnya. Saat tim kami akan menuju ke kecamatan untuk upacara pelepasan aku mengendarai motorku secara pelan agar bisa mengobrol lebih lama dengan Nita.

"Sudah saatnya kita kembali ke kehidupan masing-masing, kamu yang aku kenal dikampus akan selalu aku kenal seperti kamu disini, kita tetap usahakan komunikasi walaupun nggak sesering disini, terima kasih untuk kebersamaannya, semua yang kamu berikan kepadaku."

Nita pun terdiam agak lama, memelukku erat, lalu dia juga membalas.

"Terima kasih juga udah ngertiin aku, ngelindungin aku, kamu lebih dari yang aku duga, aku harap ini bukan perpisahan, dikampus mungkin aku nggak bakal bisa panggil kamu pacar, tapi di dalam hatiku kamu tetap pacar aku."

Sambil dia mengecup leherku saat perjalanan ke kecamatan. Akhir cerita sampai saat ini kita masih sering ketemu di kampus karena kita sama-sama sedang menyelesaikan skripsi, meskipun kita hanya melempar senyum, ada maksud tersendiri dibalik senyuman. END

CERITA SEKS - CERITA DEWASA - FOTO BUGIL

Tidak ada komentar:

Posting Komentar