Minggu, 12 November 2017

CERITA SEKS TERBARU ANTARA MURID DAN GURU FISIKA

CERITA SEKS TERBARU - Namaku adalah Angga, Umurku Sekarang adalah 24 tahun. Sewaktu SMA aku mempunyai guru yang cantik , putih langsing, ukuran dadanya aku perkirakan sekitar 34B dan Sintal.Pokoknya idola semua pria saat itu deh. Kebetulan guru itu mengajar pelajaran Fisika, mata pelajaran yang sangat aku benci karena berupa hitungan plus hapalan yang menurutku bullshit banget.


Nah Ibuku snagat mengerti kalau aku tuh lemah banget dalam bidang ini, terus dia mengikutkanku dalam bimbinan belajar atau les. Kmeudian entah gimana ternyata guru lesnya adalah guru sekolahku yang namanya Bu Susi. Umur Bu Susi sekitar 38 tahun tapi berhubung dia belum menikah makannya semua yang ada di body nya itu masih kenceng semua, termasuk vaginanya tentunya. Aku sebenarnya heran juga cewek secantik itu belum menikah boro-boro nikah, cowok saja dia belum punya.

Siang itu sepulang sekolah, aku langsung makan tanpa mengganti baju sekolahku. Keadaan rumah sedang kosong, Ibu sedang dinas, Bapak Dikantor. sedangkan Adikku bersekolah. Kemudian Mbok upik (pembantuku) memberi tahu kalau Bu Susi sudah datang. Wah sial… Pikirku, soalnya aku lelah sekali rasanya. Tapi ya sudahlah. Lalu aku temui Bu Susi… Wow ternyata hari ini Bu Susi mengenakan pakaian yang aduhai hingga menaikkan libido priaku. Pakaian yang dikenakannya sangat indah dan pressed body, dengan setelan blus warna krem dipadu rok warna biru keabu-abuan membuat tonjolan di dadanya semakin memperkuat imajinasiku yang ingin meremas dan menghisapnya. - Taruhan Bola Online

Sepanjang pelajaran aku nggak pernah konsentrasi dengan pelajaran yang diajarkannya, semua perhatianku menuju bodynya yang aduhai dan siap untuk dinikmati itu. Betapa ranumnya bila aku bisa mencicipinya… Itu yang selalu ada di pikiranku hingga membuat my ‘little general’ menengadah ke atas menandakan aku horny berat.

“Angga ada yang kamu nggak ngerti? Dari tadi Ibu lihat kamu bengong terus sih seperti ada yang kamu pikirin?!” tanya Bu Susi, sepertinya dia mengerti kalau aku nggak memperhatikan pelajaran yang dia ajarkan.

“Nggak kok Bu, cuman agak capek aja!” jawabku singkat.

“Ehm maaf Bu kalau saya lancang pengen nanya-nanya tentang Ibu!” lanjutku.

“Mau nanya apa Ngga?”

“Ibu kok belum nikah sih kenapa?”

“Kamu itu lho nanyanya kok aneh-aneh, tapi bukan itu kan yang bikin kamu sampai nggak merhatiin pelajaran Ibu tadi tapi malah merhatiin Ibu?”

“Sampe anu kamu nggede kayak gitu!” kata Bu Susi sambil nyentuh bagian atas kemaluanku yang masih ditutupi celana sekolah abu abu.
“Kok Ibu tau kalau aku merhatiin Ibu dari tadi?”

“Iya soalnya Ibu juga ngeliatin kamu dari tadi nggak konsen terus anumu itu menggelembung gitu!” - Foto Bugil

Kemudian akupun mengambil posisi tempat duduk lebih dekat dengan Bu Susi. Pokoknya dekat banget deh. Entah bagaimnaa kemudian kamipun saling memegang tangan, tapi karena ngerasa nggak enak aku langsung mengajak Bu Susi ke kamarku. Seperti orang yang sudah lama memendam keinginan, Bu Susi langsung saja main peluk dan cium aku sampai aku jatuh di lantai kamar.

"Bu dikasur saja yah biar lebih empuk!".

kamipun berdiri lagi dna menuju ke kasur.

"Maafin Ibu ya Ngga, Abis Ibu dah ngebet banget pengen gituan"

Seperti dapat durian runtuh, aku mulai membuka bajunya dan meraba bagian dadanya, kuremas kemudian kujilan di bagian putingnya terus kugigit-gigit kecil. Bu Susi tampak menggelinjang kenikmatan.

“Ke bawah lagi dong Ngga!” pintanya. Aku sih menurut aja, habis enak sih.

“Roknya di buka juga ya Bu!” kataku.

“Udah nggak usah pake nanya, buruan!”


Lalu kubuka rok dan celana dalam Bu Susi. Wow tampak bukit kecil indah dengan warna merah merekah, tidak kusia-siakan kesempatan itu, akupun langsung menghisap kelentitnya. Kudengar nafas Bu Susi memburu sambil sesekali melenguh kenikmatan.

“Oohh… Uhh… Oohh…”
“Ngga.. Siniin anu kamu, Ibu pengen megang!” katanya.

“Ini Bu!” kataku sambil menghentikan hisapanku, kemudian dipegangnya kemaluanku. - Agen Sabung Ayam Online

“Hm.. Lumayan juga anumu ya Nggak, Ibu isep ya?”

“Terserah Ibu aja deh”, lalu kamipun dalam posisi 69 kurang lebih selama 10 menitan.

“Ngga, masukin anu kamu ya… Ibu pengen ngerasain anu kamu sehebat apa!”

“Iya Bu”

Akupun berdiri dan kutelentangkan badan Bu Susi, kupegang kedua kakinya dan kuangkat sedikit supaya aku punya celah untuk memasukkan kemaluanku yang sudah nggak tahan pengen masuk vagina merah dan basah itu.

“Tahan ya Bu…” kataku sambil memasukkan kepala penisku ke dalam vaginanya dengan pelan-pelan.

“Ouch… Pelan-pelan ya Ngga”

“Iya ini juga udah pelan… Tahan ya sayang…” kucoba lagi sampai akhirnya seluruh penisku masuk ke dalam vagina Bu Susi. Kemudian kugoyang goyangkan badanku naik turun.

“Ouch… Ach… Ohh… Oohh”
“Enak Ngga, teerusyiinn yang lebih kencengg…!!”

“Ohh… Aahh… Uuuhh… Ahhuhh…”
“Adduuhh… Eennaakk… Tteeruuss Nggaa… Kkamuu piinntterr baangett pelajarann inii…”

Bu Susi meracau nggak karuan, untung saja kamarku kedap suara.

“Ngga, Ibu mau keluar niihh… Lebih kenceng laagii doonng” kupercepat goyangan badanku, kemudian…

“Aahh… Nnikmaatt” desis Bu Susi.

“Kamu maasih belum ya Ngga…”

“Beeluum Buu…” kataku sambil terus menggoyang tubuh seksi Bu Susi dengan sesekali Bu Susi juga membantuku dengan goyangannya.

“Bu… Akuu mau kelluuaar niihh… Dii keeluarinn di mannaa?”

“Di mulut Ibu ajaa…” sahut Bu Susi. Lalu kukeluarkan kemaluanku dan langsung disambar Bu susi untuk di masukkan ke dalam mulutnya.

“Aahh.. Bu… Kelluaarr…”

Crott… Croot.. Akupun terkulai lemas tidur di samping Bu susi yang masih berusaha menjilati spermaku yang tersisa di kemaluanku. Mungkin karena kelamaan dijilati akhirnya kemaluanku berdiri lagi.

“Angga… Berdiri lagi ya… Masih mau?”

“Boleh deh Bu… Tapi Ibu di atas yaa!” pintaku.
“Iya deh…!”

Kemudian kamipun mengulangi pelajaran tentang seks dengan posisi Bu Susi sekarang di atasku.

“Ibu yang goyang yaa Bu… Angga capeekk banget niihh… Tapi Angga masih mau lagi…”

“Iyalah kan sekarang giliran Ibu yang kerja…” kata Bu Susi sembari mengambil posisi di atas tubuhku.

Kemudian dipegangnya kemaluanku dan diusap-usapkannya di mulut vaginanya kepala penisku…

“Siap tempur lagi ya Angga sayang…”

“Iyaa Bu Susi cintaku…”

Bless… Penisku sudah masuk lagi ke dalam vagina Bu Susi yang masih basah dengan air kenikmatannya.

“Bu goyangannya yang enak dong” pintaku karena goyangannya kali ini pelan sekali, mana ada nikmatnya goyangan seperti itu.

Kemudian kuhentikan gerakan Bu Susi terus kudekap badannya sehingga payudaranya yang putih montok itu mengenai badanku dan kuminta dia berposisi jongkok sehingga aku bisa dengan leluasa menggoyangkan badanku dari bawah…

“Nah gini loh Bu baru enak…”

“Iya Nggaa… Eenakk bbangeett…”

Sambil terus kugoyangkan badanku dari bawah kukulum mulut manisnya… Lidah kamipun saling bertemu dalam mulut kami yang menyatu sepeerti halnya penisku yang menyatu dengan vaginanya…

“Ahh… Oohh… Uuuhhh…”

“Kamu memmang jantaann Anggaa sayaangg…!!”

“Bbuu… Gantii possiissii yyaa… Aakkuu nggaa enak posisi ginnii…” kataku soalnya dengan posisi yang seperti itu rasanya aku nggak bebas banget.

Aku pun menjatuhkan Bu Susi ke samping tempat tidurku dengan posisi dia tidur menyamping aku juga tidur menyamping lalu kamipun melanjutkan pelajaran seks yang nikmat ini…

“Sekarraangg gimaannaa Nggaa, udahh bebbaass…?”

“Ntar kaloo masiihh kuraangg kan maassiihh biisaa miintaa laagii kan Buu yyaa…” kataku dengan napas yang tersengal-sengal menikmati permainan yang baru kali ini aku hadapi.

“Kapanpuunn kaammuu mauu Nggaa… Ibbuu ssiaapp…” desis Bu Susi di tengah tengah napasnya yang sudah nggak beraturan lagi.

Entah sampai berapa kali kami berganti posisi waktu itu aku sudah agak lupa. Yang jelas permainan kami berjalan kira-kira satu setengah jam. - PokerBola Agen Judi Terpercaya !









Tidak ada komentar:

Posting Komentar