Jumat, 10 November 2017

CERITA SEKS JADI PEMUAS TANTE-TANTE

Cerita Seks - Perkenalkan namaku Remon, tinggi badanku 175cm berat 70kg dengan badan yang atletis karena aku juga suk fitness, dengan rambut yang selalu tampak basah karena kuberi gel, kata teman-teman sih wajahku ganteng.


CERITA SEKS JADI PEMUAS TANTE-TANTE

Saat ini aku masih kuliah masih semester 5 di perguruan tinggi swasta, banyak wanita di kampus yang menarik perhatiannya ke aku, aku sekarang tidak mempunyai pacar, bukan homo tapi aku memang mempunyai ketertarikan dengan wanita yang lebih tua atau bisa dikatakan tante-tante. Karena memang dari kencan yang pernah aku alami memang rasanya bikin beda.

Kisahku yang pertama waktu umurku masih 19 tahun, keperjakaanku hilang dengan janda tetanggaku, saat itulah aku mulai tertarik kencan dengan wanita setengah baya, dari permainan berhubungan sex membuat tubuhku seolah-olah melayang-layang, sampai sekarang sudah banyak tante yang aku kencani, kadang atas dasar suka sama suka, kadang juga aku pasang tarif saat uangku habis, hehehe....

Cerita ini kejadiannya sekitar tahun lalu waktu itu aku dan temanku Andre sedang ngobrol-ngobrol sehabis pulang sekolah. Si Andre bertanya padaku apakah aku mau kencan dengan seorang mantan model. Aku tentu saja menjawab mau, pikirku kapan lagi bisa kencan dengan tante-tante, model lagi pasti uangnya ada bodi serta wajahnya pasti tidak diragukan lagi.
"Siapa modelnya, jangan-jangan Tiyas lagi?" kataku setengah meledak.
"Bukanlah, emangnya gue phedophili, itu tuh Tante Cindy", jawab Andre.

Aku terkejut bukan main, jadi gosip itu benar bahwa Tante Cindy wanita setengah baya yang usianya sudah lebih 45 tahun itu suka main dengan anak muda, untuk memelihara kecantikan wajahnya.

"Yang benar lu, Tante Cindy yang punya bisnis transportasi itu kan?"
"Iya benar, nih gue ada nomor HP-nya.. elo telepon aja kalau kagak percaya." jawab Andre meyakinkanku.
"Oke deh gue percaya, kapan kita kesana?" tanyaku.
"Besok deh kita cabut sekolah aja hitung-hitung refreshing oke?" jawab Andre, aku mengiyakan dan berjanji untuk bertemu di kafe Meong esok harinya.

Keesokan harinya tepat jam 10.00, aku bertemu Andre di kafe Meong.
Aku bertanya, "Udah ditelepon belum, Tantenya entar dia telat lagi."
"Tenang aja deh udah beres, dia sebentar lagi datang", kata Andre meyakinkanku.

Benar juga serempat jam kemudian kulihat sesosok wanita setengah baya mengenakan baju putih berkerudung dan memakai kacamata hitam lebar, tampaknya ia tidak mau dikenali oleh banyak orang. Tante Cindy langsung duduk ditempat kami, dan membayar bill makanan yang kemudian langsung mengajak kami pergi. agencoli.info

Kami berdua mengikutinya, lalu kami bertiga meluncur ke sebuah hotel di kawsan Maliboro dimana Tante Cindy sudah menyuruh asistennya untuk mem-booking kamar hotel tersebut. Dia tidak banyak bicara sepanjang jalan kecuali menanyakan namaku dan alamat rumahku.

Akhirnya kami sampai juga, Tante Cindy menyuruhku dan Andre untuk naik ke kamar terlebih dahulu baru kemudian ia menyusul, supaya tidak ada orang yang curiga katanya. Aku dan Andre sapai dikamar langsung saja bersorak kegirangan.

"Gila gue ngentot sama Model, pasti anak-anak kagak bakalan ada yang percaya nih.. beneran itu model yang sering di TV."

Tak lama kemudian Tante Cindy menyusul masuk ke kamar, begitu sampai ia langsung membuka kerudung dan kacamatanya, kemudian ia menyuruhku dan Andre mandi untuk membersihkan badan. Setelah mandi, aku malu juga sih dari balik handuk itu menyembul batang kemaluanku yang ternyata sudah lebih tidak sabar dari tuannya untuk segera merasakan liang sorga Tante Cindy.

Tante Cindy hany tersenyum saja, kemudian ia menyuruh kami berdua di sisinya, aku disebelah kanan, Andre di sebelah kiri. Ia merangkul kami berdua seperti anaknya, kemudian ia mencium bibirku dengan lembut, aku pun membalasnya Andre sepertinya iri dan dengan tidak sabar ia meremas payudara Tante Cindy.

"Aduh sabar dikit dong.. nanti juga Tante kasih", kata tante Cindy sambil tersenyum pada Andre dan kemudian ganti mencium bibir Andre.

Melihat hal itu aku jadi bernafsu juga ingin meremas-remas payudara Tante Cindy. Perlahan-lahan kubuka kancing bajunya satu persatu dan nampaklah payudaranya yang montok dan masih terlihat kencang dibungkus bra warna hitam yang sangat menantang. Aku remas pelan sambil jari-jariku berusaha mencari puting susunya, Tante Cindy mengerang pelan pertanda ia merasakan kenikmatan saat menyentuh puting susunya dari balik BH-nya.

"Ahh.. enak.. sebentar ya, Tante buka semua aja deh sekalian biar kalian puas."

Tangan Tante Cindy meraih ke punggungnya melepaskan hook BHnya dan sekaligus membuka kemejanya sehingga ia hanya menggunakan rok panjang berwarna hitam. Payudaranya montok dan menantang ukurannya sekitar 36C, putih dan mancung dengan puting yang berwarna agak kecoklatan.

Aku dan Andre jadi sangat bernafsu, segera saja kami berdua meremas payudara Tante Cindy satu orang satu. Tante Cindy mengerang dengan penuh nafsu.

"Ayo dong anak-anak hisap pentil Tante", katanya memohon.
Tidak perlu disuruh dua kali, aku dan Andre segera mengisap puting susu Tante Cindy, menjilat, sambil sesekali kugigit pelan.
"Ahh.. enak.. ohh.. agak keras gigitnya dong... achh..!" erangan Tante Cindy justru semakin membuat aku dan Andre bernafsu mengisap dan menggigit puting Tante Cindy.

Tante Cindy tidak diam saja, ia juga bereaksi dengan menyikapkan handuk yang dipakai olehku dan Andre, kemudian tangannya menggenggam batang kemaluan kami berdua. Tante Cindy agak terkejut dengan ukuran batang kemaluanku yang cukup besar, sedangkan batang kemaluan Andre sedikit lebih pendek dibanding milikku. batang kemaluan kami diremas dan dikocok pelan, kemudian agk kencang, membuat kami menggelinjang dan semakin bernafsu untuk menikmati payudara Tante Cindy.

"Aduh Tante jangan keras-keras nanti keluar loh..!" kata Andre setengah bercanda.
"Jangan keluar dulu dong anak manis. Tante belum apa-apa nih, lagipula jangan keluarin disini, nanti aja dimulut Tante biar Tante minum semua sperma kalian berdua."

Aku berpikir, jadi gosip itu benar bahwa Tante Cindy gemar mengkonsumsi sperma anak-anak muda untuk menjaga keindahan kulit dan tubuhnya. Pantas saja, walaupun usianya sudah lebih 45 tahun, tubuhnya masih terlihat seperti umur 30-an.

Kemudian kami berganti posisi, Tante Cindy bergerak ke arahku kemudian membuang handukku ke lantai. Kemudian Tante Cindy menggenggam batang kemaluanku dan menjilati ujungnya yang terlihat ada setetes precum akibat aku sudah terangsang hebat. Ia kemudian memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya mulai dari kepalanya sampai ke ujung pangkalnya sambil meremas-remas biji pelirku.

Dia sangat ahli sekali dalam urusan ini, nikmatnya sampai ke ubun-ubun, dijilat, dikulum, bibirnya mengitari topi bajanya, sambil ujung lidahnya menusuk-nusuk ke lubang kecil di ujung batang kemaluanku berharap masih ada precum yang tersisa.

"Ahh.. Tante enak banget Tante.. ohh..!" desahku menahan nikmat yang tiada tara.

Untung aku punya pengalaman dengan tante-tante, kalau tidak.. pasti sejak tadi aku sudah muncrat, saking jagonya hisapan Tante Cindy. Sementara Tante Cindy asyik menikmati batang kemaluanku, Andre tidak tinggal diam, dia menyibakkan rok Tante Cindy.

Sampai terlihat celana dalamnya dan pelan-pelan Andre menurunkan celana dalam hitam milik tante Cindy dan terlihatlah liang kewanitaan Tante Cindy yang ditumbuhi oleh bulu-bulu yang lebat, pahanya terlihat mulus bagai pualam, bukti wanita ini tahu bagaimana merawat diri dengan baik.

Tante Cindy kemudian membuka roknya dan melemparnya ke lantai. Kini ia sudah telanjang bulat. Aku dan Andre sungguh sangar mengagumi kemulusan dan kemolekan tubuh Tante Cindy, benar-benar luar biasa untuk wanita seusianya.

Tante Cindy kembali mengulum batang kemaluanku dan Andre mengambil posisi dibawah Tante Cindy, kemudian menjilatinya mulai dari lutut terus naik ke atas ke lubang surga Tante Cindy. Andre menyibakkan bulu-bulu yang menutupinya kemudain ia menjulurkan lidahnya mencari-cari klitorisnya Tante Cindy, menjilatinya sambil dijepit dengan kedua bibirnya.

"Achhhh.. oouuhhh... anak nakall.. awww!"

Tante Cindy mengerang-erang seperti orang gila ketika klitorisnya diperlakukan seperti itu. Cairan kewanitaannya tammpak meleleh membasahi bibir Andre yang sepertinya justru menyukai rasanya.

"Ohh.. aku nggak tahan deh anak-anak, ayo kita mulai aja deh", kata Tante Cindy sambil membalikkan badannya dan berahli menghampiri batang kemaluan Andre.
"Kamu masukin batang kemaluan kamu sekarang ya Remon, aku hisap batang kemaluan teman kamu", katanya memberi komando, aku hanya mengangguk setuju.

Tante Cindy mengambil posisi doggy style, ia menungging dan mengarahkan liang kewanitaannya padaku. Aku menyaksikan liang kewanitaannya Tante Cindy, pelan-pelan kumasukkan sambil tanganku berpegang pada kedua bongkahan pantat Tante Cindy.

Pelan-pelan kumasukkan dan ketika kepalanya berhasil masuk kehentakkan pantatku, akhirnya batang kemaluanku berhasil masuk semuanya, Tante Cindy agak terdorong ke depan dan berteriak ketika batang kemaluanku masuk ke laing kewanitaannya.

Tulang-tulangku serasa rontok semua, badanku serasa melayang saat spermaku muncrat di dalam mulut Tante Cindy. Batang kemaluanku berdenyut keras sambil menuntahkan sperma dalam jumlah yang cukup banyak. Terlihat tante Cindy sibuk menelan seluruh spermaku, dia tidak ingin ada yang tersisa. Batang kemaluanku diurut-urut dengan kasar berharap semua spermaku terkuras habis  dan pindah ke mulutnya.

Aku langsung terkapar tidak berdaya, tenagaku habis. Seiring dengan dilepasnya mulut TP dari batang kemaluanku, ia berbaring telanjang sambil membuka kakinya lebar-lebar.

"Sekarang giliran kamu yang nyumbang sperma buat Tante", katanya sambil tersenyum pada Andre.

Andre begitu bernafsu langsung menusukkan batang kemaluannya ke liang kewanitan Tante Cindy, keluar masuk dengan lancar karena tadi aku sudah membuka jalannya, ia mengangkat paha Tante Cindy dan menaruhnya di bahunya agar batang kemaluannya bisa masuk lebih dalam lagi.

"Ohh.. Tante.. Aku juga mau keluar sebentar lagi.." katanya lirih. "Iya Nak.. ayo terusin aja.."
Tiba-tiba Tante Cindy menyuruh Andre berhenti. "Tunggu dulu ya.. kamu mau ngerasain sesuatu yang baru nggak."

Andre kontan menjawab mau, Tante Cindy menyuruh Andre bergerak agak ke atas kemudian menaruh batang kemaluannya di tengah-tengah payudaranya. Tante Cindy kemudian menghempit batang kemaluan Andre dengan kedua payudaranya, dan menyuruh Andre kembali mengocok-ngocok. Kurang ajar si Andre dapat jatah lain tapi aku tidak. Gaya ini ternyata cukup ampuh terbukti 5 menit, Andre sudah mengerang lagi.

"Aduh.. Tante nggak tahan nih.. mau keluar.." Tante Cindy tersenyum, "Ayo keluarin aja.."
Beberapa detik kemudian, Andre meregang hebat dan langsung Tante Cindy menggenggam batang kemaluannya dan memasukkannya kedalam mulutnya.
"Ahh.. Tante.. enak.. ahh.."

Kulihat Andre meregang nikmat saat spermanya dihisap habis oleh Tante Cindy. Dan sama seperti aku ia pun terkulai lemas sesaat kemudian. Tante Cindy tersenyum penuh kemenangan.
"Ternyata kalian anak muda berdua tidak bisa mengalahkan seorang nenek seperti saya".
Aku menjawab, "Terang saja nenek-neneknya penghisap tenaga anak muda."
Kamipun tertawa bersama dan beristirahat sejenak. Lalu kami menikmati hidangan makanan dan minuman yang dipesan Tante Cindy, dalam keadaan masih telanjang bulat. END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar