Minggu, 12 November 2017

CERITA SEKS DIPUASKAN OM-OM SAMPAI LEMAS

Cerita Seks -  Setelah menyelesaikan SMU, aku tinggal sama kerabat jauh orang tuaku di Ibukota. Hubungan keluarga jauh itu terjadi karena ikatan pernikahan. Aku nggak bisa meneruskan sekolahku karena orang tuaku tidak mempunyai biaya. Makanya aku ikut Om aku agar lebih muda untuk mencari pekerjaan.



CERITA SEKS DIPUASKAN OM-OM SAMPAI LEMAS

Lagian Omku itu punya koneksi yang luas. Karena aku belum punya pengalaman kerja, aku dikurususin si Om mengenali IT karena biasanya kerjaan IT itu lebih tersedia di industri apapun juga sekarang ini. Untuk mengisi waktu luangku, aku membantu pekerjaan dirumah, karena Tanteku juga kerja. PRT di rumah itu hanya datang 2 hari sekali mengingat gak banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

Makanya aku membantu melakukan pekerjaan dirumah pada saat PRT tidak datang. OMku itu udah umur 40-an, sebenarnya Tanteku itusitri keduanya. Si Om udah cerai dengan istri pertamanya dan anak semata wayangnya dibawa oleh istrinya. Aku suka melihat Omku itu, orangnya keren, atletis lagi badannya karena dia rajin berfitness ria bersama Tante seminggu sekali. Aku diajak juga untuk fitness, ya aku ikut aja, namanya dibayarinkan.

Si Om selalu bebinar-binar melihat aku ketika memakai pakaian olahragayang minim dan terbuka. Tanteku itu jauh lebih muda dari Omku, katanya sih beda umurnya ada 15 tahun, rupanya si Om senang dengan daun muda ya. Aku mau manggilnya teteh gak enak, takut dibilang kurang ajar. Mereka juga belum punya anak, kayanya si Om nggak mau cepat-cepat punya anak dari istri barunya itu.

Yang bikin aku kaget, rupanya si Om doyan banget ngesex, kayanya hampir tiap malam dia melakukannya dengan Tanteku. Memang si karena Tanteku muda, seksi, cantik, bodynya pasti merangsang si Om untuk menyetubuhi dia tiap malam. Aku taunya hal itu ketika aku terbangun malam-malam. Karena pengen kencing, makanya aku keluar kamar ke WC.

Kembalinya dari WC, dengan mata yang masih mengantuk, aku melewati kamar mereka. Terdengar erangan dan lenguhan dari Tanteku, "Mas, terus mas, yang keras mas, ngenjotnya, enak mas". dari erangan dan leguhan birahi semacam inilah. Aku jadi hilang ngantuknya, dan nguping erangan erotis di Tante. agencoli.info

Dampaknya sangat fatal bagiku, aku jadi Horny. Cukup lama aku menguping erangan si Tante, kayaknya si Om kuat juga karena erangan Tante tidak reda-reda tapi malah menjadi-jadi. Aku gak tahan lagi dengan Horny yang timbul, aku balik ke kamar. Segera aku melepas semua yang melekat dibadanku, dengan ngangkang di ranjang aku mulai meremas-remas toketku, pentil kuplintir-plintir dan tangan satunya menggosok-gosok memekku dan klitorisku.

Aku jadi mengerang saking nikmatnya, cukup lama aku mengerang-ngerang ketika ngilik-ngilik badanku sendiri, sampai akhirnya aku berteriak karena nyampe. Masa bodoh lah si Om dengar atau tidak aku mengerang dan berteriak karena kenikmatan. Memang sih, dikota asalku, aku sudah sering disetubuhi sama pacarku, aku selalu mendapat kenikmatan dari pacarku. Sejak tinggal bersama si Om, tentunya aku nggak bisa merasakan kenikmatan dari pacarku, sehingga dengan adanya rangsangan suata erotis, nafsuku langsung saja meningkat drastis. Setelah aku mencapai klimaks, aku tertidur dalam keadaan telanjang bulat.

Besoknya aku bangun kesiangan, kebrtulan PRT gak datang hari itu. Ketika aku keluar kamar, rumah sudah sepi, kayakn ya Om dan Tante sudah pergi kerja. Aku balik ke kamar, aku pun pengen ngilik badanku lagi. Karena merasa sendirian dirumah, pintu kamar kubiarkan terbuka. Aku melepaskan semua pakaianku dan ritual semalam kuulangi lagi sembari membayangkan si Om lagi menyetubuhi aku.

Nafsuku lebih berkobar dengan fantasis erotis yang sedang aku lakukan, erangan dan lenguhan gak kutahan lagi, toh gak ada yang akan dengar, pikirku. Ditengah aku menikmati kilikanku sendiri dan sambil melenguh ria dengan mata terpejam, aku kaget ketika aku membuka mata, kulihat si Om dengan tersenyum sedang berdiri memandangiku disebelah ranjangku. Tanganku reflex menutupi toket dan memekku. Tapi si Om rupanya sudah lama juga memandangi aku telanjang gitu. Dia duduk disebelahku.

"Kenapa Din, kamu lagi hornya ya. Body kamu merangsang sekali Din. Sejak kamu datang kesini aku sudah nadsu lihat kamu. Apalagi kalau kamu pakai pakaian fitness. Hari ini abru aku bisa lihat langsung body mulus kamu telanjang". Aku terdiam saja. Si Om menarik tanganku dari toketku dan mulai menyentuh-nyentuh pentilku.
"Din, kamu pengen ya, aku juga pengen kok ngelakuin sama kamu".

Padahal semalam dia baru menggarap Tante habis-habisan.

"Emang Om nggak kerja ya, tante kemana?"
"Aku off hari ini, tadi keluar bentar nagnter tante kerja. Mau ya disetubuhi Om", katanya to the point.
"Emangnya kamu udah sering disetubuhi ya di kota asalm?"
"Iya Om, apalagi semalam Dina dengar Tante melenguh keenakan disetubuhi sama Om, jadi pengen deh".
"Emangnya semalam belum ngilik sendiri".
"Udah sih om, tapi karena Dina pikir Om dan Tante pergi, jadi pengen ngelakuin lagi".
"Ya udah ngelakuinnya sama Om aja ya".

Dia berbaring disebelahku, masih memakai pakaiannya. Dia kemudian menarik tubuhku merapat ke tubuhnya. Tangannya mengusap-usap pahaku. "Kamu cantik sekali Din", katanya. Tangannya pindah ke bukit kemaluanku dan mempermainkan bulu kemaluanku yang lebat. Dia bisa melakukan itu karena aku mengangkangkan pahaku.

Tangannya terus menjalar ke atas pinggangku. "Geli Om", kataku ketika tangannya menggelitiki pinggangku. Aku menggeliat-geliat jadinya. Segera tangannya meremas-remas payudaraku "Toket kamu besar ya Din, kecang lagi", katanya. "Om suka kan?", jawabku.

"Ya Din, aku suka sekali setiap inci dari tubuhmu", jawabnya sambil terus meremas-remas payudaraku. Dia kemudian mencium bibirku. Keadaan menjadi tambah parah buatku karena yang dia cium kemudian telinga dan leherku, berlama-lama lagi. Padahal itu termasuk daerah bagian sensitif. Hal itu membuat aku mulai ser-seran.

Tangannya mulai terun ke dada dari bahuku. Tangannya lihai banget, putaran-putaran jarinya mampu membuat aku sesak karena payudaraku segera mengeras. Tangannya terus aktif, sehingga akhirnya pentilku menjadi keras banget. Bibirnya yang bermain dileherku, mulai turun ke bahu, tapi dia nggak langsung mencaplok pentilku yang keras, disenggol-senggol dulu sama hidungnya.

Nafasnya yang hangat aja sudah berhasil membuta pentilku makin keras. Terus dia menciumi pelan-pelan payudaraku, mula-mula bagian bawah terus melingkar sehingga hampir semua bagian payudaraku dicium dengan lembut olehnya.

Belum puas menggoda aku, lidahnya kemudian menari-nari di atas payudaraku. Aku tak tahan dan mulai mendesah. Akhirnya lidahnya mulai menyapu sekitar pentilku. Perlahan mula-mula, makin lama makin sering dan akhirnya pentilku dikulumnya. Ketika aku merasa nikmat dia melepaskannya, dan kemudian mulai mengecup dari bagian tepi lagi, perlahan mendaki ke atas dan kembali ditangkapnya pentilku.

Kali ini pentilku digigit perlahan sementara lidahnya berputar-putar menyapu pentilku. Sensasi yang ditimbulkan luar biasa, semua keinginanku yang kupendam selama ini serasa terpancing keluar dan berontak untuk segera dipuasi.

Melihat aku mendesah dia makin seru. Selain menggigit-gigit kecil pentilku sembari lidahnya menyapu-nyapu, tangannya mulai bermain di lututku dan pahaku, aku makin merinding menahan nikmat. Dengan lihai tangannya mulai mendaki dan kini berada di selangkanganku. Dengan lembut dia mengusap-usap pangkal pahaku di kerimbunan bulu kemaluanku.

"Nih bulu lebat banget Din, gak heran nafsu kamu sebesar itu. Pasti kamu gak puas kalau disetubuhi cuma satu ronde ya Din".
"He eh", hanya itu yang keluar dari mulutku.

Usapannya menimbulkan sensasi dan nikmat yang luar biasa. Aku tak dapat tenang lagi, sebentar-bentar menggelinjang. Aku sudah tak dapat lagi menyembunyikan kenikmatan yang kualami.

Jarinya yang besar itu akhirnya menyelinap dikerimbunan bulu kemaluanku dan langsung menemukan klitorisku. Dengan gemulai dia memainkan jarinya sehingga aku mengeluh kenikmatan. Jarinya lembuit menyentuh klitorisku dan gerakannya memutar membuat tubuhku pun serasa berputar-putar.

Akhirnya pertahananku jebol, cairan kental mulai mengalir keluar dari kemaluanku, dan dia athu persis sehingga dia mengintensifkan serangannya. Akhirnya puncak itu datang, kupeluk erat kepalanya dan kuhujamkan bibirku ke bibirnya dan tubuhku bergetar. Dia dengan sabar tetap mengelus klitorisku, membutaku bergetar-getar seolah tak berhenti. Lubang kemaluanku yang basah dimanfaatkan dengan baik olehnya.

Sementara jari jempolnya tetap memainkan klitorisku, jari tengahnya mengorek-ngorek kemaluanku mensimulasi apa yang dapat dilakukan laki-laki terhadap perempuan. Aku megap-megap dibuatnya. Entah berapa lama dia membuatku seperti itu dan sudah beberapa kali aku mengalami orgasme, tapi tidak ada tanda-tanda bagaimana dia akan mengakhiri permainan ini.

Akhirnya aku yang memulai, tanganku meraba-raba selangkangannya. Disana jari jemariku menemukan gundukan yang mulai mengeras. Begitu tersapu oleh belaianku, gundukan itu berubah menjadi mengeras. Dia pun segera melepaskan semua yang melekat dibadannya, aku terkejut melihat penisnya, sungguh perkasa, besar, panjang dan bengkung ke atas karena sudah ngaceng dengan kerasnnya.

Segera dia berbaring di sebelahku. Entah mengapa aku jadi senang menggodanya, jariku terus membelai turun naik sepanjang penisnya yang luar biasa ukurannya. Secara perlahan penisnya bertambah panjang dan besar menimbulkan getaran-getaran yang membuatku kembali mencapai orgasme. ketika orgasme tanganku secara tak sengaja meremas-remas bola-bolanya sehingga dia pun terangsang.

Sambil mengecup daun telingaku dia berbisik, "main yuk Din". Aku tak tau harus bagaimana dan menurutinya saja ketika dia mencium bibirku dengan lembut, ini membuat tubuhku bertambah lunglai. Kembali bibirnya melumat bibirku cukup lama dan dalam. Dia mengecup-ngecup bibirku mengorek-ngorek lidahku untuk keluar.

Sapuan lidahnya menimbulkan sensasi-sensasi nikmat, sehingga perlahan lidahku mengikuti gerakan lidahnya mencari dan mengikuti kemana lidahnya pergi. Dan ketika  lidahku menjulur memasuki mulutnya dengan sigap dia mengulumnya dengan lembut, dan menjepit lidahku diantara lidahnya dan langit-langit.

Tubuhku menggeliat menahan nikmat yang timbul. Sorotan matanya yang tajam menyapu bagian-bagian tubuhku secara perlahan. Pandanganya agak lama berhenti pada payudaraku yang membusung. CERITA DEWASA

Tatapan matanya cukup membuat tubuhku hangat, dan dalam hati kecilku ada perasaan senang dan bangga didampingi lelaki dengan tatapan penuh kekaguman. Dia kembali merangkul pinggangku yang ramping dan menariknya merapat ketubuhnya. Tanganku terkulai lemas ketika sambil memelukku dia mengecup bagian leherku sambil tak henti-hentinya membisikkan pujian-pujian akan kecantikan bagian-bagian tubuhku.

Akhirnya kecupannya smapai didaerah telingaku dan lidahnya secara lembut menyapu bagian belakang telingaku. Aku menggelinjang, tubuhku bergetar sedikit dan rintihan kecil lepas dari kedua bibirku. Dia telah menyerang salah satu daerah sensitifku, dan dia tau itu sehingga hal itu dilakukannya berkali-kali.

Dengan sangat mempesona dia berbisik bahwa dia ingin menghabiskan hari ini dengan bercinta denganku, kemudian bibirnya kembali menyapu bagian belakang telingaku hingga pangkal leherku. Aku tak sanggup menjawab, tubuhku terasa ringan, tanpa sadar tanganku kulingkarkan di lehernya.

Kemudian dia membungkuk sehingga tanganku terlepas dari lehernya. Dia mulai menciumi ujung-ujung jari kakiku. Aku menjerit kegelian dan berusaha mencegah, namun dia memohon agar dia dapat melakukannya dengan bebas. Karena penasaran dengan sensasi yang ditimbulkan, akhirnya aku biarkan dia menciumi, menjilat dan mengulum jari-jari kakiku.

Aku merasa geli, tersanjung dan sekaligus terpancing untuk terus melanjutkan kenikmatan ini. Bibirnya kini tengah sibuk di betisku yang menurutnya sangat indah itu. Mataku terbelalak ketika kurasakan perlahan tapi pasti bibirnya makin bergerak ke atas menyusuri paha bagian dalamku. Rasa geli dan nikmat yang ditimbulkan membuat aku lupa diri dan tanpa sadar secara perlahan pahaku terbuka.

Dia dengan mudah memposisikan tubuhnya diantara kedua pahaku, pertahananku benar-benar runtuh ketika dia menyapu-nyapukan lidahnya dipangkal pahaku. Aku berteriak tertahan ketika dia mendaratkan bibirnya seperti dia sedang menciumku. Aku bekali-kali menjerit nikmat, dan getaran-getaran orgasme mulai bergulung-gulung, tanganku meremas-remas apa saja yang ditemuinya, sprei, bantal dan bahkan rambut dia, tubuhku tak bisa diam.

Dengan perlahan lidah dia menyentuh belahannya, aku menjerit tak tertahan dan ketika lidah itu bergerak turun naik di belahan kemaluanku, puncak orgasme tak tertahankan. Tanganku memegang dan meremas rambutnya, tubuhku bergetar-getar dan melonjak-lonjak, dia tetap bertahan pada posisinya, sehingga lidahnya tetap bisa menggelitik klitorisku, ketika puncak itu datang.

Aku merasa dinding-dinding kemlauanku mulai lembab, dan kontraksi-kontraksi khas pada lorong mulai terasa, lorong kemaluanku secara refleks akan membuat gerakan-gerakan kontraksi, yang bisa membuat cowokku tak bisa bertahan lebih lama lagi, dia nampaknya dapat melihat kontraksi-kontraksi itu, sehingga membuat aku bertambah bernafsu.

Kini lidahnya semakin ganas dan liar menyapu habis daerah selangkanganku, bibirnya ikut mengecup dan bahkan bagian cairanku yang mulai mengalir disedot habis olehnya. Nafasnya mulai memburu. Aku tak bisa menghitung lagi berapa kali aku mencapai puncak orgasme. Jauh lebih nikmat dari semalam dimana aku ngelik-ngelik diriku sendiri.

Dia kemudian bangkit, beberapa saat kemudian aku merasa penisnya yang hangat sangat besar mulai menyentuh-nyentuh selangkanganku yang basah, dia membuka kakiku lebih lebar, dan mengarahkan kepala penisnya ke bibir kemaluanku. Meskipun tidak terlihat olehku, aku bisa merasakan betapa keras dan besar penisnya.

Dia mempermainkan kepala penisnya mdi bibir kemaluanku digerakan ke atas ke bawah dengan lembut, untuk membasahinya. Tubuhku seperti tidak sabar menanti tindakan yang selanjutnya kemudian gerakan itu berhenti. Dan aku merasa sesuatu yang hangat mulai menerobos lubang kemaluanku yang sempit. Tetapi karena kemaluanku sudah cukup basah, kepala penisnya itu perlahan tapi pasti terbenam, makin lama makin dalam.

Aku merintih panjang ketika dia membenamkan seluruh batang penisnya. Aku merasa sesak, tetapi sekaligus nikmat luar biasa, seakan seluruh daerah sensitif dalam kemaluanku tersentuh. Batang penisnya yang keras dan padat itu disambut oleh kehangatan dinding kemaluanku. Cairan-cairan pelumas mengalir dari dinding-dindingnya dan gerakan kenikmatan denyutan kemaluanku mulai berdenyut, membuat dia membiarkan penisnya terbenam agak lama merasakan kenikmatan denyutan kemaluanku. FOTO BUGIL

Kemudian dia mulai menariknya keluar perlahan-lahan dan mendorongnya lagi, makin lama makin cepat. Sodokannya yang demikian kuat dan buas membuat gelombang orgasme kembali membumbung, dinding kemaluanku kembali berdenyut, kombinasi gerakan ini dengan gerakan maju-mundur membuat batang penisnya seolah-olah diurut, kenikmatan tak bisa disembunyikan oleh dia, gerakannya semakin liar, mukanya menegang, dan keringat menetes dari dahinya. Melihat hal ini, timbul keinginanku untuk membuatnya untuk membuatnya mencapai nikmat.

Pinggulku kuangkat sedikit dan kemudian membuat gerakan memutar manakala dia melakukan gerak menusuk, dia nampaknya belum terbiasa dengan gerakan dangdut ini, mimik mukanya bertambah lucu menahan nikmat, batang penisnya bertambah besar dan keras, ayunan pinggulnya bertambah cepat tetapi lembut. Akhirnya pertahanannya bobol, penisnya menghujam keras dalam kemaluanku, tubuhnya ambruk menindihku, tubuhnya bergetar dan mengejang ketika pejunya menyemprot keluar dalam kemaluanku berkali-kali. .

Akupun melenguh panjang ketika untuk kesekian kalinya puncak orgasmeku tercapai. Sesaat dia membiarkan kon tolnya di dalamku hingga nafasnya kembali teratur. Tubuhku sendiri lemas luar biasa, namun harus kuakui kenikmatan yang kuperoleh sangat luar biasa. Kami kemudian terlelap kecapean setelah mereguk nikmat. END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar