Selasa, 17 Oktober 2017

CERITA SEX TERGODA PAHA MULUS GADIS PERAWAN ABG LAGI TIDUR

Cerita sex -  ini adalah kejadian nyata tanpa aku rekayasa sedikitpun. Kisah ini bermula setahun yang lalu ketika temanku (Dodi) mengajakku menemaninya transaksi dnegan temannya (Charles). Saya jelaskan saja perihal kedua orang itu sebelumnya. Dodi adalah teman kuliahku dan dia seorang yang rajin dan ulet termasuk dalam hal berbisnis walaupun dia masih kuliah. Charles adalah teman kenalannya yang juga seorang anak mantan pejabat tinggi yang kaya raya (saya tidak tahu apakah kekayaan orang tuanya halal atau hasil korupsi!).


http://www.agencoli.info/2017/10/cerita-sex-tergoda-paha-mulus-gadis.html

Setahun yang lalu Charles menawarkan beberapa koleksi lukisan dan patung (Charles sudah mengetahui perihal bisnis Dodi sebelumnya) milik orang tuanya kepada Dodi, koleksi lukisan dan patung tersebut berusia tua. Dodi tertarik tapi dia membutuhkan kendaraan saya karena kendaraannya seang dipakai untuk mengankut lemari ke Bintaro, oleh karena itu Dodi mengajak saya ikut dan saya pun setuju saja. Perlu saya jelaskan sebelumnya, Charles menjual koleksi lukisan dan patung tersebut, oleh Dodi diperkirakan karena Charles seorang pecandu putaw dan membutuhkan uang tambahan.

Keesokan harinya (hari Minggu), saya dan Dodi berangkat menuju rumah Charles di kawasan Depok. Setelah sampai di depan pintu gerbang 2 orang satpam berjalan ke arah kami dan menanyakan maksud kedatangan kami. Setelah kami jelaskan, mereka mengijinkan kami masuk dan mereka menghubungi Charles melalui telepon. Saya memakir kendaraan saya dan saya mengagumi halaman dan rumah Charles yang amat luasdan indah, "Betapa kayanya orang tua Charles" bisik dihatiku. Kami harus menunggu sebentar karena Charles sedang makan.

Sambil menunggu, kami berbicara dengan satpam. Dalam pembicaraan itu, seorang satpam menceritakan kalau Charles itu seorang playboy dan suka membawa wanita malam-malam ke rumahnya ketika orang tuanya sedang pergi. Setelah menunggu selang 10 menit, akhirnya Charles datang (saya yang baru pertama kali melihatnya harus mengakui bahwa Charles memiliki wajah yang amat rupawan, walaupun saya seorang lelaki dan bukan seorang homo!). Dodi memperkenalkan saya dengan Charles. Setelah itu Charles mengajak Dodi masuk ke rumah untuk melihat patung dan lukisan yang akan dijualnya.

Saya bingung apakah saya harus mengikuti mereka atau tetap duduk di pos satpam. Setelah mereka berjalan sekitar 15 meter dari saya, seorang satpam mengatakan sebaiknya kamu (saya) ikut mereka saja daripada bosan menunggu di sini (pos satpam). Saya pun berjalan menuju rumahnya. Ketika saya masuk, saya tidak melihat mereka lagi. Saya hanya melihat sebuah ruangan yang luas sekali dengan sebuah tangga dan beberapa pintu ruangan. Saya bingung apakah sebaiknya saya naik ke tangga atau mengitari ruanagan tersebut (sebenarnya bisa saja saya teriak memanggil nama Dodi atau Charles tapi tindakan itu sangat tidak sopan!).

Akhirnya saya memutuskan untuk mengitari ruanagan tersebut dengan harapan dapat menemui mereka. Setelah saya mengitari, saya tetap tidak dapat menemukan mereka. Tapi saya melihat sebuah pintu kamar yang pintunya sedikit terbuka. saya mengira mungkin saja mereka berada di dalam kamar tersebut. Lalu saya membuka sedikit demi sedikit pintu itu dan betapa terkejutnya saya ketika saya melihat seorang permepuan sedang tertidur dengan daster yang tipis dan hanya menutupi bagian atas dan bagian selangkangnya, saya bingung harus bagaimana!

Dasar otak saya yang sudah kotor melihat pemandangan paha yang indah, akhirnya saya masuk kedalam kamar tersebut dna menutupi pintu itu. Saya melihat sekliling kamar itu, kamar yang luas dan indah, beberapa helai pakaian SLTP berserakan di tempat tidur, dan foto anak tersebut dengan Charles dan seorang lelaki tua dan wanita tua (mungkin foto orang tuanya). Anak perempuan yang sangat cantik,

Manism dan kuning langsat! lalu saya melangkah lebih dekat lagi, saya melihat beberapa buku pelajaran sekolah dn tulisan namanya: Gita kelas 1-C. Masih kelas 1! berarti usianya baru antara 11-12 tahun. Lalu saya memfokuskan penglihatan saya ke arah pahanya yang kuning langsat dan indah itu! Ingin rasanya menjamah paha tersebut tapi saya ragu dan takut. Saya menaikkan pandangan saya ke arah dadanya dan melihat cetakan pentil susu yang di helai dasternay itu. Dadanya masih kecil dan ranum saya tahu dia pasti tidak memakai (BH atau kutang) di balik dasternya itu!

Wajahnya sangat imut, cantik dan manis! Akhirnya saya memberanikan diri meraba pahanya dan mengelusnya, astaga.. mulus sekali! Lalu saya menaikkan sedikit lagi dasternya dan terlihat sebuah celana dalam (CD) warna putih. Saya meraba CD anak itu dan menarik sedikit karet CDnya, lalu saya mengintip kedalam,.. Astaga! tidak ada bulunya! Jantung saya berdetak kencang sekali dan keringat dingin mengalir deras dari tubuh saya. Lalu saya mencium CDnya, tidak ada bau yang tercium. Lalu saya menarik sedikit lagi dasternya ke atas dan terlihatlah perut dan pinggul yang ramping padat dan mulus sekali tanpa ada kotoran di pusarnya! Luar biasa!

Otak porno saya pun sangat kreatif juga, saya memberanikan diri untuk menarik perlahan-lahan tali dasternya itu, sedikit-sedikit terlihatlah sebagian dadanya yang mulus dan putih! ingin rasanya langsung memegangnya, tapi saya bersabar, lalu saya menarik lagi tali dasternya ke bawah dan akhirnya terlihatlah pentil Gita yang berwarna kuning kecoklatan! Jantung saya kali ini terasa berhenti! Sayapun merasa tubuh saya menjadi kaku. Jari sayapun mencolek pentilnya dan memencet dengan lembut payudaranya. Saya melakukannya dengan lembut, perlahan dan sedikit lama juga, sementara Gita sendiri masih tertidur pulas. Setelah puas, saya menjilat dan mengelum pentilnya, terasa tawar.

Dasar otakku yang sudah gila, saya pun nekat seluruh dasternyaa perlahan kearah bawah sampai lepas, sehingga Gita kini hanya mengenakan celana dalam (CD) saja! Saya memandangi tubuh Gita dengan penuh rasa kagum. Tiba-tiba Gita sedikit bergerak, saya kira ia terbangun, ternyata tidak, mungkin sedang mimpi saja. Saya mengelus tubuh Gita dari atas hingga perut/pusar. Puas mengelus-elus, saya ingin menikmati lebih drai itu! Saya menarik perlahan-lahan CD Gita ke arah bawah hingga lepas. Kini Gita telanjang bulat! Betapa indahnya tubuh Gita ini, gadis kelas 1 SLTP yang amat manis, imut dan cantik dengan buah dada yang kecil dan ranum serta vaginanya yang belum ada bnulunya sehelaippun.

Lalu saya mengelus bibir vaginanya yang mulus dan lembek dan sayapun menciumnya. Terasa bau yang khas dari vaginanya itu! Dengan kedua jari telunjuk saya, saya membuka bibir vaginanya dengan perlahan-lahan, terlihat dalamnya berwarna kemerah merahan dengan daging diatasnya. Saya menjulurkan lidah saya ke arah vaginanya dan menjilat-jilat vaginanya itu. Saya deg-degan juga melakukan adengan itu. Saya tahu tindakan saya bisa ketahuan olehnya tapi kejadian ini sulit sekali untuk dilewatkan begitu saja! Benar dugaan say!\

Pada saat saya sedang asyiknya menjilat vaginanya, Gita terbangun! Saya pun terkejut setengah mati! Untung Gita tidak teriak tapi hanya menutup buah dadanya dan vaginanya dengan kedua tangannya. Mukanya kelihatan takut juga. Gita berkata "Siapa kamu, apa yang ingin kamu lakukan?. Saya langsung berpikir keras untuk keluar dari kesulitan ini! Lalu saya mengatakan kepada Gita: "Gita, saya melakukan ini karena Charles yang mengijinkannya!", kataku yang berbohong. Gita kelihatan tidak percaya lalu berkata "Tidak mungkin Charles kakakku!", Pandai juga dia! Tapi saya tidak menyerah begitu saja. Saya mengatakan lagi "Gita, saya tahu Charles kakakmu tapi dia punya hutang yang amat besar kepada saya, apakah kamu tega melihat kakakmu terlibat hutang yang amat besar? Apakah kamu tidak kasihan pada Charles?, kalau dia tidak  melunasi hutangnya, dia bisa dipenjara" kataku sambil berbohong. Gita terdiam sejenak.

Saya berusaha menenangkan Gita sambil mengelus rambutnya. Gita tetap terdiam. Sayapun dengan lembut menarik tangannya yang menutupi kedua buah dadanya. Dia kelihatan pasrah saja dan membiarkan tangannya ditarik oleh saya. Terlihat lagi kedua buah dadanya yang indah dan ranum itu! Saya mencium pipinya dan berkata "Saya akan selalu mencintaimu, percayalah!". Saya merebahkan tubuhnya dan menarik tangannya yang lain yang menutupi vaginanya.

Akhirnya dia menyerah dan pasrah saja terhadap saya. Saya tersenyum dalam hati. Saya langsung buru-buru membuka seluruh pakaian saya umtuk segera menuntaskan "tugas" ini (maklum saja, kalau terlalu lama, transkasi Charles dan Dodi selesai, sayapun bisa ketahuan, ujung-ujungnya saya bisa saja terbunuh). Cerita dewasa

Saya langsung mencium mulut Gita dengan rakus. Gita kelihatannya belum pernah ciuman sebelumnya karena dia masih kaku. Lalu saya mencium lehernya dan turun ke arah buah dadanya. Saya sedot buah dadanya dengan sangat kencang dan rakus dan meremas-remas kedua buah dadanya dengan sangat kuat, Gita kelihatannya kesakitan juga dengan remasan saya itu, Sayapun menarik-narik kedua pentilnya dengan kuat! "Sakit kak" kata Gita. Saya tidak lagi mendengar rintihan Gita. Saya mengulum dan menggigit pentil Gita lagi sambil tangan kanan saya meremas kuat pantat Gita. Setelah puas, saya membalikkan badan Gita sehingga Gita tengkurap.

Saya jilat seluruh punggung Gita sampai ke pantatnya. Saya remas pantat Gita kuat-kuat dan saya buka pantatnya hingga terlihat anusnya yang bersih dan indah. Saya jilat anus Gita, terasa asin sedikit! Dengan jari telunjuk saya, saya tusuk-tusuk anusnya, Gita kelihatannya merintih atas tindakan saya itu. Saya angkat pantat Gita, saya remas bagian vagina Gita sambil ia nungging (posisi saya di belakang Gita).

Gita sudah seperti boneka saya saja! setelah puas, saya balikkan lagi tubuh Gita sehingga ia terlentang, saya naik ke atas kepala Gita dan menyodorkan penis saya ke mulut Gita. "Jilat dan kulum!" kataku. Gita ragu juga pada awalnya, tapi saya terus membujuknya dan akhirnya ia menjilat juga.

Penis saya terasa enak dan geli juga dijilat olehnya, seperti anak kecil yang menjilat permen lolipopnya. "Kulum!" kataku, dia lalu memgulumya. Saya dorong pantat saya sehingga penis saya masuk lebih dalam lagi, kelihatannya dia seperti mau muntah karena penis saya menyentuh kerongkongannya dan mulutnya yang kecil kelihatan sulit menelan penis saya sehingga ia sulit untuk bernapas juga. Sambil ia mengulum penis saya, tangan kanan saya meremas kuat-kuat payudaranya yang kiri hingga terlihat bekas merah di payudaranya.

Saya langsung melepaskan kulumannya itu dan menuju ke vaginanya. Saya jilat vaginanya sepuas mungkin, lidah saya menusuk vaginanya yang merah pink itu lebih dalam, Gita menggerak-gerakkan pantatnya kiri-kanan, atas-bawah, entah karena kegelian atau mungkin ia menikmatinya juga. Sambil menjilat vaginanya, kedua tangan saya meremas-remas pantatnya.

Akhirnya saya ingin menjebol vaginanya. Saya naik keatas tubuh Gita, saya sodorkan penis saya ke arah vaginanya. Gita kelihatannya ketakutan juga, "Jangan kak, saya masih perawan!", Nah ini dia! saya membujuk Gita dengan rayuan-rayuan manis. Gita terdiam pasrah. Saya tusuk penis saya yang besar itu yang panjangnya 18cm dan diameter 6cm ke vaginanya yang kecil sempit tanpa bulu itu! Sulit sekali awalnya tapi saya tidak menyerah. Saya lebarkan kedua kakinya hingga ia snagat mengangkang dan vaginanya sedikit terbuka lagi, saya hentakkan dengan kuat pantat saya dan akhirnya kepala penis saya yang besar itu berhasil menerobos vaginanya!

Gita mencakar tangan saya sambil berkata "sakitt!""saya tidak peduli lagi dengan rintihan dan tangisan Gita! Sudah sepertiga penis saya yang masuk. Saya dorong-dorong lagi penis saya ke dalam ;obang vaginanya dan akhirnya amblas semua! Dan seperti permainan sex pada umumnya, saya trik-dorong, tarik-dorong, tarik-dorong, terus-menerus! Gita memejamkan matanya sambil menggigit bibirnya. Tangan saya tidak tinggal diam, saya remas kedua buah dadanya dengan sangat kuat hingga iakesakitan dan saya tarik-tarik pentilnya yang kuning kecoklatan itu kuat-kuat! Saya memainkan irama cepat ketia penis saya menghujam vaginanya.

Baru 5 menit saya merasakan cairan hangat yang membasahi penis saya, pasti ia mencapai puncak kenikmatannya. Setelah bermain 15 menit lamanya, saya mersakan telah mencapain puncak kenikmatan, saya tumpahkan air manisaya kedalam vaginanya hingga tumpah ruah. Saya puas sekali! Saya peluk Gita dan mencium bibir, kening dan lehernya. Saya tarik penis saya dansaya melihat ada cairan darah di sprei kasurnya. Habislah keperawannya!

Setealah itu sayalekas berpakaian karena takut ketahuan. Saya ambil uang 300.000 rupiah dari kantong saya dan saya berikan kepada Gita, "Gita, ini uang jajanmu, jangan bilang ke siapa-siapa yah", Gita hanya terdiam saja sambil menundukkan kepala dan menutupi buah dadanya dengan bantal.

Saya langsung keluar kamar dan menunggu saja di depan pintu masuk. Sekitar 10 menit kemudian Charles dan Dodi turun sambil menggotong lukisan dan patung. Ternyata mereka transaksinay bukan hanya lukisan dan patung saja tapi termasuk beberapa barang antik lainnya. Pantasan saja mereka lama!

Akhirnya saya dan Dodi permisi ke Charles dan juga kedua satpam itu. Kami pergi meninggalkan rumah itu. Dodi puas dengan transaksinya dan saya puas telah merenggut keperawanan adik Charles. Ha ha ha, hari yang indah dan takkan terlupakan. END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar