Selasa, 31 Oktober 2017

CERITA DEWASA SEXYNYA PANTAT MBAKKU MEMBUATKU GAK TAHAN

CERITA DEWASA - Nama aku Randi 19 tahun, aku dua bersaudara, aku anak kedua dimana kakakku perempuan berusia 5 tahun lebih tua dariku. Aku ingin menceritakan kejadian yang menimpa kehidupan seks aku 3 tahun yang lalu.




Pada waktu itu aku berumur 16 tahun masih 1SMU, sedangkan kakakku berusia 22 tahun dan sudah kuliah. Kakakku orangny memakai jilbab. Meskipun kakakkku memakai jilbab dia sangat sexy, orang bilang mukanya sexy banget, demikian pula postur tubuhnya, tinggi 160cm, kulit putih dan bra aku kira 36-an, tapi yang paling menyolok dari dia adalah pantatnya yang bulat dan besar dan bahenol, ini dapat aku nilai karena aku sering mengintip dia waktu dia sedang mandi atau sedang ganti pakaian. Jika berjalan ke mal ataupun kemanapun dia pergi, dia selalu pakai baju yang agak ketat meskipun dia memakai jilbab, orang selalu memandang goyangan pinggul dan pantatnya. Sampai-sampai aku sebagai adik kandungnya pun sangat menyukai pantat dan pinggul kakakku itu.

Meskipun kakakku memakai jilbab, kebetulan kakakku menyukai baju-baju model agak ketat dan celana agak ketat pula sehingga agak mencetak kemontokan dan keindahan tubuhnya.
Apalagi jika dirumah, meskipun dia selalu memakai jilbab atau kerudung, dia selalu memakai baju tidur yang panjang tapi agak tipis sehingga agak terlihat belahan pantat dan celana dalamnya. Sebagai remaja yang baru puber dan juga olok-olok dari teman-temanku diam-diam aku sangat terangsang bila melihat pinggul kakakku. Sebagai efek sampingnya aku sering melakukan onani dikamarku atau dikamar mandi sambil membayangkan gimana rasanya kemaluanku dijepit diantara pantat montoknya. CERITA DEWASA

Keinginan itu kurasakan sejak aku duduk di bangku 1 SMU ini, aku sering mencuri-curi pandang untuk mengintip CD-nya apabila dia memakai rok. Dia mempunyai pacar yang berumur 1 tahun lebih  muda dari padanya. Aku sering memergoki mereka berpacaran di ruang tamu, saling meremas tangan sampai sampai mereka berciuman. Suatu hari aku memergoki pacarnya sedang menghisap buah dada kakakku di kamar tamu meskipun baju dan jilbabnya tetap terpasang di badannya, kakakku hanya mengeluarkan buah dadanya dari kancing yang terlepas sebagian, mereka langsung belingsatan buru-buru merapihkan bajunya. Malam harinya kakakku mendatangi kamarku dan memohon kepadaku agar tidak menceritakan apa yang aku lihat ke orang-orang terutama kepada ayah dan ibuku.

Dik, jangan bilang-bilang yah, abis tadi si Hendra (pacarnya) memaksa Mbak, katanya. Aku cuma mengganguk dan melongo karena kakakku masuk kekamarku menggunakan jilbab dan baju yang longgar (daster) tetapi agak tipis sambil membawa sebuah novel, sehingga paha dan dadanya yang montok terlihat karena dikamarku agak gelap sedangkan diluar lampu terang benderang. "hai, kok melongo???" ...aku jadi gelagapan dan bilang "ia-ia mbak, aku ngga akan bilang-bilang" kataku.

Tiba-tiba dia rebahan di ranjangku dengan tertelungkup sambil membaca novel, aku memandanginya dari belakang membuat kemaluanku ngaceng karena pantat kakakku seolah-olah menantang kemaluanku. Berkali-kali aku menelan ludah. Dan pelan-pelan aku meraba kemaluanku yang tegang. Sampai kira-kira lima menit, dia menoleh ke arahku dan aku langsung melepas tanganku  dari kemaluanku dan berpura-pura belajar. Kakakku mengajakku lari pagi besok hari dan dia memintaku membangunkannya jam 5 pagi. Aku mengiyakannya. Cerita seks

Ketika dia keluar kamarku, aku melihat goyangan pinggulnya sangat sexy, dan begitu dia menutup pintu aku langsung mengeluarkna kemaluanku dan mengocoknya, tapi sialnya tiba-tiba kakakku balik lagi dn kali ini dia melihatku mengocok kemaluanku. Dia pura-pura tidak melihat dan berkata "jangan lupa bangunin Mbak jam 5 pagi". Lagi-lagi aku gelagapan "ia-ia-ia" kataku. Kakakku langsung pergi lagi sambil ngelirik ke-arah kemaluanku dan tersenyum.
Malam itu aku tidak jadi beronani karena malu dipergoki kakakku.

Pagi harinya jam 5 pagi aku ke kamarnya dan kudapati dia sedang tidur mengangkang... Lagi-lagi aku melotot melihat pemandangan itu dan aku mulai meraba-raba pahanya, sampai kira-kira 2 menit dan kuremas paha montoknya dia terbangun dan aku buru-buru melepaskan tanganku dari pahanya.

Singkat cerita kami lari pagi, dia mengenakan jilbab atau kerudung sedangkan bajunya dia mengenakan training yang agak ketat sehingga setiap lekuk pinggul dan pantatnya terlihat sexy sekali dan tiap laki-laki yang berpaspasan selalu melirik pantatnya itu. Begitu selesai lari pagi, kita pulang naik angkutan bus dan kebetulan penuh sesak, akibatnya kita berdesak-desak.

Entah keberuntungan atau bukan, kakakku berada didepanku sehingga pantat montoknya tepat di kemaluanku. Perlahan-lahan kemaluanku berdiri dan aku yakin kakakku merasakannya.
Ketika bus semakin sesak, kemaluanku makin mendesak pantatnya dan aku pura-pura menoleh ke arah lain. Tiba-tiba kakakku mengoyangkan pantatnya, karuan aku kenikmatan.

"Dik, kamu kemarin ngapain waktu mbak ke kamar kamu?" katanya "kamu onani yah??" katanya lagi.
Aku diam seribu basa karena malu. "makanya buru-buru cari pacar" katanya.
"Emang kalau ada pacar bisa digini yah??" kataku nekat sambil menonjokkan kemaluanku di pantatnya.
"Setidaknya ada pelampiasan" timpal kakakku.
"Wah enak dong mbak ada pelampiasan?" tanyaku.
"Tapi ngga sampe gini" kata kakakku lagi sambil menggoyangkan lagi pantatnya.
"Kenapa" tanyaku.
Sebelum dia menjawab kami sudah sampai tempat tujuan.

Pada sore hari itu, ketika aku pulang sekolah, kudapat rumah sepi sekali dan perlahan-lahan aku masuk rumah dan ternyata kakakku dan pacarnya sedang diruang tamu saling cium dan saling raba. Aku terus mengintip dari balik pintu, selembar demi selembar pakaian pacar kakakku terlepas sedangkan kakakku masih memakai jilbab dan baju jubahnya masih terpasang tetapi sudah tersikap sampai sebatas perut, sehingga terlihat CD hitamnya yang mini dan sexy dan pacarnya sudah tinggal memakai CD saja. Kulihat tangan kakakku menelusup ke dalam CD pacarnya dan meremas kemaluan pacarnya yang tegang. Pelan-pelan tangan pacarnya membuka CD kakakku dan terbukalah pantat bahenol nan montok milik kakakku. Pacarnya meremas-remas sambil meringis karena kocokan kakakku pada kemaluannya.

"Oh, aku sudah nggak tahan" kata pacarnya.
"Aku pengen masukkin ke memekmu" katanya sambil mendorong kakakku sehingga tertelungkup di sofa. Kulihat dia semakin mengangkat baju kakakku tetapi jilbabnya tetap terpasang tetapi sudah agak kusut dan menindihinya dari belakang dan berusaha menyodorkan kemaluannya ke kemaluan kakakku dari arah belakang. tapi begitu nempel di pantatnya, kulihat air maninya tumpah ke pantat kakakku. http://Agencoli.info
"Oohhh" dia melenguh dan kakakku menoleh kebelakang "kok udah" tanyanya.
pacarnya bilang "maaf aku ngga tahan" katanya.
Tiba-tiba lampu padam dan telepon HP sang pacar berdering dan di balik pintu aku sedang beronani ria sambil melihat kemontokkan tubuh kakakku. Setelah menerima HP, sang pacar menyalakan sebatang lilin kecil diatas lemari dan dia berpakaian dan buru-buru pamit. "Aku ngga anterin kedepan pintu yah" kata kakakku, sambil tetap tertelungkup di sofa.

Begitu sang pacar hilang, nafsuku sudah ke ubun-ubun, di kegelapan remang-remang aku mendekati kakakku dan setelah dekat, dari jarak kira-kira satu meter aku memandangi  bagian belakang tubuh telanjang kakakku, berkali-kali menelan ludah melihat pantat bahenol kakakku.

Karena udah ngga tahan, aku pelan-pelan membuka celanaku sampai copot dan kulihat kemaluanku yang besar dan panjang (itu menurut teman-temanku sewaktu kami berenang dan membandingkan kemaluan kami) berdenyut-denyut minta  pelampiasan. Aku langsung menindihinya dari belakang, dan untungnya kakakku mengira sang pacar belum pulang dan masih ingin ngentot dia. "aw..., dra (nama pacarnya Hendra) kok ngga jadi pulang" tanyanya. CERITA DEWASA

Karena kondisi ruangan sangat gelap sehingga dia tidak menyadari bahwa adiknya sedang berusaha menempelkan kemaluannya ke kemaluannya. "aw dra jangan dimasukkan aku masih perawan" katanya "ditempelin aja dra aku masih perawan" katanya memohon. Karena aku sudah ngga tahan, maka pelan-pelan ku bimbing tangannya untuk menggengam kemaluanku agar  di tuntun ke kemaluannya.

"Gosok pelan-pelan dra", aku menekan dan gila benar-benar nikmat. Setelah kira-kira dua menit aku menggosokkan kemaluanku ke kemaluan kakakku akhirnya aku mencapai klimaksnya dan crot... crot.. crot... spermaku menyembur ke pantat kakakku.

Aku tetap memeluk tubuh kakakku dan pelan-pelan aku meninggalkannya. "dra, mau kemana?" teriaknya aku buru-buru memungut celana dan memasuki kamarku dan masih celana dan CD ku belum terpakai aku rebahan di ranjangku sambil kututupi dengan selimut tipis membayangkan kenikmatan yang barusan terjadi.

Tiba-tiba telepon berdering dan lampu menyala. Kudengar kakakku menerima telepon itu dia herannya setengah mati karena yang menelpon adalah pacarnya si hendra. "dra, kok kamu udah ada dirumah lagi jangan main-main yah kamu dimana, udah enak langsung lari"

Beberapa saat kemudian kudengar bunyi telepon dibanting. Dan dikamarku, aku cepat-cepat mematikan lampu dan pura-pura tidur. Semenit kemudian kakakku masuk ke kamarku dan melihat aku tidur berselimut dia menghampiriku dan duduk di tepi ranjangku. Di kegelapan kamarku kuintip kakakku masih memakai pakaian dan jilbab yang tadi dia pakai, dia ngga berani membangunkanku malahan rebahan disampingku. Kesunyian sekitar 15 menit, kemudian ku intip ternyata kakakku tertidur. Akupun tertidur sampai keesokan harinya.

Setelah kejadian hari itu aku selalu membayangkan betapa enaknya tubuh kakakku meskipun hanya menempelkan dan menggosokan kemaluan pada kemlauannya saja. Pada suatu siang, aku ingin meminjam kaset lagunya. Karena sudah biasa, akupun masuk tanpa mengetuk pintunya. Dan betapa terkejutnya aku ketika kulihat mbak Desy kakakku sedang tidur-tiduran sambil memejamkan matanya. Tangannya masuk kedalam CD nya sedangkan jilbab dan bajunya masih terpasang, hanya bajunya sudah tersikap sebatas perut. Spontan, ia terkejut ketika melihatku. Aku segera keluar.

Tak sampai satu menit, mbak Desy keluar (pakaiannya sudah rapi meskipun jilbabnya agak kusut). Ia memintaku agar merahasiakan hal itu dari ayah dan ibuku. Lalu kujawab:
"Aku janji gak bakal bilangin hal ini ke ayah dan ibu kok."
"Thank's ya dik."
"Eh, emangnya onani itu dosa ya?"

Bukan jawaban yang kudapatkan, malah tatapan kakakku yang lain dari biasanya. Bagai disihir, aku diam saja saat dia menempelkan bibirnya ke bibirku. Dilumatnya bibirku dengan lembut. Dikulumnya, lalu lidahnya mulau menembus masuk ke dalam mulutku. Aku segera menarik diri darinya, tapi ia malah memegang tanganku lalu mengarahkannya ke dadanya dan kurasakan betapa empuknya buah dada kakakku. Refleks aku berontak karena aku malu. Tetapi kakakku bilang, "lakukanlah dik seperti yang kau lakukan tempo hari padaku".

Aku kaget "ja.. jadi mbak tahu apa yang kulakukan pada mbak tempo hari". jawabku gugup.
"Ya" jawab kakakku.
"Maafkan aku mbak..." ucapku.

Belum selesai aku berkata, ia sudah melumat bibirku. Dan kali ini lidahnya berhasil memasuki mulutku. Kami berciuman sangat lama. Setelah puas berciuman, ia malah menarikku ke kamarnya. Disana aku direbahkan, dan ia membuka celana dan CDku. Kakakku tersenyum melihat kemaluanku yang sudah mengacung tegak. Ukurannya sekitar 18 cm. Lebih panjang dari punya pacar kakakku, Hendra. Cerita seks

Melihat kakakku tersenyum, aku mulai menarik ke atas baju kakakku. Rupanya kakakku sudah membuka Branya sehingga akupun bisa langsung melihat payudaranya yang berukuran 36B itu. Kumulai menyentuh dan meremas Payudara kakakku yang lembut, sementara bjau dan jilbabnya masih terpasang walaupun agak kusut. Kakakku mengelinjang merasakan kenikmatan dan mendesah keenakan.

Setelah aku melihat kakakku sudah terangsang, Aku membuka CD warna hitam kakakku sehingga kini terpangpanglah kemaluan kakakku yang berbulu lebat tapi halus itu.
Setelah aku memegang kemaluanku ke mulutnya. Dia menutup mulutnya rapat-rapat.
"Ayo dong mbak! Isep! Kayak mbak ngelakuinnya buat pacar mbak."
"Kok kamu tahu?"
"Ya tahu dong.. kan aku sering ngintipin mbak begituan sama pacar mbak."
"Ayo mbak." renggekku.

Kakakku pun mulai tertantang mempraktekkan kemampuan lidahnya. Kemaluanku segera diremas-remas. Setelah itu dijilati dengan penuh gairah, seolah-olah itu adalah lolipop yang manis. Kakakku pun mulai memasukkan kemaluanku ke mulutnya. Tidak bisa semua, tapi setidak-tidaknya sudah setengah yang masuk. Di gigit-gigit kecil kepala kemaluanku sambil memainkan pelirnya. Akupun memejamkan mata keenakan.

Kakakku melepaskan kemaluanku dari mulutnya, tangannya mengangkat baju panjangnya dan menempelkan kemaluanku ke payudaranya aku pun membuka mataku. Lalu kuraih kemaluanku, kuarahakan kemaluanku itu ke kekemaluannya yang sedari tadi sudah basah. Kugosok-gosok ke klitorisnya, aku jadi merinding dibuatnya. Desahan tak karuan pun keluar dari mulutku. Di satu sisi aku tahu ini salah, tapi disisi lain aku menikmatinya.

Setelah puas bermain-main dengan klitorisnya, kemaluan segera ku arahkan ke lubang kemaluannya. Tetapi kakakku bilang "Jangan dimasukkan, aku masih perawan. Ditempelkan dan digosokkan aja seperti tempo hari". CERITA DEWASA

Akupun mengangguk dan segera ku tempelkan dan kugosokkan kemaluanku ke kemaluan kakakku. Setelah beberapa saat kemaluanku ku tekan ke lubang kemaluan kakakku maka crot... crot... crott spermaku menyembur diperut kakakku.

Dengan kemaluan yang masih menempel di perut kakakku, kami mulai bercumbu lagi, kujilat payudara kakakku sampai ke perutnya. Setelah itu kami mengambil posisi 69. Akupun mulai menjilati kemaluannya yang sudah basah oleh cairan kewanitaannya. Sementara ia menjilati kemaluanku.

Kami saling berpelukan bugil, setelah puas bermain, kami pun menuju kamar mandi, namun belum sempat bermain di kamar mandi, kudengar suara mobil orang tuaku. Kami cepat-cepat kembali ke kamar dan berpakaian. Saat orang tua kami masuk, aku sudah berpakaian lengkap dan kakakku pun sudah berpakaian lengkap dengan jilbabnya. Sejujurnya saat itu aku sedang tegang dan gugup. Untunglah orang tuaku tak curiga. Kami pun tersenyum berdua dengan penuh arti. Sejak saat itu kami saling memuaskan walaupun tidak sampai memasukkan kemaluanku kedalam kemaluannya karena aku takut kakakku kehilangan keperawanannya.
Kadang-kadang kami juga main di sofa, dilantai, dan dikamar mandi.  END

CERITA DEWASA - CERITA SEKS - FOTO BUGIL

Tidak ada komentar:

Posting Komentar