Sabtu, 14 Oktober 2017

CERITA DEWASA PELAJARAN SEX NIKMAT DENGAN CEWEK CINA PERAWAN

Cerita dewasa - Waktu itu menjelang ujian akhir semester saya diajak oleh adik kelasku untuk belajar bersama, namanya Laura. Aku menerima saja karena dari dulu semenjak ia masuk ke jurusanku, aku memang sudah ingin jadi pacarnya. Perawakannya cukup cantik dengan tubuh yang ramping terawat, makanya sipit dan trauma warna kulitnya yang putih mulus karenaia keturunan Cina.

Begitu Laudra mengajakku, tentu saja kujawab, "Mau.." "Jam berapa?" tanyaku. "Jam 3 sore, dirumahku, jangan terlambat soalnya nanti nggak selesai belajarnya", jawabnya. Wah kesempatan nih, pikirku. Setahuku, ia tinggal berdua saja dengan pembantunya karena ayah dan ibunya yang sibuk mencari nafkah di luar pulau Jawa.

Pulang kuliah, aku langsung bergegas pulang, karena kulihat sudah jam 14.30 WIB. Dengan cepat kumasukkan buku yang sekiranya akan dipakai ke dalam tas, karena takut terlambat. Sesampainya di rumah Laura, aku langsung memencet bel yang ada di gerbang depan rumahnya, rumahnya tidak terlalu besar, tapi cukup nyaman kelihatannya. Sempat aku bertanya, kok rumahmu sepi banget. Kalau begitu berarti bonyoknya lagi pada pergi, jawabku dalam hati.

Tak lama kemudian Laura keluar membukkan pintu. Aku cukup kaget dengan penampilannya yang menarik, kali ini dia memakai kaos yang cukup ketat dan celana pendek ketat. Dia tersenyum lebar padaku sambil mempersilahkan aku masuk. Ketika masuk, aku merasakan rumahnya benar-benar sepi. "Langsung saja kita ke ruang tengah, yuk!" ajaknya.

Sesampainya di ruang tengah, aku langsung duduk di karpet karena tidak ada sofa. Ruang  tengahnya didesain ala jepang dengan meja Jepang yang pendek yang disertai tak majalah di bawahnya.
"Tunggu yah, aku mandi dulu", katanya, "Habis keringatan abis senam nih!"
Ternyata aku baru tahu badannya bagus karena ia sering senam. "Kamu mulai aja dulu, nanti terangin ke aku yah", katanya. ""Kalau mau minum, ambil aja sendiri, soalnya pembantuku sedang sakit, dia lagi tiduran di kamarnya."

Cukup lama aku belajar sambil menunggunya dan akhirnya aku bosan dan melihat-lihat majalah yang ada dibawah meja di depanku. Kulihat semuanya majalah wanita, mulai dari kawanku, kosmo, dan majalah wanita berbahasa jepang. Tanpa sengaja, ketika kulihat-lihat kutemukan sebuah majalah yang berisikan foto cowok bugil dengan otot-otot yang bagus di tengah majalah bahasa jepang itu.

Aku sempat kaget melihatnya. Bersamaan dengan itu, ia keluar dari kamar mandi yang letaknya di sudut kamar tengah dimana aku duduk. Dian keluar memakai kimono kain handuk putih. Karena keasyikan, aku tidak sadar kalau dia mendekatiku. Kupikir dia pasti masuk ke kamarnya umtuk berpakaian terlebih dahulu.

Aku sempat grogi, karena aku belum pernah didekati oleh wanita yang hanya menggunakan baju mandi, karena di rumahku tidak ada saudara perempuan, jadi aku merasa tidak biasa.
"Ih, kamu disruruh belajar malah liat-liat yang aneh-aneh."
"Ini mah nggak aneh", kataku, "Aku juga punya, dan badanku juga kayak gini loh!" bisikku sambil menunjuk ke salah satu model cowok di majalah tersebut.

Aku memasng susah ikutan fitnes gym sejak kelas 2 SMU, tak heran kalau aku lebih terkenal karena badanku yang bagus dibanding kegantenganku.
"Ah, masa?" katanya, "Gua nggak percaya ah."
"Kamu kok tahan sih liat-liat kaya beginian?" tanyaku.
"Mana ada yang tahan sih?" balasnya.

"Tadi lagi nunggu kamu dateng kesini saja aku sempat liat-liat dulu majalah itu lho! Jadi kamu tau khan kenapa saja kama mandinya?" jawabannya sambil tersentum mesum.
"Ihh, kamu ini!" balasku, Ternyata suka juga ya sama yang gituan.

"Iya dong, tapi, james katanya kalo maen langsung lebih enak ya dibanding masturbasi?" tanyanya.
Saya sempat kaget ketika dia tanya hal yang begitu dalamnya.
"Kata kamu, kamu mirip sama yang difoto majalh itu, buktiin dong."
Wah, kupikir ini cewek sudah horny banget. Aku sempat grogi untuk kedua kalinya, aku cuma bisa tersenyum.

"Iya sih katanya, tapi khan..."
Belum selesai aku bicara, dia langsung mencium bibirku.
"James, tau nggak kalau aku tuh sebetulnya udah senang banget sama kamu semenjak aku ketemu kamu", bisiknya sambil mencium bibirku. Aku kaget dan responku cuma bisa menerima saja, soalnya enak sih rasanya. Terus aku belum pernah dicium cewek sampai seenak itu, dia benar-benar ahli.

Tanpa sadar, posisinya sudah berada diatas pangkuanku dengan paha yang menjepit perutku.
Sambil menciumnya, kuelus-elus pahanya dari atas kebawah, dan dia mendesah, "Akh... enak sekali!" Kuteruskan aksiku sampai ke kemaluannya, kuraba klitorisnya, dan kugosok-gosok.

Desahannya semakin keras, dan tiba-tiba dia berhenti. "wah kok berhenti?" aku bertanya dalam hatiku. Langsung saja kubisikkan padanya bahwa aku betul-betul menginginkannya jai pacarku sejak awal  bertemu. "Lalu mengapa kamu nggak bilang sama aku?" tanyanya. "Karena aku takut kalau perasaan kita berbeda", jawabku. Dia sempat terdiam sejenak.

langsung timbul pikiran kotorku. "Udah tanggung nih", pikirku. Batang kemaluanklu betul-betul sudah berdenut-denyut sejak tadi. Langsung saja ku buka baju mandinya, dan kukulum dan kuhisap buah dadanya. Dia menerima saja, malah merasa keenakkan, hal ini terlihat dari ekspresi wajahnya. Putingnya menjadi mengeras dan tak lama kemudian, dia mendesah, "Aakh..." saat kupegang liang kewanitannya yang mulai basah.

Aku semakin terangsang, batang kemaluanku benar-benar sakit rasanya. "Sayang, boleh kan kalau aku menjilati lubang keramatmu?" Dia mengangguk tanda setuju. Langsung saja kujilati liang kewanitaannya terutama daerah klitorisnya. Lumayan lama aku menjilatinya sampai aku merasa mulutku kering sekali. Akhirnya dia mendesah panjang  "Aakhhh...... aku mau keluar james..." Terlihat cairan putih yang keluar dari liang senggamanya, baunya amat merangsang dan rasanya jauh lebih merangsang lagi.
"James main beneran yuk?" ajaknya.
"Wah, gila juga nih cewek", pikirku.

Karena batang kemaluanku sudah sakitnya bukan main, langsung saja aku iyakan. Lalu kubuka semua baju dan celanaku. Kubaringkan dia di lantai berkarpet, dan kulipat kakinya, kunaikkan ke bauhuku, dan mulai kumasukkan batang kemaluanku yang sudah tegak itu. Sempit sekali, hampir tidak bisa jalan. Kutekan lebih keras. Dia menjerit kesakitan, "Stop James, sakit tau." Aku tidak menghiraukannya dan terus menekan batang kemaluanku sampai rasanya kepala batang kemaluanku menabrak sesuatu. Lalu aku mulai memaju-mundurkan badanku ke depan dan ke belakang.

Laura mulai merasa enak, dia sudah tidak menjerit lahi.
"Tuh enak kan", kataku.
"Iyah", jawabnya, "Bener enak sekali.. lebih cepat dong James."
Kupercepat permainanku, dan dia mendesha, " Ah.. ah.. ah.." karena merasa nikmat. Lama juga aku mengocoknya.

Tak lama kemudian, "James.. aku mau keluar lagi."
"Sama". balasku.
"Sedikit lagi, James... Aakhhh... enak sekali James', bersamaan dengan itu, aku pun keluae dan kukeluarkan seluruh spremaku di dalam liang kewanitaannya. Batang kemaluanku terasa hangat dan nikmat bercampur jadi satu. Kutarik batang kemaluanku keluar dan kulihat tetesan darah di karpet. Aku sampai kaget, berarti dia masih perawan. Aku sempat merasa senang banget waktu itu.

Laura bangun dan dia kaget saat melihat batang kemaluanku yang cukup panjang 15,5cm diameter 3,5cm. langsung dia kulum batang kemaluanku, yang sudah mau tidur lagi. Begitu dikulum, batang kemaluanku berdiri lagi karena enaknya. Dia mainkan lidahnya di kepala batang kemaluanku dan menjilat seluruh bagian batang kemaluanku dan, Creeet.. creeet.. creeet.." spermaku keluar, dia hisap dan sebagian muncrat ke wajahnya. "Hmmm.. enk sekali James", terlihat ekspresi wajahnya yang senang.
kami pun kelelahan, dan berbaring bersama di ruang tengah sambil berpelukan dan mengucapkan kata-kata sayang. Cerita dewasa 

Tanpa terasa waktu sudah jam 6 sore. Kami mandi bersama, dan setelah itu kami makan malam bersama. Aku disuruhnya menginap, karena malamnya kita mau mempraktekkan jurus yang lian katanya. Aku mengiyakan saja. Lalu kutelepon ke rumah dan bilang bahwa aku malam ini mau menginap dirumah teman, aku tidak bilang itu rumah Laura, karena sudah pasti tidak boleh.

Begitu selesai, kita sempat tertawa bersama karena kita tidak belajar malah bermain seks. Tapi tidak masalah sekalian buat penyegaran menuju ujian. Dia balas dengan senyum. Karena kehabisan pembicaraan, akhirnya kami mulai terangsang lagi untuk berciuman. Kali inii aksinya lebih gila. Sambil berciuman kami slaing membuka baju. Sampai tidak ada datu benang pun yang menempel di badan kita. Lalu dia bicara, " James, kita ke kamarku yuk, biar lebih asyik."

Kugendong dia ke dalam kamarnya, dan kita lanjutkan lagi dengan berciuman. Tak lama kemudian kupegang liang kewanitaannya, sudah basah ternyata. Langsung saja kubalikkan badannya dan kumasukkan batang kemaluanku di lubang senggamanya. Kumainkan terus sampai aku dan dia mau keluar.

"Akkhhh..." kami berdua sama-sama keluar, kukeluarkan spermaku di luar, karena takut dia hamil. Ternyata Laura belum puas, dia membaringkan tubuhku di kasurnya. Dia langsung berdiri di atas tubuhku dan mulai memasukkan batang kemaluanku ke dalam liang senggamanya.
"Ahhh.." desahnya, "Gini lebih enak James.."

Aku benar-benar lemas tapi karena permainannya yang begitu hebat, aku sampai lupa. Dia teruskan sampai spermaku keluar cuma sedikit kali ini tidak seperti sebelumnya. 'James dikit laggi aku juga keluar ", bisiknya tertahan sambil meniak-turunkan tubuhnya di atas badanku.
Akhirnya dia keluar juga. batang kemaluanku terasa pegal sekali, badanku bener-bener lemas.
Dia juga terlihat lemas sekali. Kami tertiudr lelap s,mpai pagi di kasurnya sambil berpelukan dengan tidak berpakaian karena pakaian kami tertinggal di ruang tengah dan malas mengambilnya karena sudah capek.

Besok paginya, kami bangun bersama, mandi bersama, sarapan dan pergi ke kampus bersama-sama. Semenjak itu kami pun sering belajar bersama, walaupun ujung-ujungnya berakhir di kasur airnya yang empuik. Tapi aku jarang menginap, karena takut orang tuaku aacuroiga, ini cuma rahasia kita berdua  END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar