Rabu, 06 September 2017

CERITA DEWASA NAKALNYA TANTE SANTI YANG MEMAINKAN PENISKU SAAT TIDUR

Cerita Dewasa – Perkenalkan namaku Budi, umurku saat ini 23 tahun, aku kuliah disuatu universitas terkenal dikotaku. Aku sendiri memiliki penampilan yang kurang lebih bisa menarik perhatian kaum wanita karena perawakanku yang atletis dan wajah ganteng yang menghiasi tubuhku.

CERITA DEWASA NAKALNYA TANTE SANTI YANG MEMAINKAN PENISKU SAAT TIDUR



Dalam hubungan sex tak perlu ditanyakan lagi, aku sudah mendapat banyak pengalaman dari banyak wanita, karena aku memulai berhubungan Sex sejak SMA sampai sekarang. Namun kali ini aku tak menyangka kisahku ini akan terjadi, karena persetubuhan ini aku lakukan dengan tanteku sendiri yang dimana adalah istri om ku yang adik dari ayahku. Namun mau bagaimana lagi, jika kucing dikasih ikan asin ya mana mau nolak,hehe..

Suatu pagi saat aku masih tidur, telpon HP ku berbunyi dan aku yang masih dengan mata tertutup mengangkat HP ku, ternyata adalah Om Yudi yang menelponku. 

“Budi, kamu beberapa hari ini sibuk gak??” tanya om Yudi.

 “Kayaknya Enggak om, emang kenapa om??” tanyaku balik.

“Om mau minta tolong niiih, bisa gak???” tanya om Yudi. 

“Eeeemmm….Minta tolong apa om?? Kalau aku bisa pasti aku bantu om” jawabku. 

“Om minta kamu menginap dirumah om karena om mau keluar kota selama beberapa hari, kamu temenin Tante Santi dan Rio dan Lusi ya Budi, bisa gak??” taya om Yudi.

“Eeeemmm….Bisa deeh om, aku kerumah om kapan, nanti apa sekarang om??” tanyaku. 

“Sekarang aja Budi, karena om sebentar lagi mau berangkat dan om juga sudah ngomong 
sama tantemu kok, kalau kamu yang akan menemaninya” jawab om Yudi.

“Okkee…Deeeh om, aku mandi dulu, nanti aku terus kerumah om” jawabku. 

“Makasih ya Budi, kamu memang keponakanku yang paling baik, nanti jika om sudah berangkat kamu tinggal masuk aja ya Budi” ucap om Yudi. 

“Iyha om” jawabku singkat.

Setelah menutup telpon dengan mata yang masih berat, aku pun bergegas menuju kamar mandi untuk mandi. Didalam kamar mandi aku sempat membayangkan yang tidak-tidak, aku membayangkan tubuh bahenol tante Santi, kubayangkan pantatnya yang semok aku remas remas, kujilati memek tante Santi sampai tante Santi ngecrot, penisku dikulum tante Santi, membuat penisku menegang dan Aaarrgghhh akhirnya aku membasahi tubuhku dengan air, hingga bayanganku tentang tante Santi hilang dengan seketika.

Tak lama aku selesai mandi, dan aku pun bergegas ganti baju dan langsung menuju rumah om Yudi. Sekitar setengah jam perjalanan, akhirnya aku sampai dirumah om Yudi. Dan ternyata om yudi sudah berangkat lalu aku disambut oleh tante Santi.

Pemandangan indah seketika pun aku dapatkan, baju ketat dan super seksi menghiasi tubuh tante Santi sehingga bentuk lekuk-lekuk tubuh tante Santi menjadi terlihat, dan bahkan garis garis CD tante Santi kelihatan karena roknya yang sangat ketat. Sejenak aku menelan ludah sebelum akhirnya tante Santi membuyarkan pemandanganku itu.

“Budi tante minta tolong kamu antar Rio dan Lusi kesekolah yaaa” pinta tante Santi. 

“Okkee deeh tante” jawabku singkat. Lalu aku mengajak kedua anak tante Santi yang masih kecil kemobil, dan aku pun mengantarkannya kesekolah.

 Diperjalanan aku mengantar Rio dan Lusi, kembali aku teringat kemolekan tubuh tante yang tadi aku lihat. Aku tak kuasa menahan nafsuku hingga dalam perjalanan batang Penisku menengang sehingga kelihatan dari luar celanaku karena penisku yang lumayan besar. Untungnya aku mengantarkan anaknya tante Santi, jika yang kuantarkan adalah tante Santi bisa bisa aku langsung menubruknya.

“pikiran kotor itu yang terus mengganguku selama dalam perjalanan”.

Selesai sudah tugasku mengantar untuk hari ini. Kupacu mobil ke rumah tante Santi. Setelah parkir mobil aku langsung menuju meja makan, lalu mengambil porsi tukang dan melahapnya. Tante Santi masih mandi, terdengar suara guyuran air agak keras. Lalu hening agak lama, setelah lebih kurang lima menit tidak terdengar gemericik air aku mulai curiga dan aku hentikan makanku. Setelah menaruh piring di dapur.

Aku menuju ke pintu kamar mandi, sasaranku adalah lubang kunci yang memang sudah tidak ada kuncinya. Aku matikan lampu ruang tempatku berdiri, lalu aku mulai mendekatkan mataku ke lubang kunci. Di depanku terpampang pemandangan alam yang indah sekali, tubuh mulus dan putih tante Santi tanpa ada sehelai benang yang menutupi terlihat agak mengkilat akibat efek cahaya yang mengenai air di kulitnya.

Ternyata tante Santi sedang masturbasi, tangan kanannya dengan lembut digosok-gosokkan ke vaginanya. Sedangkan tangan kiri mengelus-elus payudaranya berganRion kiri dan kanan. Terdengar suara desahan lirih, “hmhmhmhmmmm, ohh, arhh”.

Kulihat tanteku melentingkan tubuhnya ke belakang, sambil tangan kanannya semakin kencang ditancapkan ke vagina. Rupanya tante Santi ini sudah mencapai orgasmenya. Lalu dia berbalik dan mengguyurkan air ke tubuhnya.

Aku langsung pergi ke ruang keluarga dan menyalakan televisi. Aku tepis pikiran-pikiran porno di otakku, tapi tidak bisa. Tubuh molek tante Santi, membuatku tergila-gila. Aku jadi membayangkan tante Santi berhubungan badan denganku. 

“Lho Budi, kamu lagi apa tuh kok tanganmu dimasukkan celana gitu. Hayo kamu lagi ngebayangin siapa? Nanti aku bilang ke ibu kamu lho.” Tiba-tiba suara tante Santi mengagetkan aku.

“Kamu ini pagi-pagi sudah begitu. Mbok ya nanti malam saja, kan enak ada lawannya.” Celetuk tante Santi sambil masuk kamar. Aku agak kaget juga dia ngomong seperti itu. Tapi aku menganggap itu cuma sekedar guyonan.

Setelah tante Santi berangkat kerja, aku sendirian di rumahnya yang sepi ini. Karena masih ngantuk aku ganti celanaku dengan sarung lalu masuk kamar tante dan langsung tidur. 

“hmhmhmhmmmm.. geli ah” Aku terbangun dan terkejut, karena tante Santi sudah berbaring disebelahku sambil tangannya memegang Penis dari luar sarung.

“Waduh, maafin tante ya. Tante bikin kamu terbangun.” Kata tante sambil dengan pelan melepaskan pegangannya yang telah membuat Penis menegang 90%. 

“Tante minta ijin ke atasan untuk tidak masuk hari ini dan besok”, dengan alasan sakit.
Setelah ambil obat dari apotik, tante pulang. Begitu alasan tante ketika aku tanya kenapa dia tidak masuk kerja.

 “Waktu tante masuk kamar, tante lihat kamu lagi tidur di kasur tante, dan sarung kamu tersingkap sehingga CD kamu terlihat.

“Tante jadi terangsang dan pingin pegang punya kamu. Hmm, gedhe juga ya Penis mu” Tante terus saja nyerocos untuk menjelaskan kelakuannya. 

“Sudahlah tante, gak pa pa kok. Lagian Budi tahu kok kalau tante tadi pagi masturbasi di kamar mandi” celetukku sekenanya.

“Lho, jadi kamu..” Tante kaget dengan mimik setengah marah. 

“Iya, tadi Budi ngintip tante mandi. Maaf ya. Tante gak marah kan?” agak takut juga aku kalau dia marah. Tante diam saja dan suasana jadi hening selama lebih kurang sepuluh menit. Baca juga cerita dewasa ngentot sama bule ketahuan suamiku.

Sepertinya ada gejolak di hati tante. Lalu tante bangkit dan membuka lemari pakaian, dengan tiba-tiba dia melepas blaser dan mengurai rambutnya. Diikuti dengan lepasnya baju tipis putih, sehingga sekarang terpampang tubuh tante yang toples sedang membelakangiku. Aku tetap terpaku di tempat tidur, sambil memegang tonjolan Penis di sarungku. Bra warna hitam juga terlepas, lalu tante berbalik menghadap aku.
Aku jadi salah tingkah.

“Aku tahu kamu sudah lama pingin menyentuh ini..” dengan lembut tante berkata sambil memegang kedua bukit kembarnya. 

“Emm.., nggak kok tante. Maafin Budi ya.” aku semakin salah tingkah.

Lalu tantepun langsung menindih tubuhku di bawah tubuhnya yang semok dan dia langusng melumat bibirku. Akupun teransang dan langsung ku belainya dari kepala hingga turun ke payudara tante Santi yang montok. 

Tidak lama kemudian tante Santi tiba tiba memegang penisku dan mengocoknya naik turun dan tidak ku sangka dia langsung mengulumnya 

"Aaauuuhhh tanteee ...."desahku karena sudah sangat teransang .

Tantepun mengulum penisku sambil memaju mundurkan kepalanya dan tidak lama aku sudah mau klimaks karena sudah sangat tegang.

"Tantee... aahhhh... aku sudah mau keluar nihh..."

"Iya keluarin aja ..tante tidak apa apa kok"

Ketika sudah mau muncratt ku tarik lah kontolku dan muncratt di dada tante. Lalu tante membersihkan kontolku yang masih tegang itu dengan mengulumnya .

"Punya kamu besar juga ya ?"Kata tante 

Aku hanya diam saja . Aku pun menarik lagi kontolku dan mencium bibir tante Santi dan kembalu kuremas dadanya yang montok itu. Kuciumi lehernya dan terus ku kulum payudaranya sambil tangan ku yang nakal mengusap kelentitnya dan sesekali ku masukan jari ku ke dalam vaginanya dan tante pun menggerang.

Setelah kurasa cukup ransanganku aku pun turun ke pusar dan menjilati memeknya yang sudah basahh diapun semakin mengerang keenakan.

"Aaahhh uhhhh.... sssss...." 

"Masukin.... cepat ..bud..." Kata tante, sembari menarik kepalaku keatas dan memegang penisku untuk di arahkan ke lubang kenikmatannya.

"Jleeebbbb" hangat rasanya ketika sudah mulai masuk.

Tantepun mengoyangkan pinggulnya sembari mendesah ke enakan dan aku pun mengikuti irama goyangan pinggul tante, aku juga sesekali menjilat dadanya dan menciumnya sambil mempercepat goyanganku. Tante berkata

"Tante.... udah mau kluarr nih..." kata tante sambil tiba tiba seperti mengejang dan menyemproott kann cairan orgasmenya ..

"Aaahhhh ... nikmatt Bud..."

Aku pun masih bergoyang sesekali sehingga aku juga sudah mau klimaks dan aku menariknya lagi karena aku takut kalau di dalam tante santi akan hamil .

Saat sudah mau muncrta tante pun bangun dan langsung memasukkan kontolku ke mulutnya dan akupun Croooott croottt di dalam mulutnya sembari ia membersihkannya.
Kami pun tertidur dan terkulai lemas di kasur. 

Kamipun biasa melakukan hal tersebut ketika Om Yudi sering meninggalkan Tante Santi.Tanpa sepengetahuan anaknya dan om Yudi. End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar