Minggu, 20 Agustus 2017

CERITA SEX PERAWAN ADIKKU JATUH DI TANGANKU SENDIRI

Cerita Sex - Sudah Rutinitas jika dalam liburan panjang aku menginap di rumah om Bagas dan Tnte Rita di Jakarta. Karena kebetulan juga, tempat kerjaku adalah di sebuah sekolah terkenal di Menado. Jadi, kalau pas liburan panjang, otomatis aku juga libur kerja. Tapi sudah sekitar 6 tahun aku tak pernah lagi liburan ke jakarta karena sibuk mengurusi kerjaan menumpuk. Baru pada tahun 2002 lalu aku bisa merasakan nikmatnya liburan panjang. Rumah om Bagas bisa di golongkan pada Rumah mewah yang besar. Walaupun begitu , rumahnya sangat nyaman. itulah sebabnya aku senang sekali liburan ke sana.



Aku tibadi rumah om  Bagas pada pukul 22.00 karena kelelahan ku langsung tidur pulas. Besok paginya, aku langsung di sambut oleh hangatnya nasi goreng untuk sarapan pagi dan yang bikin aku kaget, heran bercampur kagum, ada sosok gadis yang dulunya masih kelas 4 SD, tapi kini sudah tumbuh menjadi remaja cantik jelita. Namanya Nina kulitnya Putih, matanya yang jernih serta tubuhnya yang indah dan seksi, mengusik mataku yang nakal.

"Halo  Kak ! Sorry, tadi malam Nina kecapean jadi tidak menjemput kakak. 
Silahkan di makan nasi gorengnya , ini Nina yang buat khusus dan special buat kakak." Katanya sembari menebarkan senyumannya yang indah. Aku langsung terpana.

"Ini benar Nina yang dulu, yang masih ingusan?" Kataku sambil ngeledek .

"Ia, Nina siapa lagi! Tapi udah enggak ingusan lagi kan ?" Katanya sambil mencibir.

"Wah..! Udah lama enggak ketemu, enggak taunya udah gede. tentu udah punya pacar ya ? Sekarang kelas berapa?"Tanyaku.

"Pacar ? Masih belum di kasih pacaran sama Papa. Katanya masih kecil. Tapi sekarang Nina udah naik kelas dua SMA, Lho ! kan udah gede?" Jawabnya sambil bernada protes terhadap papanya.

"Emang Nina udah siap pacaran ?" Tanyaku.
Nina menjawab dengan enteng sambil melahap nasi goreng nasi goreng.

"Belum masu sih..! Eh ngomong ngomong nasinya di makan, dong . Sayangkan! Udah di buat tapi hanya di pelototin."

Aku langsung mengambil piring dan bersarapan pagi dengan gadis cantik itu. Selama sarapan, mataku tak pernah lepas memandangi gadis cantik yang duduk di depanku ini.

"Mama dan Papa Kemana ? kok enggak sarapan bareng ?" Tanyaku sambil celingak celinguk ke kiri dan kenan.

Nina langsung menjawab,""Iya , hampir lupa. Tadi mama nitip surat ini buat kakak.Katanya ada urusan medadak".

Nina langsung menyerahkan selembar kertas yang tertulis dengan tangan. Aku langsung membaca surat itu. Isi surat itu mengatakan bahwa om Bagas dan tante Ritaada urusan kantor di surabaya selama seminggu. Jadi mereka menitipkan Nina kepadaku. Dengan kata lain Aku kebagian jaga rumah dan menjaga Nina selama seminggu.

"Emannya kamu udah biasa di tinggal kayak gini, Nin ?" Tanyaku setelah membca surat itu.

"Wah, Kak! seminggu itu cepat. Pernah Nina di tinggal sebulan" jawabnya.

"Oke deh ! sekarang kakak yang jaga Nina selama seminggu. Apapun yang Nina mau bilang saja sama kakak.Oke?" Kataku.

"Oh, Boleh sekali. Sekarang aja kita berangkat!" Setelah itu kami beres beres langsung menuju ke mall.

Siang itu Nina kelihatan cantik sekali dengan celana jeans ketat dan kaos oblong ketat berwarna merah muda. Semua serba ketat. Seakan mamamerkan tubuhnya yang seksi.

Pulang jalan jalan pukul 19.00 malam, Nina kecapean. Dia langsung pergi mandi dan bilang mau istirahat alias tidur. Aku yang biasa tidur larut malam dan pergi ke ruang TV sambil menonton acara TV. Bosan menonton acara TV yang kurang menyenangkan, aku teringat akan VCD porno yang aku bawa dari menado. Sambil memastikan Nina kalau sudah tidur, Aku memutar FIlm porno yang aku bawa itu. Lumayan, bisa menghilangkan ketegangan akibat melihat bodinya Nina tadi siang.

Karena keasyikan nonton, Aku tak menyadari Nina udah sekitar 20 menit menyaksikan aku menonton FIlm itu.
Tiba tiba, "Akhhhh..!"Nina memekik ketika di layar TV terlihat dengan seorang laki laki memasukan penisnya ke vagina seorang perempuan. Tentu saja aku pucat mendengar suara Nina dari arah belakang. Langsung aja Aku matikan VCD itu.

"Nin, Kamu udah lama di situ ?"Tanyaku gugup."

"Kak, tadi Nina mau pipis tapi Nina dengar ada suara desahan jadi Nina kemari" Jawabnya polos.

"Kakak tidak usah takut, Nina tidak papa kok. Kebetulan Ninah pernah dengar cerita dari teman kalau Film Porno itu asik dan tadi ternyata benar juga. Cuma tadi Nina kaget ada tikus lewat". Jawab Nina . Aku langsung legah.

"Jadi Nina mau nonton juga ?" pelan pelan muncul juga otak mesumku.

"Wah, mau sekali kak! "Langsung aja ku ajak Nina menonton Film itu dari awal.

Selama menonton Nina terlihat meresapi setiap adegan itu. Perlahan namun pasti aku dekati Nina  dan duduk tepat di sampingnya.

Iseng iseng ku tanya padanya "Nina pernah melakukan adegan begituan ? "Nina langsung menjawab tapi matanya tetap tertuju pada TV.

"Pacaran aja belum apalagi adegan begini" 

"Mau tidak kaka ajarin yang kayak begituan. Asyik lho! Nina akan rasakan kenikmatan surga. Lihat aja cewek yang di TV itu. Dia kelihatan sangat menikmati adegan itu. Mau tidak ? " Tanyaku spontan .

"Emang kakak pandai dalam hal begituan ?" Tanya Nina menantang.

"Eee..! nantang nih ?" Aku langsung memeluk Nina dari samping. Eh , Nina diam aja. Terasa seklai nafasnya mulai memburu tanda dia mulai teransang dengan film itu .

Aku tak melepaskan dekapanku dan sayup sayup terdengar Nina mendesah sambil membisikan, " Kak ajari Nina dong!" . Aku seperti di sambar petir.

"Yang bener,Nih ?" Tanyaku memastikan. Mendengar itu Nina langsung melumat bibirku dengan lembut. Aku membiarkan dia memainkan bibirku. Kemudian Nina melepas lumatannya. Baca juga cerita sex aku di perkosa oleh preman kampung

"Nina serius kak . Nina udah terangsang banget nih! " Mendengar itu, Aku langusng tak menyianyiakan kesempatan. Aku langsung melumat bibir indah milik Nina . Nina menyambut dengan lumatan yang lembut.

Tiga menit kemudian entah siapa yang memulai, kami berdua telah melepaskan pakaian kami satu persatu sampai tak ada sehelai benangpun melilit tubuh kami. Ternyata Nina lebih cantik saat telanjang bulat. Aku mengamati setiap lekuk tubuh Ninadengan mataku yang jelalatan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Sempurna . Nina memiliki tubuh yang sempurna untuk gadis seumur dia. Susunya yang montok dan padat berisi, belum pernah tersentuh oleh tangan pria manapun.

"Kok cuma di lihat?" lamunanku buyar oleh kata kata Nina itu. Merasa tertantang oleh kata katanya, aku langsung membaringkan Nina di sofa dan mulai melumat bibirnya kembali sambil tangan ku dengan lembutnya meremas remas susunya Nina yang montok itu. Nina mendesah desah tak karuan.

Tak puas hanya meremas, semenit kemudian sambil meremas remas , aku menghisap puting susu yang berwarna merah muda kecoklatan itu, bergantian kiri dan kanan.

"Ohh.. Kak.. kak ! Enak sekalii... Ooohh... ! " desah Nina yang membakar gairahku. Jilatanku turun ke perut dan pusar, lalu turun terus sampai ke gundukan kecil milik Nina yang di tumbuhi bulu bulu halus yang masih sedikit.

"Ahh.. Gelii sekali, kak Ooohh Nikmat...!" desah Nina waktu aku jilat kelentitnya yang mulai mengeras karena ransangan hebat yang aku ciptakan. Tanganku tak pernah lepas dari susu Nina yang montok itu. Tiba tiba, Nina memekik dan mengeluh tertahan sambil mengeluarkan cairan vagina yang banyak sekali. 

"Akhh .. ah .. ohh.. enakk..!" Itulah klimaks pertamanya. Aku langsung menelan seluruh cairan itu. Rasanya gurih dan nikmat.

"Gimana Enak Nin ?" Tanyaku sambil mencubit puting susunya.

"Wah, Kak! Nikmat sekali. Rasanya Nina terbang ke surga." Jawabnya sambil meraih baju dalamnya. Melihat itu, Aku langsung mencegahnya.

"Tunggu,Masih ada yang lebih nikmat lagi." Kataku. 

"Sekarang kaka mau ajarin Nina yang kayak begitu" sambil menunjuk adegan di TV dimana seorang perempuan yang sedang mengisap penis laki laki.

"Gimana, Mau ?" Tanyaku menantang.

"Oke deh!" Nina menjawab dan langsung meraih penisku yang masih tertidu. Nina mengocok perlahan penisku itu seperti yang ada di TV. Lalu dengan malu malu dia memasukannya ke mulutnya yang sangat hangat sambil menyedot nyedot dengan lembut. Mendapat perlakuan demikian langsung aja penisku bangun. Terasa nikmat sekali di perlakukan demikian. Aku menahan Air maniku yang mau keluar. karena belum saatnya. Setelah kurang lebih 15 menit di emut dan di belai oleh tanagn halus Nina, Penisku udah siap tempur.

"Nah sekarang pelajaran yang terakhir". Kataku. Nina menurut aja waktu aku angkat dia dan membaringkan di atas karpet. Nina juga diam waktu aku menggesek gesek penisku di mulut vaginanya yang masih perawan itu. Karena udah kering lagi, aku kembali menjilati kelentit Nina sampai vaginanya banjir lagi dengan cairan surga. Nina hanya pasrah saja ketika aku memasukkan penisku ke dalam vaginanya .

"Ahh .. sakit kak .. oh kak !" Jerit Nina ketika kelapa penisku menerobos masuk. Dengan lembut aku melumat bibirnya supaya Nina Tenang. Setelah itu kembali Aku menekan pinggulku.

"Ohh.. Nina .. Sempit sekali.. Kamu memang masih perawan, oh..!" Nina hanya memejamkan mata sambil menahan rasa sakit di vaginanya.

Setelah berjuang dengan susah payah, Bleeess..!
"Akhh .. Kaak .. Sakit..!" Nina memekik tertahan ketika aku berhasil mencoblos keperawanannya dengan penisku. Terus saja aku sampai mentok, lalu aku memeluk erat erat Nina dan berusaha menenangkan dia dengan lumatan lumatan serta remasan remasan yang lembut di payudaranya. Setelah tenang, aku langsung menggenjot Nina dengan seluruh kemampuanku.

"Ohh ahh.. ahh ssahhh...!" Nina mendesah tanpa arti. Kepalanya kekanan dan kekiri menahan nikmat. Nafasnya mulai memburu. Tanganku tak pernah lepas dari payudara yang sejak tadi keremas remas terus. Karena masih rapt sekali, penisku terasa seperti di remas remas oleh vaginanya.

"Ohh Nin, enak sekali vaginamu ini, Oh..!" Aku mendesah nikmat.

"Gimana enak ? Nikmat ?" Tanyaku sambil terus menggenjot Nina.

"Enak.. sekalii, kak oh nikmat teruu..sss kak Ohh " desah Nina.

Setelah kurang lebih 25 menit aku menggenjot Nina , tiba tiba Nina mengejang.

" Kaa..akkk!  Nina udah gak tahan. Nina mau pipis oh !" Kata Nina sambil tersengal sengal.

" Sabar Nin ! Kita keluarkan bersama sama yahhh ! satu .." Aku semakin mempercepat gerakan pinggulku.

"Dua.. Tiiga Ohh Yess .. !" Aku menyemburkan spermaku, Crooot.. crott..! dan bersamaan dengan itu Nina juga mengalami Orgasme.

"Akhh oh yesss...!" Nina menyiram cairan kepala penisku dengan cairan orgasmenya. Terasa sangat hangat sekali dan nikmat. Setelah penisku menciut di dalam vagina Nina aku mencabutnya dan langsung terbaring di samping Nina. Kulihat Nina masih tersengal sengal. Sambil tersenyum puas, aku mengecup dahi Nina dan berkata

"Thanks Nina! kamu telah memberikan harta berhargamu kepada kaka. Kamu menyesal? " sambil tersenyum Nina menggelengkan kepalanya dan berkata.

"Kakak hebat Nina bisa belajar banyak tentang Sex malam ini dan Nina serahkan Mahkota Nina percaya kak menyayangi Nina. Kakak tak akan ninggalin Nina. Thanks ya kak! yang tadi itu nikmat sekali. Rasanya seperti di surga."

Kemudain kami membenahi diri dan membersihkan darah perawan Nina yang berceceran di karpet. Masih memakai Bh dan celana dalam, Nina minta aku memandikan dia seperti yang aku lakukan sekitar enam tahun lalu. Aku menuruti kemaunnya dan kami pun mandi bareng malam itu. Sementara mandi pikiran ku muncul lagi ketika payudara Nina yang mengkilat kena air dari shower. Langsung saja kupeluk NIna dari belakang sambil kuremas payudaranya.

"Mau lagi nih!" Kata Nina menggoda. Birahiku langsung naik di goda begitu.

"Tapi di tempat tidur aja kak. Nina capek berdiri" kata Nina berbisik. Aku langsung menggendong Nina ke tempat tidurnya dan menggenjot Nina di sana. Kembali kami merasakan nikmatnya malam itu. Setelah itu kami kelelahan dan langsung tertidur pulas.

Pagi harinya, aku bangun dan Nina tak ada di sampingku. Aku mencari cari tak tahunya ada di dapur sedang menyiapkan sarapan pagi, Maklum tak ada pembantu. Kulihat Nina hanya memakai kaos oblong dan celana dalam saja . pantatnya yang aduhai, sangat elok di lihat dari belakang. Aku langsung menerjang Nina dari belakang sambil mengecup lehernya yang indah. Nina kaget dan langsung memutar badannya. Aku langsung mengecup bibir sensualnya.

"Wah.. orang ini enggak ada puasnya..!" kata Nina menggoda. langsung saja kucumbu Nina di dapur . Kemudian dia melorotkan celana dalamku dan mulai menghisap penisku. Wah ada kemajuan. Hisapannya semakin sempurna dan hebat. Aku pun tak mau kalah. Kuangkat dia ke atas meja dan menarik celana dalamnya dengan gigiku sampai lepas. Tangan ku menyusup ke dalam kaosnya dan ternyata Nina  tidak memakai BH. Langsung saja kuremas susunya sambil kujilati kelentitnya. Nina minta minta ampun dengan perlakuanku itu dan memohon supaya aku menuntaskan pekerjaanku dengan cepat.

"Kakk masukinnn cepatt ohh Nina gak tahn lagi nih kak..!" Mendengar desahan itu, langsung saja kumasukkan penisku ke dalam lubang surganya yang telah banjir dengan cairan pelumasku. Penisku masuk dengan mulus karena Nina sudah tidak perawan lagi kayak tadi malam. dengan leluasa aku menggenjot Nina di atas meja makan.

Setelah sekitar 15 menit, Nina mengalami orgasme dan di susul aku yang menyemburkan spermaku di dalam vagina Nina.

" Oh enak kaa,,,!" Desah Nina. Aku melenguh dengan keras

" Ahh Yess ! Nina, Kamu memang hebat.."

Setelah itu kami sarapan dan mandi sama sama. Begitulah setiap hari kami berdua selama satu minggu dan sampai Om Bagas dan Tante Rita Pulang kami pun mengrahasiakan semuanya itu. End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar