Kamis, 31 Agustus 2017

CERITA SEX KENIKMATAN NGENTOT DI KOLAM RENANG (PARTY SEX)

Cerita Sex - Sekitar jam 12 siang saya baru saja tiba di villaku di puncak. Pak Joko, penjaga villaku membukakan pintu garasi sehingga saya bisa memarkir mobil saya. Saya akhirnya melepaskan kelelahan setelag mengambil seminggu selama UAS. Saya ingin mengambil saat saat tenang ketika, tanpa di temani siapapun, aku ingin menukmatunya sendirian di tempat yang jauh dari hiruk pikuk ibu kota jadi saya lebih baik menikmati privasi saya, jadi saya mengatakam kepada pak Joko pulang ke rumah yang ada di desa sekitar sini.

Party sex sama teman kuliah di Villa ku
Tn. Richard memiliki bekerja di tempat ini sejak ayahku membeli villa ini sekitar 7 tahun yang lalu, dengan keberadaannya, villa kami terawat baik dna belum pernah di rampok. Dia hampir seperti ayah saya, 50an lebih, tinggi dan kurus dengan kulit terbakar hitam. Saya sebenarnya berniat mengejarnya dari dulu, tapi mengingat dia cukup loyal pada ayahku dan terlalu jujur, maka kuurungkan niatku.

"Silahkan neng, kalau misalnya ada perlu, Ayah akan pulang kok, tinggal dateng aja"Pamitnya . Setelah pak Joko pergi, aku membersihkan semua barang bawaan. Aku menjatuhkan diri ke tempat tidur sambil menghela nafas , lega setelah di pisahkan dari buku kuliah. Cuaca hari itu cerah, matahari bersinar dengan di iringi angin sepoi sepoi yang membuat suasana terasa lebih santai. Aku jadi ingin berenang, terutama setelah aku melihat kolam air belakang bersih sekali, perawatan telaten Pak Joko dari villa ini. Segera aku mengambil perlengkapan berenang dan menuju kolam renang.

Sesampainya ada pengaturan lain saya merasa sangat baik, begitu tenang, bahwa hanya ada kicau burung dan gemerisik air angin tertiup. Mendadak kegilaan, selama ini, tenang kesepian, bahaimana jika saya hanya berenang telanjang, namun tidak ada orang lain di sini tapi saya anyway aku senang orang mengagumiku keindahan tubuh saya termasuk jam tangan perhiasan semua sampai benar benar telanjang seperti saat lahir . Setelah mengeluarkan cicin terakhir pada tubuh saya , saya langsung melompat ke dalam kolam renang. Ahhh.. terasa begitu baik untuk berenang telanjang seperti ini, tubuh terasa lebih ringan. Beberapa kali saya bolak balik dengan beberapa gaya kecuali gaya punggung.

20 menit selama aku berada di kolam renang. Saya kemudian bangkit dan mengeringkan tubuhku dengan handuk, setelah saya mengambil sekaleng coca cola dari kulkas, aku kembali kekolam. Kurebahkan diriku di kursi santai disana dan saya memakai kaca mata hitamku sambil menikmati minumanku. Untuk menghaluskan kulit putih tidak terbakar matahari , saya mengambil oilku berjemur dan menggosok seluruh tubuh saya terlihat mengkilap. Jadi cuaca lezat di sini membuat saya mengantuk, jadi jangan merasa saya perlahan lahan jatuh tertidur. Di dalamnya aku berbaring di kolam tanpa apa apa yang melekat pada tubuh saya, kecuali untuk kacamata hitam. Jika saja ada pencuri masuk dan melihat situasi saya seperti itu, tentu saja aku di perkosa sampai mati.

Ditengah tidur saya, saya merasa ada sesuatu yang meraba tubuhku, tangan itu membelai paha saya dan kemudian menyebar ke dada. Ketika tangan menyentuh pangkal paha bibir tiba tiba  membuka mata saya dan saya terkejut karena saya merasa itu bukan mimpi. Aku melihat ada seseorang yang  meraih saya dan jadi saya membangunkannya dengan sigapmua menyambar bahu saya dan dengan tangan menutupi mulut, mencegah saya dari menjerit. Saya mulai mengenal orangnya , ia adalah Taryo, penjaga villa tetangga, ia berusia 30 an, wajahnya sedikit jelek dengan gigi bengkok, pipinya cekung dan matanya benar lebar di depan wajahku.

"sssttt neng bisa di lewati menurut menurut menuli, di sini sudah ga ada orang lain sehingga tidak berani!"Ancamnya. Aku hanya mengangguk, meskipun masih agak terkejut, lalu perlahan lahan ia melepaskan saya dalam bekapannya.

"Heheh waktu yang lama sekarang aku ingin neng ngerasain sama telanjang!"Katanya , matantya menatap dadaku

"Telanjang ya telanjang, tapi dong sopan bertanyanya , memiliki pencuri tidak begitu kaya"aku berkata. marah

Ternyata tanpa tanpa sadar dia sedang menonton saya dari berenang dari tuannya dan vila loteng bahwa ia sering tidak ketika seorang wanita dari dulu berenang di sini. Mengetahui Pak Joko tidak ada di sini dan aku tertidur , ia sangat ingin memanjat dinding untuk masuk ke sini. Sebenarnya saya tidak dalam mood untuk seks karena mereka masih ingin istirahat, namun elusannya pada daerah sensitifku membuat birahiku naik.

"Heh, ia ingin gua pemerkosa, mengapa tidak membuka baju juga yang terakhir pegang pegang doang berani!" Saya menantang.

"Hehe, ya ini neng neng abis loh payudara, montok benar benar lupa deh"" katanya sambil melepaskan pakaian compang camping.

Tubuhnya begitu baik, meskipun agak tipis dan kotor, penisnya yang sudah tegang cukup, tentang ukuran miliknya di Wahyu, tukang pipa yang memainkan dengan saya

Dia duduk di pinggir kursi dan mulai menyedot payudaraku yang paling di kagumi, sementara aku meraih penisnya dengan tangan saya sampai saya merasa dan kukocok penis semakin keras. Aku mendesis nikmat vagina dan membelai tangannya mengusap bibirnya.

"Ehhhh ...terus.. oooo tarr! "Desahku, meremasi rambut taryo yang mengisap payudaraku.

Lalu kepalanya perlahan lahan meyap turun dan berhenti di pangkal paha. Aku mendesah semakin tak menentu karena lidahnya bermain main di sana di tambah dengan jari jarunya saya tidak akan terus sendiri karena rasanya sangat lezat kesemutan sampai akhirnya tubuhku mengejang dan melepaskan vaginanya hangat. Dengan pak taryo melek rem aku meraih rambutnya menyerumput vaginaku. Perasaan yang terus berlanjut sampai saya merasa cairanku tidak keluar lagi, lali kepala taryo off dari sana, mulutnya tampak basah dengan cairan cinta.

Belum beres saya set beburu napas, mulut saya di lumatnya dengan ganas. Saya merasa aroma cairan cinta saya sendirian di mulutnya tertutup cairan. Aku agak kewalahan dengan lidahnya yang bermain di rongga mulutku, masalah napas sedikit bau, baik bai rokok atau jengkol. Setelah seberapa menit saya bisa beradaptasi yang bati, permainan lidah di lunasi sampai lidah kami saling terkait dan mengisap. Kami juga berpagutan cukup lama, dia juga menjilati wajahku yang halus dengan jerawat tidak sampai wajahku basah oleh air liur.

"Gua ga Tar lagi, disini saya punya lu semut"Kataku.

Para Taryo segera bangkit dan berdiri di sampingku dan menyodorkan penisnya. Masih berbaring di kursi santai, saya memegangnya dan kujilati kukocok sejenak sebelum saya di masukkan ke dalam mulut.

Mulutku penuh dengan penisnya 3/4nya sepenuhnya di masukkan hanya menampung saja. Aku memainkan lidah ku di kepala penisnya. Kadang kadang saya menjilat lubang kencingnya sehingga tubuhnya bergetar dan mendesah keenakan. Satu tangan memegang kepalaku dan di maju mundurnya pinggulnya sehingga aku gelagapan.

"Emmhhh ahhhhh ...." Saya mendesah tertahan karena hampir kehabisan nafas, tetapi tidak peduli. Kepala penisnya berulang kali sampai ke dinding tenggorokanku. Lalu aku merasa ada sebuah cairan di dalam mulutku. Aku berusaha menelan, tapi karena lelehan spermanya di mulut saya dan semburannya belum selesai, dia mengeluarkan penisnya, sehingga semburan berikutnya keluar mengenai wajahku.

Lalu saya mengusap wajah ku dengan tanganku. Sisa sisa sperma kujilati yang ada di tanganku. Tiba tiba pinju terbuka dan MR Joko muncul disana, dia melongo melihat kami berdua sedang telanjang. Aku sendiri terkejut dengan kehadirannya, aku takut dia membocorkan ini pada orangtuaku.

"Ehh.. maaf neng, Ayah hanya ingin bapak ngambil uang di dalam ruangan, Gimana neng kalo ayah tau neng begituan ?" kata pak Joko.

Karena aku takut dia akan melapor kepada ayah ku , maka aku menawarkan diri kepadanya dan berjalan ke arahnya.

"Ah pak joko jangan gitu dong, Gimana kalau pak joko ikutan!" Goda ku.

Lihat jakunnya naik turun menelan liurnya saat melihat tubuhku, sambil memandang payudaraku. Akupun langsung membelai batang kemaluannya dari luar dan membuatnya teransang.

Akhirnya dia mulai memegang payudaraku, bahkan meremasnya. Aku sendiri membantu melepas kancing bajunya dan meraba raba dadanya.

"Neng payudaranya besar juga ya ?" Bertanya sambil meremas remasnya dan memelukku.

Dalam posisi memeluk itupun aku perlahan membuka celana panjangnya , saya juga menurunkan kolornya. Keluarlah penisnya yang menggantung, jari jari saya mulai memegangnya. Saya merasa punya dia mulai mengeras perlahan lahan mengeras. dan saya mulai berjongkok dan memasukkan penisnya ke dalam mulutku dan ku kocok menggunakkan mulutku. Ku emut dan ku jilati dan pak joko pun teransang merasakan keenakan penisnya kukulum habis.

Pak taryopun tidak tahan melihat perlakuanku terhadap pak Joko, diapun mendekatiku dan memasukkan penisnya kedalam vaginaku dari belakang. Di goyangkan lah pinggulnya maju mundur sehingga aku semakin teransang untuk mengocok penis pak Joko. Rupanya aku membuat pak joko ketagihan, kepala saya di pengang oleh pak joko dan memaju mundurkan pinggulnya dengan lumayan cepat. Saat pak Taryo menyentuh dinding rahim terdalam ku dan penis pak joko menyentuh tenggorokanku aku merasakan kenikmatan yang tidak bisa ku ungkapkan lagi . Belum lagi jika mereka memainkan kedua putingku dan juga bokong ku . Saya merasa seperti layangan yang terbang bebas dan ingin berteriak keras, akan tetapi tertahan oleh penis pak joko. Seiring dengan genjotan pak taryo yang kencang di bokongku . Kami mencapi orgasme bersamaan , terasa cairan yang hangat yang keluar dari mereka berdua , terasa cairan di mulut dan slangkangan ku cairan yang meleleh dari vaginaku.

Setelah cukup lama mencapai orgasme, tubuhku terkulai lemas dan berkeringat, mereka tampaknya mengerti dengan situasi saya dan menghentikan aktifitasnya.

"Neng istirahat dulu aja, neng kelihatan cape ya..." ungkap pak joko dengan lembut.

Aku hanya mengangguk dan kemudian aku turun ke kolam dan berselonjor di daerah dangkal untuk menyegarkan diri. Mereka berdua juga ikut turun ke kolam, mereka berdua duduk di sebelahku. Kami mengobrol sambil memulihkan diri yang capek, dimana tangan jahil mulai meremas remas kedua payudaraku dan meransang daerah sensitifku. Setelah beberapa menit kami beristirahat di kolam ,aku pun semakin terasang karena mereka memainkan daerah sensitifku. Terdengar suara pak Joko .

"Neng bpak masukin sekarang ya ? Bapak sudah sangat tidak tahan melihat neng berposisi seperti itu neng..." Dia pun mengambil posisi mau mengentot ku dan kemudian membuka kedua pahaku setelah aku mengiyakan , Pak joko langsung menggesek gesekkan kontolnya dan langsung memasukkannya ke dalam vaginaku, aku pun teransang dan meremas penis pak taryo sambil mengocoknya. Pak joko semakin lama semakin mempercepat gerakan pinggulnya sambil meremas ke dua puting payudaraku. Sedangkan pak taryo mulai berdiri dan memasukkan penisnya ke mulut ku untuk di kulum . mereka pun sering berubah posisi WOT, MOT, sambil blowjob dan tidak lama kami pun kembali mengalami orgasme lagi. Lalu kami pun bertiga mulai lemas dan membersihkan tubuh yang penuh dengan cairan cairan yang lengket yang nikmat itu. DI kamar mandipun merekapun masih selalu memegang dan meremas dada ku dan juga masih ingin menikmati tubuhku.

Akhitnya hari itu mereka mengerjaiku terus menerus sampai mereka tidur bersamaku di tempat tidur, Sejak itu jika ada partai seks di villa, mereka sering di undang supaya mereka menjaga rahasia ini kepada ayahku. Aku senang karena ada sarana untuk memuaskan keinginan, mereka dapat merasa senang karena tubuhku dan teman teman kuliah saya yang masih muda dan cantik. Jadi ada variasi dalam kehidupan seks kami, tidak selalu bermain dengan teman teman yang sama di kampus. END


Tidak ada komentar:

Posting Komentar