Selasa, 29 Agustus 2017

CERITA DEWASA ANAK MUDA YANG MEMUASKAN NAFSUKU

Cerita dewasa - Aku menikah pada Umur belia, yaitu 20 tahun. Aku tak sempat melanjutkan kuliah, karena aku pada umur tersebut sudah di nikahkan oleh orang tua, karna ayah memiliki hutang judi yang banyak dengan seorang laki laki playboy. Aku menikah dengan sang playboy. Umurnya sangat rentan sekali, 45 tahun pada saat aku dinikahinya. 2 tahun aku hidup seranjang denagan dia, selama itupula aku tidak pernah merasakan apa yang dinamakan nikmat pernikahan. Padahal, kata teman teman, malam pertama malam yang paling indah. Sedangkan untuk aku, Malam pertama adalah malam neraka.


CERITA DEWASA ANAK MUDA YANG MEMUASKAN NAFSUKU

Aku mendapat pelajaran seksual dari film film fil yang di putar Johan. Aku sering berkhayal, aku di setubuhi laki laki jantan. Aku sering melakukan masturbasi ringan untuk melampiaskan hasrat seksualku, dengan berbagai cara kudapat dari khayalan khayalanku. Pada suatu hari, Johan harus terbaring di rumah sakit yang di sebabkan oleh penyakitnya itu. Selama hampir satu bulan dia di rawat di RS, aku semakin terasa kesepian selama itu pula.

Pada suatu hari aku harus pergi menebus obat di sebuah apotek besar dan harus antri lama. Au jenuh sekali. Tiba tiba aku ingin keluar dari apotek itu dan mencuri suasana segar. Aku pergi ke sebuah mall dan makan dan minum  di sebuah restaurant. Disitu  aku duduk sendiri di pojok. Karena begitu ramainya restaurant itu, sehingga aku mendapat tempat yang belakang dan pojok.

Setelah beberapa saat aku makan, ada seorang anak muda ganteng meminta ijin untuk bisa duduk di hadapanku. Karena mungking hanya bangku itu yang satu satunya masih tersisa. Dia ramah sekali dan sopan , penuh senyum.

Singkat cerita, kami berkenalan dan ngobrol . Hingga suatu saat, waktu dia membuka identitas dirinya. Dia masih bujang, orang tuanya tinggal di luar negri. Di jakarta dia tinggal sama adik perempuannya yang masih duduk di bangku SMA. Hampir satu jam kami ngobrol. Dalam saat obrolan itu, aku memberikan kartu namaku lengkap dengan nomor telponnya. Cowok itu namanya Dani, badannya tegap tinggi, kulitnya putih bersih.

Sebelum kami berpisah, kami salaman dan janji akan saling menelpon kemudiaa. Sewaktu salaman, Dani  lama menggenggam jemariku seraya meratap dalam dalam mataku di iringi dengan sebuah senyum manis penuh arti. Aku membalasnya, tak kalah manis senyumku. kemudian kami berpisah untuk kembali kesibukan masing masing. Dalam perjalanan pulang, aku kesasar sudah 3 kali. Sewaktu aku nyetir mobil, pikiranku selalu ke anak muda itu, kenapa hanya untuk jalan pulang ke kawasan perumahanku aku nyasar kok ke ciputat, lalu balik kok ke Blok M lagi, Lantas terus jalan sambil mengkhayal, eh... kok aku sudah di kawasan Thamrin. Sial banget!! Tapi ok lho, sudah satu minggu umur perkenalan ku dengan Dani, setiap hari aku merasa rindu dengannya.

Suamiku Johan masih terbaring di rumah sakit, tapi kewajibanku mengurusi Johan tak pernah absen. Aku memberanikan diri untuk menelpon Dani ke selulernya. kukatakan bahwa aku kangen banget dengannya, demikian pula dia, sama kangen juga dengan aku. Kami janjian di tempat dulu kami bertemu. Dani mengajak ku jalan jalan, aku menolak, takut di lihat orang yang kenal dengan aku. Akhirnya kami sepakat untuk ngobrol di tempat yang aman dan sepi yaitu; "Hotel". Dani membawaku ke sebuah hotel berbintang. kami pergi dengan mobilnya. Sementara mobilku ku parkir di Mall itu, demi kesamaan privacy. Di hotel itu kami mendapat kamar di lantai VII, sepi memang, suasananya hening, syahdu dan romantis sekali.

"Kamu sering kemari ?" tanyaku, dia menggeleng dan tersenyum.

"Baru kali ini Tante" Sambungnya.

"Jangan panggil aku tante terus dong ?"Pintaku. lagi lagi dia tersenyum

"Baik" katanya.

kami saling memandang, kami masih berdiri berhadapan di depan jendela kamar hotel itu. kami saling tatap, tak sepatahpun ada kata kata yang keluar. Jantungku semakin berdebar keras, logikaku mati total, dan perasaanku semakin tak karuan, bercampur antara bahagia, haru, romantis, takut , ahh macam macam lah. Tiba tiba saja, entah karena apa, kami secara berbarengan saling merangkul, memeluk erat erat. Ku benamkan kepalaku di dada dani. Semakin erat aku di peluknya. Kedua lenganku melingkar di pinggangnya.

Kami masih diam membisu. Tak lama kemudian aku menangis tanpa di ketahui Dani, air mataku hangat membasahi dadanya.

"Kamu menangis?" Tanyanya. aku diam, isak tangisku semakin serius.

"Kenapa..?"Tanyanya lagi. Dani menghapus air mataku dengan lembutnya.

"Kamu menyesal kemari..?"Tanya Dani lagi. Lagi lagi aku membisu. Akhirnya aku menggeleng. Dia menuntunku ke tempat tidur. Aku berbaring di pinggir ranjang itu. Dani duduk di sebelahku sambil membelai belai rambtku. Wah.... rasanya selangit banget. Aku menarik tangan Dani untuk mendekapku, dia menurut saja.

Aku memeluknya erat erat, lalu dia mencium keningku. Tampaknya dia sayang padaku. Ku kecup pula pipinya. Gairah sex ku semakin membara, maklim sekian tahun aku hanya bisa menyaksikan saja apa yang dinamakan "PENIS". Sementara belum pernah aku merasakan nikmatnya. Dani membuka kancing bajunya satu persatu. Kutarik tangannya untuk memberi isyarat agar dia membuka kancing busanaku satu persatu. Dia menurut semakin dia membuka kancing bisanaku semakin aku teransang. Dalam sekejap aku sudah bugil total!. Deny memandangi tubuhku yang putih mulus, tak henti hentinya dia memuji dan menggelengkan kepalanya tanda kekagumannya. lantas dia pun dlaam sekejap sudah menjadi bugil juga.

Penisnya besar dan ereksinya begitu keras. Nafasku semakin tak beraturan lagi. Dani mengelus payudaraku, lali.. mengisapnya .. aahhh ohhh nikmat. Dia menciumi bagian dadaku, leherku. Aku tak kalah kreatif, ku pegang dan ku elus elus penisnya Dani. Aku terbayang semua adegan yang pernah kusaksikan di Film Porno.

Aku merunduk tanpa sadar dan menghisap penis Dani. Masih kaku memang gayaku, tapi lumayanlah buat pemula. dia menggeliat setiap ku jilati kepala penisnya. Jari jemari Dani mengelus elus kemaluanku, bulu kemaluanku di elus elus, sesekali menarik nariknya. Semakin gila saja aku. Basah tak karuan vaginaku, di sebabkan oleh emosi seks yang meluap. Aku lupa segalanya, Akhirnya, kami sama sama mengambil posisi di tengah tengah ranjang. Aku berbaring dan membuka selangkanganku, siap posisi, siap di gempur.

Dani memasukkan penisnya kedalam vaginaku, ahkk... kok sakit, perih, aku diam diam saja, tapi maskin lama makin nikmat. Dia terus menggoyang goyang, aku sesekali meladeninya. Hingga.. Creeettt,.. creeet ...crettt air mani tumpah muncrat ke dalam vaginaku. Sebenarnya aku sama seperti dia , kayaknya ada yang keluar dari vaginaku, tapi aku sudah duluan, bahkan sudah dua kali aku keluar. Astaga, setelah kami bangkit dari ranjang, kami lihat darah segar menodai seperei putih itu. Aku masih perawan !!! Dani bingung, aku bingung. Akhirnya aku teringat dan kujelaskan bahwa selama aku menikah aku belum pernah di setubuhi suamiku, karena dia impoten yang di sebabkan oleh sakit kencing manis. Baca juga cerita sex perjaka pertamaku bersama pramugari cantik

"Jadi kamu masih perawan"tanyanya heran.

Aku menjelaskan lagi, dan dia memeluk aku penuh rasa sayang dna kemesraan yang dalam sekali. Kami masih bugil saling berangkulan, tubuh kami saling merapat. Aku mencium bibirnya, tanda sayngku pula. Seharusnya kegadisanku ini milik suamiku, kenapa harus Dani yang mendapatkannya? ah... Bodo amat !aku juga bingung! Hampir satu hari kami di kamar hotel itu, sudah tiga kali aku melakukan hubungan sex dengan anak muda ini. Tidak semua gaya bisa ku praktekkan di kamar itu. Aku belum berpengalaman ! Tampaknya dia juga begitu, selalu tak tahan lama !! Tapi lumayan buat pemula . Setelah istirahat makan, kami tudur-tiduran sambil ngobrol, posisi masih dengan busana seadanya.

Menjelang sore aku bergegas ke kamar mandi. membersihkan tubuh. Dani  juga ikut mandi. Kami mandi bersama, terkadang saling memeluk, saling mencium, tertawa, bahkan sedikit bercanda dengan mengelus-elus penisnya. Dia tak kalah kreatif, dimainkannya puting payudaraku, aku terangsang……dan…….aaah,….kami melakukannya lagi dengan posisi berdiri. Tubuh kami masih basah dan penuh dengan sabun mandi. Oh nikmatnya, aku melakukan persetubuhan dalam keadaan bugil basah di kamar mandi. Dani agak lama melakukan senggama ini, maklum sudah berapa ronde dia melakukannya,. kini dia tampak sedikit kerja keras. Dirangsangnya aku, diciuminya bagian luar vaginaku, dijilatinya tepinya, dalamnya, dan ah….aku menggeliat kenikmatan. Akupun tak mau kalah usaha, ku kocok-kocok penis Dani yang sudah tegang membesar itu, ku tempelkan ditengah tengah kedua payudaraku, kumainkan dengan kedua tetekku meniru adegan di blue film.

Tak kusangka, dengan adegan begitu, Dani mampu memuncratkan air maninya, dan menyemprot ke arah wajahku. Aneh sekali, aku tak jijik, bahkan aku melulurkannya kebagian muka dan kurasakan nikmat yang dalam sekali.
” Kamu curang ! Belum apa-apa sudah keluar !” Seruku.

” Sorry, enggak tahan….” Jawabnya. Kutarik dia dan kutuntun penis nya masuk ke kemaluanku, kudekap dia dalam-dalam, kuciumi bibirnya, dan kugoyang-goyang pinggulku sejadinya. Dani diam saja, tampak dia agak ngilu, tapi tetap kugoyang, dan ah….aku yang puas kali ini, hingga tak sadar aku mmencubit perutnya keras-keras dan aku setengah berteriak kenikmatan, terasa ada sesuatu yang keluar di vaginaku, aku sudah sampai klimaks yang paling nikmat. Setelah selesai mandi, berdandan, baru terasa alat vitalku perih. Mungkin karena aku terlalu bernafsu sekali. Setelah semuanya beres, sebelum kami meninggalkan kamar itu untuk pulang, kami sempat saling berpelukan di depan cermin.

Tak banyak kata-kata yang kami bisa keluarkan. Kami membisu, saling memeluk.

” Aku sayang kamu ” Terdengar suara Dani setengah berbisik, seraya dia menatap wajahku dalam-dalam. Aku masih bisu, entah kenapa bisa begitu. Diulanginya kata-kata itu hingga 3x. Aku masih diam. Tak kuduga sama sekali, aku meneteskan airmata, terharu sekali.

” Aku juga sayang kamu Dan ” Kataku lirih.

” Sayang itu bisa abadi, tapi cinta sifatnya bisa sementara ” Sambungku lagi. Dani menyeka air mataku dengan jemarinya. Aku tampak bodoh dan cengeng, kenapa aku bisa tunduk dan pasrah dengan anak muda ini.

Setelah puas dengan adegan perpisahan itu, lantas kami melangkah keluar kamar. Setelah check out kami menuju Blok M dan kami berpisah di pelataran parkir. Aku sempat mengecup pipinya, dia juga membalasnya dengan mencium tanganku. Dani kembali kerumahnya, dan aku pulang dengan gejolak jiwa yang sangat amat berkecamuk tak karuan. Rasa sedih, bahagia, puas, cinta, sayang dan sebaginya dan sebagainya. END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar