Kamis, 24 Agustus 2017

CERITA DEWASA TIDUR SAMA MAMA TEMANKU YANG MONTOK

Cerita dewasa - Cerita ini di mulai waktu saya masih duduk di kelas 1 SMA di kota X. Usia saya sekarang 33 tahun, berarti kejadian ini terjadi 15 tahun lalu.




Panggil saya Ronal, ketila itu saya mempunyai kelompok pelajar yang selalu rutin belajar di salah satu rumah teman kami, Kevin. setiap akan ulangan selalu belajar berkelompok sambil menginap, karena anak kelas satu masuk sekolah selalu pada siang hari.

Teman saya Kevin, memang dari keluarha yang lebih di banding teman teman yang lain. Dia adalah anak bungsu dari 4 bersaudara ,dari ayah seorang pejabat Depkeu dan dosen Fakultas sastra di universitas negeri di kota X, yang bisa kami panggil tante N. Otomatis kami selalu tidur, makan dan mandi di sana, malah kalau keluarga drs. E berpesiar, kami suka di ajak.

Bila Kevin sedang di bawah (karena kamarnya memang dilantai 2) , kami selalu membicarakan sangkakak no 3 yang bernama E. Hal hal yang di bicarakan tidak lain adalah wajahnya yang good looking serta body yang aduhai di sertai kulit putih mulus terawat. Tapi anehnya, saya kok lebih suka memperthatikan Tante N, yang di usia 42 Tahun lebih menimbulkan hasrat serta fantasi fantasi seksual yang membuat perasaan risih. Karena walau bagaimanpun Tante N adalah ibu kandung dari teman baikku. Jadi, saya hanya bisa berjhayal dan tidak berani cerita pada orang lain.

Karena keluarga drs.E adalah pencinta sport, maka ssetiap weekend selalu diisi dengan kegiatan berolahraga, terutama olahraga tennis. Karena saya cukup mahir bermain tennis, saya selalu di ajak untuk bermain tennis. Karena saya di anggap jago, maka saya sering berpasngan dengan Tante N apabila bermain double. Selain badan Tante N memang sexy dengan rok pendek serta atasan model tank top, pelukan pelukan serta sentuhan, apabila kami memenangkan game membuat hati saya berdebar debar dan hasrat seksual terhadap tante N semakin menjadi jadi. Malah, setiap selesai bermain tennis saya bermasturbasi dengan membayangkan wajah Tante N serta bersetubuh seperti film BF yang biasa saya tonton.

Pada hari Sabtu di bulan januari, karena saya tidak memiliki pacar , saya sering berkeliling kota dengan mobil ayah untuk menghabiskan malam panjang sendirian. Karena teman teman belajar saya semua pada ngapel, termasuk Kevin. "Ahh Sial..." ketika baru saja lewat rumah keluarga drs.E, mobil terbatuk batuk seperti habis BBM. Padahal hujan begitu lebat di luar SPBU terdekat kira kira 2 KM dari lokasi tempat mobil saya tepikan di bahu jalan. Akhirnya, saya memutuskan untuk meminjam telepon ke rumah Kevin, untuk menelpon ayah atau siapa saja untuk membantu kesulitan gara gara lalai terhadap yang namanya BBM.


Ketika saya tiba di rumah Kevin, sambil hujan hujannan suasana rumah tampak sepi, tidak ada mobil atau pun suara televisi yang menandakan adanya kehidupan. Dengan hati lemas saya pijit bel rumah 2x ,
"Ting tong.. ting tong.."Tidak lama kemudian terdengar jawaban dari dalam rumah , 

"Siapa yah ..?"Hati saya berdebar, karena saya sangat mengenal suara itu. Kemudian saya menjawab, 

"Ronal, Tante.. Maaf malam malam Tante. saya mau pinjam telpon, mobil saya mogok, tante "Terdengar grendel pintu berbunyi dan ketika pintu terbuka tampak sebuah sosok yang sangat saya kenal, sosok yang selalu hadir di setiap fantasi seksual saya. 

"Aduhh Ronal kenapa ? kasian malam malam gini hujan hujanan, ayo cepat masuk ke kamar Kevin, kalo udah selesai ke ruang makan ya , Tante buatin minuman hangat. " Sambil mengeringkan badan dan mengganti baju, masih terbayang siluet badan tante N ketika tadi membuka pintu, yang membayang dari gaun tidur yang tipis. Dalam hati saya bertanya, 

"Kok sepi sekali, yang lain pada kemana ya."

Sambil menghirup coklat panas yang di hidangkan tante N, akhirnya saya beranikan untuk bertanya.

"Tante Om, Kevin dan yang lain pada ke mana ? Kelihatannya rumah kok sepi sekali."


"Ini lho, adiknya Om yang di J, sedang sakit, karena si Mbok juga lagi pulang, terpaksa deh  tante jadi hansip dulu. eh.. kamu jadi telpon tidak?"

"Ehh iya tante, kok jadi lupa nih "

"Makanya, jangan suka ngelamun, dari tadi tante perhatiin kamu kok bengon terus, ada apa sih ?" 

"Tidak papa kok Tante."

Saya langsung bergegas ke ruang keluarga dan segera telepon ke rumah . Saya coba berulangkali tetap telepon tidak bisa aktif. Tiba tiba terdengar suara tante N ,

"Bisa nggak nal ? kalau hujan begini biasanya jaringan telepon di sini memang suka ngadat. Udah deh kamu tidur sini aja , Tante juga jadi ada yang nemenin."

"Iya Tante. "

Setelah itu, saya dan tante N segera beranjak untuk menruskan obrolan di ruang keluarga. Sebelum saya sempat duduk di sofa, Tante N berkata", 

"Dek, Tolong dong tante ajarin lagu Tukish Machnya Bethoven, Tante masih kagok tuh perpindahan jari jarinya."

"Kapan tante ?."

"Ya sekarang dong ! kapan lagi coba kamu punya waktu untuk ngajarin tante."

Kemudian kami menuju piaono dan duduk sama sama di kursi piano yang tidak terlalu lebar. Karena saya mengajari perpindahan jari jari tangan , otomatis saya memegang jari tangan Tante N yang halus dengan kuku yang terawat baik. Jantung saya terasa makin lama makin berdebar, apalagi setiap menarik nafas harum tubuh tante N, sepertinya memenuhi rongga dada dan membuat adik kecilku mengeras secara perlahan.

"Kamu kok suaranya bergetar nal, lagi tidak enak badan ya ?"

"Tidak kok tante, saya hanya .."

"Hanya apa hayo! tidak mau ya lama lama temenin tante atau udah ada janji malem mingguan ?"

"Saya tidak punya pacar kok tante , tidak kayak kevin sama yang lainnya." sambil terus duduk berdekatan, tiba tiba kepala tante bersandar pada bahuku dan bertanya ,

"Nal, tante mau tanya apa kevin pernah cerita tidak kalo ayahnya punya istri lagi yang jauh lebih muda dari tante, usianya sekitar 25 tahunan lah."

"Masa sih Tante, kelihatannya Tante sama om mesra mesra aja "

ketika tangan N bergeser untuk bertumpu pada pahaku, secara tidak sengaja menyentuh adikku yang sejak tadi makin mengeras saja dan membuatku berteriak kecil, "Ahh.. "Sambil Tante n memandang ku yang tertunduk malu dengan wajah sendu dan sensual, Tante n kembali bertanya

"Nal, kamu udah pernah berhubungan seksual belum?"

"Be..be..belum pernah Tante"

"Mau gak tante ajarin? sebagai gantinya kamu ngajarin piano tante." Saya diam seribu bahasa dan tiba tiba bibir tante n telah menyerbu bibirku secara bertubi tubi sambil lidahnya terus berusaha menjilat dan meracu " AH..Ahh..aahh.." Sambil terus mencium bibirku, tangan tante N terus meremas rambutku.

Tiba tiba tante N berkata, Baca juga cerita sex dengan model hot fotografer

"Nal kita pindah ke kamar yuk!."Sambil bibir kami terus berpagutan, kami pindah ke kamar tidur dan langsung merebahkan badan dengan badanku di tindih tante N . selanjutnya tante N segera melucuti baju tidurnya dan membentanglah suatu pemandangan indah, payudaranya yang proposional dengan puting warna merah maron dengan di bungkus kulit putih yang mulus tanpa cacat dan yang lebih lagi adalah selangkangan dengan bulu bulu hitam  yang tidak begitu lebat dengan belahan merah muda yang mempesona. Dalam keadaan masih bengong, tiba tiba tangan tante menarik tangan ku dan langsung di bimbingnya ke arah payudaranya. Tanpa menyia nyiakan waktu, saya langsung meremas dengan halus sambil memilin puting susunya yang makin tegak dan mengeras.

"Ahh....ahhh ... aahh terus nal, buat tante puas ya .." sambil terus meracu tante N segera melucuti seluruh bajuku dan mulai meraba raba daerah selangkanganku serta mulai meremas adikku yang terasa nikmat seklai.

"Punyamu besar juga nal .Boleh gak tante jilat biar tambah gede?

"Emangnya tante mau gitu ?"

Langsung posisi tante berubah dan mulai turun perlahan dengan terus menjilati tubuhku dari leher, dada, perut dan tiba tiba kuraskan cairan hangat membasahi batang dan kepala adikku. Ketika saya memberanikan diriku untuk melihat, rupanya kemaluanku sedang di jilati tante n, kadang kadang di kulumnya sambil kurasakan kepala kemaluanku meyentuh kerongkongan Tante.

Tiba tiba tante merubah posisinya, sambil terus mengulum dan menjilat kemaluanku, tante memutar badan dengan selangkangannya menghadap wajahku. Terlihatlah suatu pemandangan indah , bulu hitam dengan belahan merah dan segumpal daging merah kecil yang berkilau. 

"Jilat nal , Jilat " pinta tante tanpa sungkan dan membantah, langsung saja ku arahkan lidahku untuk menjelajah sambil terus menghirup harumnya kemaluan tante.

Usai kegiatan saling menjilat, tante segera berbaring dan memintaku untuk bangkit sambil tangan terus menggenggam adikku dan di tuntunnya ke arah kemaluannya.

"Masukkan nal masukkan yah " pinta tante, seperti anak kecil yang sedang merengek . Segera tante menekan tubuh ku hingga adikku terarah dengan sempurna, dan terasalah suatu rasa sensasional ketika kulit kemaluanku bersentuhan dengan dinding kemaluan tante yang sudah basah dengan cairan hangatnya . Sambil saya terus memompa tante tidak lupa saya meremas remas seluruh tubuh tante yang memelukku dengan goyang pinggul yang seirama.

Tanpa berkata apa apa, Tante membantingku dan tiba tiba tante telah menduduki tubuhku dan bergerak turun naik memutar. Saya semakin takjub saya melihat kedua payudara tante yang indah itu. sambil meracu dengan kata kata yang menunjukkan kepuasan, tante memintaku untuk membalikkan badannya ke posisi semula sambil memintaku untuk memompa lebih cepat. Lalu kurasakan kemaluanku semakin berdenyut denyut dan kemaluan tante juga kurasakan hal yang sama. Tidak lama kemudian kami mengejang dan kami berteriak, "Ahhh....aaahhh..aaahhh" sambil dari kemaluanku kurasakan keluar cairan nikmat dengan denyut kenikmatan dari dalam kemaluan tante dan kami saling berpelukan dengan erat sambil terus menikmati kenikmatan itu.

Usai adegan yang tak mungkin ku hapuskan dari ingatanku, tante bertanya , "Kamu suka nal? mau kan lain kali kita ulangi lagi ya "

"Mau tante .. kapan pun tante mau, saya akan meluangkanwaktu untuk tante" tidak lama kamipun tertidur sambil terus berpelukan hingga keesokan harinya.

Usai kejadian itu kami masih terus melakukan affair. hal ini berakhir ketika saya menikah 4 tahun lalu. Beliau berkata, "Jangan hianati istrimu, karena tante sudah merasakan bagaimana di hianati suami," END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar