Selasa, 08 Agustus 2017

CERITA DEWASA PENGALAMAN SEX WAKTU PKL

Cerita dewasa - Perkenalkan namaku Herman, aku kuliah disalah satu perguruan tinggi terkenal dikotaku. Kali ini aku akan menceritakan pengalamanku yang benar-benar terjadi sekitar 2 tahun yang lalu saat aku melakukan PKL disebuah pedesaan dikota Malang.


http://www.agencoli.info/2017/08/cerita-dewasa-pengalaman-sex-waktu-pkl.html

Pengalamanku dengan seorang gadis cantik dari fakultas lain yang sedesa saat PKL. Sebut saja namanya Dina, gadis manis dengan lesung pipi diwajahnya dan tubuh molek yang menambah keseksiannya. Awalnya aku sangat tidak menyangka kalau ini semua akan terjadi, namun karena nafsu sudah menyelimuti otakku, ya kunikmati saja…

Sore itu sekelompokku ada kegiatan didesa, namun karena aku gak enak badan, maka kuputuskan untuk absen dulu. Ketika sekelompokku sudah berangkat menuju desa sebelah, aku langsung masuk kamar dan berniat ingin istirahat. Namun setelah sekitar 15 menit aku mencoba untuk tidur, pikiranku malah melayang sampai kemana-mana, gak karuan arahnya. Saat itu juga aku melihat sebuah laptop milik temanku. Langsung saja aku bangkit dan menghidupkan laptop itu.

Setelah laptop hidup, kemudian kunyalakan winamp untuk menyetel music. Dengan menikmati musik, aku membuka file demi file yag ada dilaptop temanku itu, sampai akhirnya kutemukan sebuah file yang isinya foto telanjang wanita-wanita cantik dan seksi.

Seketika itu juga aku langsung bersemangat untuk mencari yang lebih. Karena dalam pikiranku, kalau ada foto bugil pasti ada video nya juga. Naaahh benar dugaanku, sekitar 5 menitan aku mencari-cari, akhirnya kutemukan sebuah file yang bertuliskan “Doraemon”. Kubuka file tersebut dan benar, banyak sekali video porno di file tersebut.

Langsung saja kuambil headset dan kumatikan winamp lalu ketonton video tersebut satu persatu. Mendengarkan rintihan demi rintihan film porno tersebut, nafsuku mulai membara, aku mulai merasakan birahiku semakin memuncak dan langsung saja kekularkan rudalku dari dalam sarangnya, dan dengan sambil menonton film tersebut, aku mulai mengocok rudalku.

Hujan lebat disore itu membuat suasana semakin menggairahkan. Terus kukocok rudalku seirama dengan permainan di film itu, hingga akhinrya ada seseorang yang berbisik ditelingaku dengan lembut.

“Herman…” ujar seorang wanita yang bernada sangat lembut yang seketika membuatku sangat kaget. Dan ternyata setelah kutengok, Dina sudah dibelakangku.
“Terusin aja Nang, aku sudah melihat kamu dari tadi kok” tambahnya sambil tersenyum snagat manis..

Aku bingung dan malu sendiri dengan Dina hingga aku tak bisa berkata apa-apa. Aku hanya diam dengan posiis aku masih memegangi rudalku.
“Maaf yaaa, kalau aku langsung masuk, tadi aku ketuk-ketuk pintu, nggak ada yang denger. Yaa aku buka aja pintunya. Eh, ternyata kamu lagi “…” Dina memotong perkataannya, sambil tersenyum manis menghadapku.

Dina menatapku tajam, matanya nampak erotis dan sangat sensual. Aku terperangah, kaget dan tidak tahu mesti berbuat apa dan bagaimana. Tiba-tiba Dina memelukku dan bibirnya langsung saja menyambar bibirku. Tangannya-pun dengan cepat langsung memegang k0ntolku yang sempat merunduk layu akrena bingung dan malu tadi. Aku bingung, tapi aku hanya bisa terdiam dengan jantung berdegup kencang. Tangan Dina naik-turun, mengelus-elus hampir seluruh bagian k0ntolku.

Lama kelamaan aku sendiri mulai merasa terangsang. k0ntolku kini mulai bangkit kembali tegak dan mengeras. Secara reflek kudekap Dina. Kurasakan ada benjolan didadanya yang kurasakan hangat. Lidahku mulai ikut bermain-main didalam mulutnya. Degup jantung semakin tidak karuan, rasanya sudah mulai sesak untuk bernapas.

“Aaahhh…Nang…” desah Dina
“Aku kulum k0ntol kamu yaaahhh?” bisik Dina lembut ditelingaku
Namun belom sempat aku menjawab Dina sudah langsung menundukkan kepalanya dan berada diantara pahaku. Lidahnya menjulur-julur, menjilati kepala k0ntolku, sesekali kebagian pelirku.

k0ntolku makin terasa sangat tegang. Kemudian Dina mulai menghisap k0ntolku, dari ujung hingga setengah batangnya, kepalanya bergerak turun naik. K0ntolku terasa menyumbat tenggorokannya, seolah ingin ditelan habis oleh Dina. Aku hanya terpejam dan mengatur nafas saja. Adegan dilaptop sudah sejak tadi selesai. Deru angin dan derai hujan diluar masih sangat lebat. Sekitar 5 menitan setelahg Dina mengulum k0ntolku, tiba-tiba Dina berdiri.
“Herman… aku pingin niiihh..” ujarnya.

Kemudian tanpa bersuara lagi, Dina melepas semua pakaiannya. Dan sekarang didepanku sudah ada seorang gadis yang nyaris telanjang. Belom pernah sekalipun kubayangkan akan melihat Dina seperti ini. Dina yang kukenal adalah mahasiswi baik-baik. Tubuhku bergetar melihat Dina dalam keadaan seperti ini. Kemudian Dina membuka BH-nya. Kulihat toketnya yang menjulang, membuatku menelan ludah melihatnya.

Buah dadanya tidak terlalu besar, namun kelihatan begitu padat dan kenyal. Kemudian Dina merebahkan diri diranjang. Perlahan Dina menurunkan CD-nya dan kulihat jembutnya sangat halus dan tipis dan teratur menyelimuti bibir v4ginanya yang kulihat memerah. Aku jadi gak tahan lagi, aku-pun langsung membuka seluruh pakaian yang masih menempel dibadanku. Perlahan Dina membuka kakinya lebar-lebar yang aku lihat sangat indah dan membuatku semakin terangsang, matanya mengatup setengah terpejam.

“Nang, langsung aja yaaahhh… Aku udah pingin banget…” Pinta Dina
Aku mengangguk sambil menelan ludah. Aku melihat liang kemaluannya memerah dan sedikit berlendir, mungkin ia sudah terangsang sejak tadi. Lalu aku menuntun kepala penis ke bibir kemaluannya. Serta merta Cindy mendesah. Aku menggosokkan kepala penis ke kelentitnya. Cindy menggelinjang. Baca juga cerita sex bercinta dengan para abg saat liburan

“Nik, masukin aja… ssh… yaahh…” Cindy memohon-mohon.
kontolku juga sudah makin menegang, perlahan kutuntun dan kudorong k0ntolku menyelinap masuk disela-sela bibir mem3knya yang sudah terasa hangat. Dina mendesis panjang saat kepala k0ntolku perlahan menyumbat liang m3meknya. Kemudian ketika batang k0ntolku benar-benar masuk keseluruhannya, Dina tersentak dan memekik lirih.

Badannya kurasakan menegang sesaat. Lubang mem3k DIna kurasakan begitu sempit, entah mengapa. Kucoba goyangkan pinggulku perlahan agar k0ntolku dapat bergerak. Sedikit goyanganku ternyata membuat Dina kembali merintih. Sedikit demi sedikit goyanganku kupercepat diiringi rintihan yang keluar dari mulut Dina.

Semkin kugoyang semnkain kurasakan lubang mem3k Dina terasa melebar seperti memberi tempat. Kemudian kumulai menggoyangkan pinggulku naik-turun supaya k0ntolku dapat leluasa berkubang dilubang v4gina Dina yang kini mulai licin. Perlahan badan Dina kurasakan mengendur. Tidak lagi menegang dan tidak ada lagi rintih kesakitan. Mulai kurasakan kenikmatan yang berbeda, yang belum pernah kurasakan dengan gadis-gadis yang pernah kusetubuhi. Sesekali kugoyangkan k0ntolku kekiri dan kekanan, keluar dan masuk lagi. Dia mendesah pelan, nafasnya mulai terdengar memburu tak beraturan.

“Ooouuuuhhhh…ayo Nang…Ssshh…Aaaahh…Dalaamm…Mmhh… lagi…” celoteh Dina
Tangannya menggapai-gapai, sesekali meremas sprei yang sudah berantakan. Kudengar bunyi kecipak-kecipak, saat k0ntolku keluar masuk menggesek dinding lubang mem3k Dina yang kini kurasakan semakin hangat dan melembab. Goyangan k0ntolku yang keluar masuk diimbangi Dina dengan menggoyangkan pinggulnya. Otot perutnya menggelinjang naik dan turun.
“Ssshh…iiyaahh…Mmmhh…iiyyaahh…terus Nang…terus…Aaaagghhh…” Dina makin hebat menggelinjang.

Kepalanya bergoyang kesana kemari. Tanganku yang satu bergerak meremasi buah dadanya yang putting susunya kurasakan mengeras dan melenting.
“Arrhhgg…Aaadduuh…Ssshh…Nang…Mmmhh…Ooouuhh…” tubuh Dina terasa bergetar
Memeknya berdenyut-denyut dan kurasakan k0ntolku serasa dikulum, dihisap-hisap. Gosokan k0ntolku tidak lagi berirama, kadang cepat kadang pelan. Dina terus merintih, badannya yang polos mulai berkeringat. Lenguhan, desahan dan rintihan kenikmatan silih berganti. Waktu pun terus berjalan, diluar deru angin disela hujan menambah erotisnya suasana sore itu.

“Nang…Ssshhh…Aadduhh…Mmmhhh…Eerrgghh…Aakkhhu…Ssshh…Mau kkeluar…” Dina meringis
Keningnya berkerut. Goyangan pinggul Dina semakin menggila. Keringat semakin membanjir di tubuhnya yang menggelinjang hebat.
“Sabar Din… Sebentar lagii… Bareng akhhkku…” jawabku sambil terus memompa v4ginanya
Seperti serasa ada yang menyentak-nyentak diujung k0ntolku dan aku juga semakin gak bisa menahan. Kubungkukkan tubuhku dan kukulum putting susunya yang telah merah meranum. Dina terus mendesah, rambutku diremas-remas. Diluar, hujan terdengar makin deras ditingkahi suara kilat yang sesekali menggelegar.

“Naaang…Ssshh…Mmmhh…” desah Dina lagi
“Keluarinn didalem aja yaahh…Akku… Pengennnhh sshh…Ngge..rasaainnhh…” lanjut Dina dengan kata-kata yang hampir tidak jelas terdengar.
Sodokan k0ntolku semakin bertubi-tubi, begitu cepat dan menggila. Dina merintih-rintih. Dia sudah gak sanggup menggoyangkan pinggulnya lagi mengikuti irama keluar-masuknya k0ntolku.

 Dina hanya bisa terus mendesah, menahan sesuatu yang rasanya sudah gak lagi tertahankan. k0ntolku seperti diremas-remas oleh lubang mem3k Dina yang seolah terasa mengecil. Suara kilat diluar terdengar keras menyambar-nyambar, menimpali suara perpaduan tubuh kami yang terdengar dari lubang v4gina Dina yang semakin becek.

“Mmhh…Aaahh…Naaang…” Dina gak sanggup lagi mengeluarkan kata-kata
Kedua kakinya telah dinaikkan keatas pantatku, sehingga hujaman demi hujaman k0ntolku kurasakan semakin dalam menembus lubang mem3knya. Kurasakan kenikmatan yang sangat luar biasa. Kenikmatan bersetubuh yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Menit demi menit berlalu, kunikmati dalam gairah yang begitu melenakan. Seolah aku sedang terbang menembus tumpukan awan, bersama seorang bidadari cantik dan menarik dengan tubuh indah dan menggairahkan seperti Dina ini.

Sodokan k0ntolku yang tadi sempat melambat saat aku terbawa kenikmatan tadi, akhirnya kembali cepat dan semakin tidak terkendali. Rintihan dan desahanDina memicu hasratku untuk melakukan lebih cepat dan lebih kuat lagi. Tumbukan dan gesekan k0ntolku semakin bertubi-tubi. Dina memelukku erat-erat, tubuhnya bergetar hebat. Ada rasa perih dipunggungku saat secara tidak sadar kuku-kuku tangan Dina mencakar dan mencengkeram punggungku.

“Eeeerrghh…Aaaahh…Danaaang…Ssshh…” tubuh Dina menegang
Sesaat k0ntolku seperti terjepit begitui erat, lantas terguyur cairan hangat yang keluar dari dinding-dinding m3mek Dina yang tiba-tiba menyempit. Dina-pun merintih panjang. Bersamaan dengan rintihannya, aku sudah gak sanggup menahan sesuatu yang ada diujung k0ntolku lebih lama lagi.

Dan “Croooottt…Croootttt…Croooottt…” k0ntolku menyemburkan cairan sangat deras sekali yang seperti tidak ada habis-habisnya mengalir. Pantatku terasa kejang. Dina mendesah lirih, aku dipeluknya erat sekali. Sesaat bibirku dan bibir Dina saling melumat. Hujan terdengar merintik, tidak sederas tadi. Aku dan Dina terbaring telentang, masih terengah-engah menghela nafas.

“Nang…makasih ya…” ujar Dina yang tiba-tiba terbangun dan beranjak duduk. kemudian dia berdiri dan mengenakan semua bajunya kembali.
“Aku belum pernah ngerasain kayak gini” tambahnya tersenyum penuh arti
Aku kaget, kemudian mataku menangkap sesuatu disprei yang tampak berantakan dan kacau. Ada bercak merah di sana.

“Astaga, Din…Kamu…kamu masih perawan yaaa????” tanyaku sedikit kaget
Jantungku langsung berdebar kencang. Dina menutup bibirku dengan jari tangannya. Dengan telunjuk dibibir, Dina mengisyaratkan aku untuk tidak lagi berkata apa-apa.
“Aku pulang dulu ya. Nanti kalau lama-lama bisa ketahuan pak RT atau temen-temen, jadi berabe nantinya” ucap Dina sambil bangkit berdiri.

“Eeehhh tapi…Eehh…biar aku anter deeh…Lagian kan masih ujan” sahutku cepat
“Gak usah Nang.. Sekarang kamu pakai baju dan celana kamu. Nanti kedinginan. Yuk Nang, aku pergi yaaa” Katanya lagi sambil keluar kamar.
“Tunggu Din, tunggu!” kataku setengah berteriak.
Kemudian kukenakan celana dan bajuku dan mencoba menyusul Dina. Sambil mengancingkan baju, aku keluar kamar hingga keruang depan. Saat aku keluar pintu, Dina sudah tidak terlihat, ternyata Dina sudah pergi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar