Selasa, 22 Agustus 2017

CERITA DEWASA NGENTOT BARENG SPG ALAT KESEHATAN

Cerita Dewasa - Kisah ini saat saya mengangkat seorang pegawai baru yang bernama Nining, dia adalah orang yang supel, ceria, dan memiliki kesabaran mendengarkan orang lain terutama konsumen Perawakannya Tinggi, putih dan matanya "Nakal",


"Biarin" pikir saya, selama dia mampu menjualkan alat alat medis perusahaan, dia tetap layak di pertahankan sebagai karyawan marketing yang di gaji dengan baik. Walaupun kadang melihat Nining pengen banget ngerasain tubuhnya. Tetapi saya tidak mau terlibat cinta dengan karyawati saya, apalagi Making Love, walaupun saya sendiri belum menikah, wibawa saya sebagai boss bisa luntur.

Alkisah saya memesan alat USG dua minggu yang lalu, dan kini tibalah barang pesanan senilai 450 juta tersebut di hadapan saya. USG (Ultra Sonografi) 3 dimensi berwarna. Nining tentu saja ikut terlibat dalam transaksi ini.

Siang itu setelah Nining menjemput barang pesanan tersebut dari jasa courier, sekarang dua wujud menabjukan itu ada di depan saya. Yang satu Nining yang lain CKD-USG yang sangat istimewa itu. Kenapa istimewa, karena kalau untuk USG bayi dalam kandungan, wajah bayipun bisa nampak seperti foto, juga untuk USG alat alat dalam yang lain, baik itu ginjal, jantung, pembuluh darah yang besar, maupun ovarium dari seorang wanita.

Sempat saya telpon kepada Rumah sakit pemesan bahwa barang pesanan mereka sudah datang, karena Direktur Medis sudah pulang. Saya telpon kerumah beliau dan beliau perintahkan untuk melakukan pengiriman barang jam 8 pagi besok di Rumah Sakit tempat beliau kerja. Sambil dia pesan, agar barang yang di terima harus sudah siap di pakai dan dioprasikan.

"Mati!" Pikir saya, karena itu artinya hari ini juga saya harus merakitnya, karena alat medis elektronik yang mahal seperti ini, semua komponen dalam bentuk lepas (CKD = Completely Knock Down). Akhirnya setelah menerima perintah dari pembeli , saya panggil bagian service yang Insiyur Elektro untuk mulai merangkai USG ini. Mulai sore tersebut, akhirnya dengan berdebar debar , selesailah semua jam 12 malam. Nining tentu saja tidak boleh pulang hingga malam tersebut, karena sebagai bagian marketing diapun akan mendapat share keuntungan 5% dari nilai transaksi ini. selain melayani kami dengan membuatkan kopi.

Pak Sebastian, 10 tahun lebih tua dari saya yang merakit alat ini sudah nampak kelelahan dan ikut tegang ketika saya mulai menancapkan kabel listrik. "ON" Hiduplah alat mahal ini, kami bertiga termangu mangu di depan alat ini, selain ini untuk pertama kalinya juga perusahaan kami mendapat pesanan alat ini, juga pertama kali pak Sebastian merakit. Tinggal kami bertiga di ruang elektrik perusahaan, semua karyawan tentu sudah pulang dan terlelap di rumah masing masing. Kami bertiga takjub memandangi alat yang sudah hidup tersebut, nampaknya tidak ada trouble sedikitpun,

" Ayo kita coba, kita hanya punya waktu 7 jam sebelum menyerahkan barang ini " suara saya memecah keheningan.

"Ayo pak, biar saya yang menjadi objeknya" ucap pak Sebastian langsung menyahut dengan semangat 45.

Pak Sebastian ini selain dia sudah terbiasa dengan alat alat medis kedokteran lainnya, dia juga tahu kecanggihan alat ini. Dengan bersemangat Pak Sebastian melepas bajunya dan tidur di meja kerja bagian elektronik. Mulailah aku menjadi ahli USG dadakan, walaupun aku hanya berbekal buku manual dan dengan sedikit pelajaran ilmu Anatomi.

Saat itu aku mulai memeriksanya dengan memberinya lubricant / pelincir agar prop USG yang besar ini bisa digeser dengan mudah di badan Pak Sebastian. Alhasil saat itu terlihatlah, Jantung, Lambung, Kantong Empedu, Pembulu Darah dan Ginjal. Sungguh Luar biasa sekali alat ini. Terlihat saat itu dari layar nampak persis seperti bentuk organ pada aslinya di dalam tubuh pak Sebastian.

Saat itu Aku dan Nining tertawa ketika nampak adanya Batu kecil di Ginjal sebelah kiri Pak Sebastian, seketika itu dia nampak khawatir sekali.

"Sudah tenang saja Pak, batu ginjal itu masih kecil sekali, lagian itu juga hilang kok jika Pak Sebastian kalau minum obat." Ucapku menerangkan.

Setelah itu tidak ku sangka Niningpun penasaran juga ingin mencoba alat itu.

"Pak, aku ingin coba dong pak" ucap Nining penasaran.

Nampaknya dia penasaran setelah melihat percobaanku pada Pak Sebastian. Sejenak aku mendadak bingung, karena saat itu selain ruang yang penuh dengan alat elektronik, saat itu memang hanya ada aku, Nining, dan Pak Sebastian saja. Saat itu aku memandang pada arah Pak Sebastian, nampak dia mengerti exprexi wajahku.

"Yasudah pak dicoba saja pada Riska, kan di cewek pak jadi kita bisa mencoba untuk melihat indung telur dan rahim seorang wanita" ucap pak Sebastian memberi ide.

"Eee .. Tapi pak.." ucapku

Belum selesai berbicara Pak Sebastian memotong pembicaraanku.

"Sudahlah pak, di coba saja daripada nanti kita di klaim nanti saya juga yang repot" ucapnya memotong pembicaraanku tadi.

Lalu sambungnya lagi.

"Bapak tidak usah sungkan deh sama saya, soalnya saya juga mau pamit pulang dulu Pak, capek sekali saya , Hehe.."ucap pak Sebastian nampak serius, sembari di ujung bibirnya tersenyum kecil.

Aku mengerti apa yang di maksud Pak Sebastian, nampaknya dia memberikan aku menantang waktu agar aku leluasa mencoba alat itu pada Nining,

"Yasudah saya pamit dulu ya pak, semoga sukses jadi Ahli USG dadakannya.. saya pulang dulu Ning."Ucapnya berpamitan kepadaku dan Nining.

Saat itu Pak Sebastian pergi, mungkin saja kelelahan atau mungkin dia tidak ingin mengganggu acaraku dengan Nining. Setelah Pak Sebastian tidak lagi di ruang, tinggal aku bersama Nining.

"Jadi, Pak ? "ucap Nining

Saat itu aku hanya bisa mengangguk angguk dan,

"Yasudah, silahkan berbaring Ning" ucapku agak ragu dengan detak jantung yang tidak karuan.

Sungguh saat itu tnapa ragu sedikitpun Nining melepas kancing bajunya dan membaringkan diri di meja pingpong, nampak Bra dan sebagian payudara yang kulitnya putih dan sangat bersih.. Ohh shitt.. kejantananku mendadak Ereksi di tengah malam . Mulai lah aku memberikan pelincir di perutnya yang putih dan kencang.

"Berrr, dingin pak", ucapnya ketika aku memberikan pelincir di perutnya.

Aku periksa lambung dan ginjalnya, normal semuanya. Aku tidak berani memeriksa lebih lanjut,

"Pak, tolong periksa sekalian organ saya yang lain dong, mumpung gratis nih"ucapnya lantang.

Entah saat itu modusnya atau memang dia benar benar hanya ingin memeriksa bagian organ dalamnya. Lalu akupun memulai menggerakkan prop USG ke bagian tubuh atasnya, karena Branya masih di tempat tentu saja aku tidak bisa mengarakan prop tepat ke jantungnya.

" Eeee.. Ning.." ucapku ragu

Belum selesai aku berkata,

"Oh, ini mengganggu ya pak, sebentar biar saya lepas ya pak " ucapnya sembari melepas Bra.

Saat itu nampak payudara yang sangat indah di depan aku, puting yang kencang dan bagus, payudaranya walaupun tidak besar akan tetapi kencang, nampa kenyaldan sangat proposional kiri  dan kanan. Aku mulai mengarahkan prop USG ke arah jantungnya dengan menggesernya dari daerah perut. Nampaknya Nining menikmati geseran prop USG tersebut, kedua putingnya tampak mengeras.

Lebih gila lagi malahan sekarang dia menutup kedua matanya, sambil berdesiss pelan. Aku arahkan prop USG tepat di jantungnya, dengan pembesaran 200 X, aku mulai membaca detak jantung, tentu saja aku harus berulang ulang menggeser prop USG, sambil mengatakan padanya apa yang aku baca dari layar monitor.

Tak pernah sekejappun Nining membuka kedua matanya, sambil terus berdesis desis pelan. Penis sudah tidak tahan lagi, lihat keadaan seperti ini. Saat tangan kanan aku memegang dan menggeser prop USG, entah dari mana mendadak refleks tangan kiri meremas payudara kanan Nining. Aku remas remas dan memainkan payudaranya. Desis Nining makin jelas kentara.

"Teruus Pak, sss.. Terus Pak" Nining berisik.

Mana Tahan pikir aku. Sudah tidak ingat lagi antara boss dan karyawatinya. Aku letakkan prop USG tersebut, sekarang yang memeriksa jantungnya adalah tangan kanan aku di payudara kirinya. Aku isap isap dan gigit gigit pelan payudaranya.

"Ouuugghhh.. Enak Pakk ... teruss pak ...Ahhhhh..." ucapnya sambil tetap terus menutup mata.

Aku jilat jilat dan ciumi perutnya, tangan kanan aku sekarang sudah berpindah ke arah selangkangannya yang masih terbalut rapih dengan rok. Aku elus elus dengan halus selangkangannya, terasa lembab.

"Auuhhhhh... ssss... agghh ... enak pakk" ucapnya mendesah.

Lalu aku masukkan tangan aku kedalam roknya, teraba CDnya basah, kakinyapun tidak sejajar seperti tadi, sekarang kakinya mementang lebar lebar memberi kesempatan tangan aku untuk mengeksplorasi selangkangannya lebih lanjut. Aku tarik tepi CDnya, teraba vulva yang sudah basah, aku gosok pelan pelan bibir dalam vaginanya.

Lendir kawinnya mempermudah aku untuk menggosok gosok jari tengah aku ke vaginanya, juga kelentiitnya,

"Aaahhh ... sss.. uuuhhh..." makin keras desah suara Nining

"Sebentar ya Ning.." ucapku

Saat itu mendadak aku bangkit, aku segera matikan USG dan lampu ruang elektronik yang terang benderang itu dengan segera. Aku lepas segera semua baju yang aku kenakan juga CD aku. Aku sudah tidak sabar lagi. Nining juga tidak mau kalah, tanpa di perintahkan, langsung dia lepas semua baju, rok, dan CDnya. Dari remang remang penerangan dari ruang sebelah sekarang tampak Nining yang telanjang bulat dan menakjubkan.

Bukti kewanitaannya di payungi oleh rambut yang lebat, "Pantas alisnya pun lebat" pikir aku. Kini aku langsung mengarahkan mulut aku ke vaginanya, karena lebatnya "hutan" kewanitaannya aku terpaksa menggunakan kedua tangan aku untuk menyibak hutannya. Gantian sekarang malah Nining yang mengelus ngelus payudaranya sendiri.

Vaginanya berbau khas yang agak keras dan berasa asin, seperti keju belanda. Maklumlah, kami berdua tidak sempat mandi sejak pagi hari tadi. Tapi sudahlah mulut aku sudah dalam posisi itu. Aku jilat jilat kelentitnya dan naik turun di bibir dalam vaginanya naik turun. "Pak, masukin pak" Nining memohon. Tanpa perintah kedua,aku berdiri.

Aku tarik tubuh Nining ketepi meja pingpong, segera aku masukkan kejantananku ke vaginanya.

"Jleeeb.."

Tanpa kesulitan aku memasukkan Penis aku, karena lendir di vagina Nining sudah banjir, selain posisi aku yang berdiri mempermudah hal itu. Aku pegang pinggulnya, aku tarik dan dorong tubuh Nining sesuai dengan arah laju pinggul aku yang maju mundur,

"Aaahhh..Ouuuhh....ssss Uhhhhh..."desahnya.

Terus menerus suara Nining terdengar ke enakan. Setelah 15 menit mendadak Nining memegan sangat keras kedua tangan aku yang sedang memegang pinggulnya " Mass.." Nining menjerit tertahan.. pada saat itu bersamaan, vagina Nining berdenyut denyut keras Penis aku yang di dalamnya seperti di remas remas dengan lembut oleh vaginanya.

Nining Orgasme hebat, pantatnya tidak lagi terletak di meja pingpong tapi terangkat keras keatas. Rupanya dia sedang menikmati semaksismalnya orgasme dan keheningan sesaat yang timbul pada dirinya. Setelah dia agak tenang , aku baru kembali memompanya, terasa agak kering sekarang vaginanya, habis lendirnya. Baca juga cerita sex ngentot adik kelas di wc sekolah

"Sakit, mas.. sakiittt " dia mengeluh.

"Tanggung" pikirku, segera aku ambil pelincir USG yang tergeletak deket kami, aku olesi kepala penisku dan juga vaginanya, segera aku masukan kembali Penis aku kedalam vaginanya, sekarang kembali licin seperti semula." teruss mass enaaakk.." aku tetap dalam posisi semula, sekarang dengan bekal sedikit pelincir di ibu jariku, aku bantu Nining dengan menggosok gosok kelentitnya.

Kali ini, sungguh sulit aku orgasme, konsentrasi aku buyar total, setelah Nining memanggilku dengan sebutan.

"Mas" ucapnya.

Aduh aku ini bossnya. Tapi " whattt the hell, what will be , will be "

Lalu aku kembali berusaha konsentrasi untuk mengeluarkan semua isi penisku. Rupa rupanya "Perkosaan" aku dengan ibu jari kanan aku memakai pelincir di kelentitnya mengundang kembali orgasme Nining. Sedangkan otakku masih berperang antara mas dan pak.

"Tahan mas tahan aku mau keluar lagi" ucapnya.

Dalam hitungan menit muncullah "Maass .., masss" dan remasan lembut vaginanya yang berdenyut denyut di penis ku Nining orgasme untuk kedua kalinya, tetapi tidak sehebat pertama, tangannya meremas keras tangan kiri aku sedangkan tangan kanan aku masih aktif di kelentiitnya. Rugi, kalau aku tidak orgasme pikirku.

Segera gantian aku menutup mata, konsentrasi penuh membayangkan vaginanya Sharon stone. aku percepat pompaan aku di selangkangannya.

"Akkkkhhh.." aku mendengus panjang, aku keluarkan semua isi Penis aku ke vaginanya, dan aku tanamkan sedalam dalamnya "Tongkat berhargaku".. dan aku crooot .

Aku tergeletak di samping Nining, dua manusia tak berpakaian sehelaipun dengan vagina dan penis yang berlelehan air mani. Nining memeluk aku, di jilat jilat pelan telingaku.

"Maaf mass, sejak tadi malam memang aku lagi kepengen " Nining berbisik.

"Puas mas? aku puas sekali".. Aku mengangguk.

"Ayo kita pulang", ucapku mengingatkan kepada Nining karena sudah jam 2 malam. Segera kami berdiri merapihkan baju, Nining kekamar mandi membersihkan sisa sisa air mani yang berleleran di vaginanya dan kita pulang ke rumah ku lalu tidur bersama sama. End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar