Sabtu, 19 Agustus 2017

CERITA DEWASA KENIKMATAN MEREMAS PAYUDARA TANTE LENA

Cerita Dewasa - Saat aku lulus di SD aku mendapat nilai yang sangat memuaskan. Seperti janji ayahku kalau nilai ku baik aku akan dikirim di luar kota yang pendidikannya lebih baik. Disana aku di titipkan di rumah pamanku, om Hendri. Dia orang yang sangat kaya. Rumahnya sangat megah tapi terletak di sebuah desa pinggir kota. Rumahnya terdapat dua lantai. Om hendri orangnya sangat sibuk, dia mempunyai istri yang sangat cantik namanya tante Lena. Wajahnya mirip dengan salah satu artis ibukota. Dia mempunyai anak yang masih kecil. Tante Lena rajin merawat tubuhnya, walaupun dia sudah mempunyai satu anak tubuhnya tetap padat berisi di tunjang dengan payudara tante yang sangat montok. Hal itu yang membuat ku tertarik akan keindahan serta anugrah dari seorang wanita.

NIKMATNYA PAYUDARA TANTE LENA 

Sesampainya di rumah Om Hendri. Aku memasuki pintu rumah yang besar. Disana aku di sambut oleh om Hengki dan istrinya. Om hengki menjabat tangan ku sedangkan tante menciumku. Aku agak sungkan dengan perlaukan seperti itu. Pembantu di sana di suruh membawakan tasku dan mengantarkan sampai depan kamarku. Aku mendapat kamar yang 3 kali  lipat lebih besar dari kamr tidurku dirumah. Setelah itu aku berkeliling rumah, sempat melihat kamar mandi yang tak terbayang olehku. Disana terdapat tempat cuci tangan dengan cermin yang besar di WC, Bathup, daan dua shower.

Sore ini aku duduk di tepi kolam. Om Hendri datang menghampiriku dia bilang mau keluar kota. Dia juga mohon maaf tidak bisa menemaniku. Kami pun mengantarkan sampai pagar rumah. Setelah itu aku kembali duduk menikmati suasana sekeliling rumah dan kolam renang. Tiba tiba dari belakng muncul sosok yang sangat menawan. Tante dengan balutan piyama menghamiriku.


" Bon kamu suka gak sama rumah ini ?"

" Suka banget tante, kayaknya aku kerasan banget dengan rumah ini tiap sore bisa renang"
"Kamu suka renang, yuk kita renang bareng, pas waktu ini udara sangat panas"

Wah kebetulan aku bisa renang sama tante yang bahenol. Waktu bertemu pertama kali aku cuma bisa membayangkan bentuk tubuhnya waktu renang dengan balutan swimsuit. Tapi ketika dia berdiri.  dia membuka piyamanya.Kontan aku tersedak ketika dia hanya memakai bikini yang sangat sexy dengan warna yang coklat muda. Model bawahannya G-string.


"Hukuhuukk.. Aduh tante aaku kira tante mau telanjang" 

""Enak aja "
"Tante nggak malu dilihatin sama satpam tante, tante pake bikini seperti ini"
"Ihh ini sudah biasa tante pake bikini kadang ada orang kampung ngintip tante"

"Benar tante.. tapi sayang aku gak bawa celana renang"
"Aahh,, Nggak apa apa pake aja dulu celana dalam kamu. Nanti aku suruh bi imah beli buat kamu , yuk nyebur.." segera tante menyeburkan dirinya . Dengan malu malu aku membuka bajuku tapi belum buka celana. Aku malu sama tante lalu dia naik dari kolam. Dia mendekatiku

" Ayoo cepet.. Malu ya sama tante nggak apa apa kan kamu keponakan tante. Jadi sama dengan kakak perempuan kamu."


Waktu dia mendekatiku terlihat jelas putingnya menonjol keluar. Maklum tidak ada bikini pake busa, aku melirik bagian payudaranya dan dia hanya tersenyum.

Setelah itu dia kembali menarikku. Tanpa basa basi dengan muka tertunduk aku melorotkan celanaku. aku takutkan kepala adikku kelihatan kalau lagi tegang mnyembul di balik celana dalamku. Setelah melepas celanaku langsung aku berenang sama tante.

Setelah puas renang aku nail dan sehera kekamar mandi yang besar. Aku masuk disana ketika aku ingin menutupnya, tidak ada kuncinya jadi kalau ada orang masuk tinggal buka saja. Aku segera bergegas tempat dengan menutup kain. Aku tanggalkan semua yang di tubuh ku dan aku membilas dengan air dingin. ketika hendak menyabuni tubuhku. Terdengar suara pintu terbuka, aku mengintip ternyata tanteku masuk. Kontan aku kaget dan berusaha agar tidak ketahuan. Ketika dia membuka sedikit tempatku aku spontan menghadap kebelakang.


"Ehh.. maaf ya bon aku tidak tahu kalu kamu didalam, habis gak ada suara sih


Langsung segera wajah ku memerah. Aku baru sadar kalau tante sudah menaggalkan bikininya . dia segera menutupinya dengan telapak tangannya. Aku tahu waktu tubuhku menghadap belakang tapi ke kepalaku lagi menoleh ke kedepannya.


"Maaf ..juga tante .. ini salahku " jawabku yang seolah tidak sadar apa yang aku lakukan. yang lebih menarik telapak tangan tante tidak cukup menutupi semua bagiannya. Disana terdapat puting kecil berwarna coklat serta sangat kontras dengan besarnya payudara tante.

"Tante tutup dong tirainya , akukan malu"


Segera di tutup tirai itu. Dengan keras shower aku hidupkan seolah olah aku sedang mandi. Segera aku intip tante ku , ternyata dia masih di luar belum masuk tempat shower, dia berdiri di depan cermin disana dia sedang membersihkan muka , tampak payudaranya bergoyang goyang menggairahkan sekali. 


Dengan sengaja aku membuka tirai supayaaku dapat melihatnya. Aku bermain dengan adikku yang langsung keras. kukocok dengan sabun caik milik tante. Ketika aku mengintip yang kedua kali dia mengoleskan cairan di sekujur tubuhnya. Aku melihat tubuh tante mengkilap setelah di beri cairan itu . Aku tidak tahu cairan apa itu. Dia mengoleskan di sekitar payudayanya agak lama. Sambil di putar putar kadang agak di remas dikit . 

Sekitar 2 menit kayanya dia memdesis membuka sedikit mulutnya sambil dia memejamkan mata. Sambil menikmati pemandangan aku konsentrasikan pada konsentrasikan pada kocokan ku dan akhirnya ...Croottt. Croott..
Air maniku tumpah semua ke lantai. Yang aku kagetkan nggak ada handuk, lupa aku ambil dari dalam tas ku. Aku bingung. Setelah beberapa saat aku tidak melihat tante di depan cermin, tapi dia sudah berada di depan shower yang satunya. Aku tercenggang waktu ia melorotkan CDnya dengan perlahan lahan dan melemparkan cdnya ke keranjang dan masuk ke shower. Setelah beberapa saat kemudian dia keluar. Aku sengaja tidak keluar menunggu tante ku pergi. Tapi dia menghampiriku.

"Bon kok lama banget mandinya . Hayoo ngapain di dalam ?"


kemudian aku mengeluarkan kepalaku saja di balik tirai. Aku kaget dia ada di hadapanku tanpa tanpa satu busanapun yang menempel di tubuhnya. Langsung aku tutup kembali.


"Boni malu ya , nggak usah malu aku kan masih tantemu.Nggak papalah "


"Anu tante aku lupa bawa handuk jadi aku malu kalau harus keluar '


"Aku juga lupa bawa handuk , udah lah kamu keluar dulu saja . Aku mau ambilkan handukmu."


Tante sudah pergi. Akupun keluar dari shower. Setelah beberapa menit aku mulai kedinginan yang tadi adikku mengeras tiba tiba mengecil kembali. Lalu pintu terbuka pembantu tante yang usianya seperti kakakku datang membawa handul, akupun kaget segera aku menutupi adikku. Dia melihatku cuma tersenyum manis. Aku tertunduk malu setelah ia keluar  belum sempat aku menutup auratku tanteku masuk  masih telanjang hanya saja dia sudah pakai CD model g string.


"Ada apa tante . kok masih telanjang ?" jawabku sok cuek bebek padahal aku sangat malu ketika adikku berdiri lagi.


"Sudah nggak malu ya.., anu bon aku mau minta tolong"


"Tolong apa tante koq serius banget.. Tapi maaf ya tante adikku berdiri" dia malah tertawa 


"Idih itu sih biasa kalau liat wanita telanjang " jawab tante.


"Begini aku mau minta tolong kamu meluluri badan tante soalnya tukang lulurnya nggak datang" Bagai di samber petir .Aku belum pernah pegang cewek sejak saat itu.Pucuk di cinta ulam pun tiba .

"Maugak bonn ?"

"Boleh Tante "

Segera dia berbaring tengkurap. Aku melumuri punggung tante dengan lulur. Aku ratakan di segala tubuhnya. Tiba tibah handukku terlepas. Nongol deh senjataku, langsung aku tutupi dengan tanganku.

"Sudah biarin aja , yang ada cuma aku dan kamu aja gak usah malu."

"Tubuh tante bagus banget. Wlaupun sudah punya anak tetap payudara tante besar lagi kenceng"

Aku berbicara waktu aku tahu payudaranya tergencet waktu dia tengkurap. dan dia hanya tersenyum. Aku sekarang meluluri bagian pahanya dan pantatnya.

"Bon berhenti sebentar"

Akupun berhenti lalu dia mencopot CDnya. Otomatis adikku tambah tegang. Aku tetap tak berani menatap bagian bawahnya. setelah beberapa waktu dia membalikkan badan ke arahku. Lagi lagi aku tersedak melihat pemandangan itu.

"Boni adik mu tegang lagi ya , sepertinya sudah hampir keluar nihh."

Lalu diamenyuruh aku mengolesinya di bagian payudaranya. Dia suruh aku supaya agak meremasnya . Akupun ketagihan secara itu di sana aku melihat puting berwarna coklat muda lagi mengeras. Kadang kadang aku senggol putingnya atau aku sentil. Dia memekik dan mendesah seperti ulat kepanasan.

"Bon teruus Bon remses yang kuat.."

"Tante kok jarang rambutnya di anunya tante. Nggak kaya mbak Ana " aku bertanya dan dia hanya tersenyum ketika tanganku beralih di daerah vaginanya.

Ketika aku menyentuh vagiana tante yang jarang rambutnya . Aku gemetar ketika tanganku menyentuh gundukan itu. Belum aku kasih lulur daerah itu sudah basah dengan sendirinya. Aku disuruhnya terus mengusap usap daerah itu kadang aku tekan bagian keduanya.

"Bon pijitanmu enk banget... Teruss Bon"

Setelah aku terus gosok dengan lembut tiba tiba tante menegang . Seerr serrr, aku mencari sumber bunyi yang pelan tapi jelas. Aku tahu kalau itu berasal di bagian sensitif tante. Lalu dia terkulai lemas. Baca juga cerita dewasa merasakan perlakuan guru yoga

"Makasih ya atas acara lulurannya . Untung ada kamu. Ternyata kamu ahli juga ya"

"Tentu tante, kalau ada apa apa bisa andalkan Boni kok tante "

Lalu dia pergi dari kamar mandi itu. Aku memakai handuk untuk menutupi bagian tubuhku. Aku mengikutinya dari belakang. Ternyata dia berjalan jalan di rumah tanpa sehelai benangpun. Akupun segera masuk ke kamar tidur yang di persiapkan, Ternyata ada pembantu yang tadi mengambilkanku handuk sedang menata pakaianku dalam kemari.

"Den,Boni tadi kaget ngeliat ibu telanjang "Sebelum aku jawab.

Dia memberitahuku kalau tante itu suka telajang dan memamerkan tubuhnya ke semua orang baik perempuan maupun laki laki tapi tidak berani kalu ada suaminya. Pembatu itu juga memberitahukan kejadian yang aneh dia serinng renang telanjang dan paling aneh kadang kadang ketika menyirami bunga dia telanjang dada di depan rumah tepatnya di halaman depan rumah tepatnya halaman depan, padahal sering orang lewat depan rumah.

"Sudah ganti sana CD ada di dalam lemari itu tapi  kayaknya anunya den Boni masih amatir"dia menggodaku.

Setelah melewati beberapa hari akupun sering mandi sama Tante bahkan hampir tiap hari. Semakin di pandang tubuhnya makin oke aja. itu semua pengalaman saya hidup dirumah tante Lena yang aduhai. Tapi aku kecewa waktu aku meninggalkan rumah itu. Aku di sana belum genap setahun. Karena harus balik lagi ke rumah karena ayah ibuku bekerja di luar kota dan aku harus tunggu bersama kakaku Ana. End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar