Kamis, 27 Juli 2017

CERITA DEWASA KUBUAT WANITA HAMIL HINGGA ORGASME

Cerita dewasa - Kali ini akan mengutip sebuah konten dewasa berupa cerita dewasa yang berawal dari sejak aku kuliah di fakultas ekonomi disebuah universitas ternama di Jakarta, itu membuatku menjadi rebutan cewek-cewek di kampusku. Apalagi di fakultasku perbandingan antara cowok dan ceweknya 30-70, banyak ceweknya.


http://www.agencoli.info/2017/07/cerita-dewasa-kubuat-wanita-hamil.html
Yang membuatku masih membuatku penasaran yaitu bercinta dengan wanita hamil. Aku sama sekali belum pernah melakukan persetubuhan dengan orang hamil. Aku pernah membaca katanya menyetubuhi wanita hami itu sangatlah enak dan nikma, karena vaginanya terasa panas, dan empuk. Tapi rasa penasaranku akhirnya bisa terbayar saat aku berkunjung ke rumah pamanku.

Saat liburan aku sengaja berlibur ke rumah pamanku, yang rumahnya juga disewakan untuk kost-kostan wanita. Tapi sekarang sudah sepi peminat, hanya seorang saja yang menyewa kamar.

Namanya mbak Veren dia adalah seorang guru di sebuah sekolah islam di dekat rumah pamanku. Usianya kira-kira 27 tahun. Dan masih kelihatan cantik. Wajahnya halus terawat, kulit tubuhnya kuning langsat terlihat mempesona. Mbak Veren mempunyai suami seorang pelaut, yang jarang sekali pulang ke rumah, bisa sampai 6 bulan sekali. Jadi selama suaminya berlayar dia tinggal di kost.

Sekarang mbak Veren sedang hamil 5 bulan dan itu membuatnya semakin terlihat seksi. Membuat gairahku membara ketika melihatnya. Mbak Veren kesehariannya memakai hijab, orangnya pemalu dan pendiam

Pada suatu pagi yang dingin, aku sengaja keluar cuma berbalut handuk untuk menuju kamar mandi. Kulihat mbak Veren sedang mencuci baju di luar kamar mandi. Sekilas kumelihat dia melirik kearahku. Selesai mandi aku keluar, mabk Veren belum selesai mencucinya, dia berusaha tidak melirikku lagi. Terlihat semburat merah di wajahnya.

Pikiran nakalku pun langsung bekerja, aku berpura-pura menjatuhkan handukku dan terlihatlah kontolku yang besar dan panjang sedang mengacung. Seketika mata mbak Veren langsung melotot begitu melihat kontolku yang menjulur bebas.

“Maaf dik, itunya kelihatan” katanya sambil menutup matanya. Akupun berbura-pura langsung mengambil handukku dan melilitkannya ke pinggangku, namun handukku tak bisa menyembunyikan kontolku yang tegang berdiri. Lalu aku segera masuk ke dalam rumah.

Begitu aku masuk ke kamarku, aku membayangkan wajah cantiknya mbak Veren . Ingin sekali aku mengentotnya, apalagi rumah dalam keadaan sepi, hanya ada aku dan mbak Veren saja karena paman dan bibiku ada acara mendadak keluar kota. Dan timbullah niat isengku untuk mengintip ke kamar mbak Veren .

Ketika aku mendekat ke kamar mbak Veren kudengar ada suara rintihan dari dalam kamarnya, aku langsung mencari celah lubang untuk mengintipnya. Sungguh pemandangan yang menggairahkan. Kulihat mbak Veren sedang berbaring telanjang di ranjang dan sambil masturbasi. Kedua kakinya dibuka lebar, tangan kanannya mengelus-elus klitorisnya sedangkan tangan kirinya meremas toketnya secara bergantian. Terlihat toket yang sangat montok dan keras dengan puting merahberukuran besar. Sesekali pantatnya diangkat sambil mulutnya mendesah nikmat, matanya pun terpejam menahan nikmat, terlihat begitu erotis.

“Sssttthhh…aaahhh….”

Tak puas hanya dengan mengintip, lalu aku membuka pintu kamarnya dan aku pelan-pelan masuk kamarnya. Dia tak menyadari kalau aku masuk kamarnya dan melihat apa yang sedang dia lakukan. Aku benar-benar tertegun melihatnya, Membuat nafsuku bangkit. Dai terus terusan mendesah penuh nikmat,

“Aaaahhh…yesss….”. Mungkin dia sedang membayangkan sedang ngentot dengan suaminya.

Nafsuku sudah tak bisa kutahan lagi, lalu dengan perlahan aku melepas handukku yang dari tadi masih melekat di pinggangku. Kontolku sudah sangat tegang sekali. Kemudian tanpa suara aku menghampiri mbak Veren dan lalu meremas toketnya secara bergantian dan kuciumi bibirnya. Mbak Veren tersentak kaget dan membuka matanya, mencoba untuk mendorongku.

“Apa yang kamu lakukan, keluar kamu” katanya kaget.

“Mbak yang tenang ya, kita sama-sama butuh sex, sama-sama kesepian, apa salahnya kalau kita salurkan hasrat sex kita berdua” kataku merayu sambil berusaha mendekatinya tapi mbak Veren terus menjauh dariku.

“Jangan dik, aku sudah bersuami dan aku juga sedang hamil” katanya memelas.

“Mbak, sebenarnya aku sangat bernafsu dengan mbak, lagian Cuma kita berdua aja yang di rumah ini gak ada yang tahu, biarakan aku memuaskan mbak, aku janjian gak akan menyakitimu, kita lakukan atas dasar sama-sama butuh mbak” kataku mencoba merayunya lagi.

“Tapi dik, aku sedang hamil, kumohan kamu keluar kamarku sekarang ya” pintanya dengan nada memelas.

Tapi aku hanya tersenyum, lalu dengan cepat aku menyambar bibirnya lagi. Kulumat bibirnya dan kubaringkan dia di ranjang. Dia mencoba untuk mengelak dengan mendorong tubuhku. Tapi apalah dayanya tubuhku lebih kuat darinya. Dia mengeleng-gelengkan kepalanya sambil terus mendorong tubuhku. Tapi aku ma;ah semakin liar, jari tangaku mulai mengelus-elus klitorisnya, dan ciumanku pun berpindah ke putingnya.

“Hentikan dik…kumohon”katanya lagi ketika mulutnya sudah terbebas dari ciumanku.

Sesekali kumasukan dua jariku ked lam lubang vaginanya, terasa panas dan lembab.

“Aahhh…ssthhh….”

Akhirnya mbak Veren mendesah nikmat merasakan kenikmatan yang kuberikan. Nafasnya mulai tak beraturan, dan juga dia mulai mengeliatkan tubuhnya secara binal dan liar. Kini wanita cantik dan montok itu mulai mengimbangi permainanku. Tangannya mulai meraba-raba kontolku dan mengocoknya. Akupun semakin ganas menjilati dan mengenyot putingnya yang sudah ada air susunya walaupun sedikit

“Ooohhh….enak dik…ahhh…” desahnya sambil menggelinjang. Wajahnya kini dipenuhi oleh nafsu.
Kemudian aku membuka lebar kedua pahanya dan kutekuk ke atas, kulihat liang vaginanya yang berwarna merah yang sudah basah dipenuhi dengan lender kewanitaan. Kujilati vagina itu dengan liar,

“Ooohhhh nikmat sekaliii…aahhh…sudah dik, ayo masukan sekarang aku sudah gak tahan….” Pinta mbak Veren dengan wajah penuh nafsu.

Tanpa berlama-lama aku segera menempatkan posisiku diatasnya, kumasukan kontolku ke lubang vaginanya secara perlahan, terasa agak sempit mungkin karena lama gak pernah dientot sama suaminya atau mungkin karena kontolku yang ukurannya sangat besar.

“Pelan-pelan ya dik masukinnya, kontolmu besar banget soalnya” katanya manja. Wanita yang biasanya pendiam dan pemalu itu kini berubah jalang setelah merasakan gairah yang kuberikan pada dia.

“Bleeess…sleeeep…sleeeep…” Akhirnya kontol kupun masuk hingga kumerasakan masuk sampai mentok ke dasar rahimnya. Perlahan kugenjot vaginanya yang montok itu.

“Ahhh…sssthhh ouugghhh…” erangnya diiringi dengan nafas tak beraturan. Tangnya menrik sprai dia benar-benar menikmati genjotan kontolku dalam vaginanya. Mulutnya terus-terusan mendesah dan mengerang, membuatku semakin bernafsu, lama-kelamaan genjotan kontolku semakin cepat. Aku melihat mbak Veren seperti orang yang haus akan Sex dan minta untuk dipuaskan. Tubuhnya ngegeinjang dan pantatnya mengoyang kontolku dari bawah.

“Ayo goyang dik, aku mau keluaaarrrr…aaahhh…”erangnya sambil mendorong pantatku. Tak berapa lama aku merasakan kontolku disembur oleah cairan hangat, rupanya mbak Veren mengalami orgasme yang pertama. Setelah dia melepaskan tangannya dari pantatku, kemudian aku menarik keluar kontolku dari dalam vaginanya.

Kubalikan badannya untuk kusodok dari belakang. Mbak Veren pun menungging dengan membuka kedua pahanya, perlahan kumasukan kontolku ke dalam lubang vaginanya

“Sleeeppp…plook…ploook…ploook” terdengar suara kontolku yang sedang menyodok vaginanya. Kugenjotkan kontolku dengan perlahan dan berirama sambil kuremas pantatnya. Mbak Veren pun dengan ganas mengimbangi permainanku dengan memaju mundurkan pantatnya.

“Enak gak mbaak..aahhh” tanyaku sambil mendesah dan memepercepat sodokannku.

“Enak banget dik….sodok terus diikk…aaarrgghhh…” jawabnya. Wanita cantik ini memaju mundurkan antatnya semakin cepat seperti orang kesurupan. Sepertinya dia lupa kalau sedang ngentot dengan orang yang bukan suaminya. Baca juga cerita dewasa janda yang minta kepuasan

Tanganku menggapai toketnya yang menggantung indah yang bergoyang bersamaan dengan perutnya yang buncit. Kuremas toketnya serta kupilin-pilin putingnya. Sampai pada akhirnya kau teriak menandakan aku juga telah mencapai klimaks ku.

“Aaaahhh…..ooohhh….” jeritku sambil terus mengenjot vaginanya dengan cepat.

“Crooot…crooottt…crooottt…” seluruh spermaku menyemprot di dalam rahimnya. Setelah seluruh spermaku keluar di dalam vaginanya lalu aku mencabut kontolku, lalu kami berdua berbaring di ranjang melepas lelah setelah meraih kepuasan.

“Puas gak mbak?” tanyaku sambil kupandangi wajah cantiknya.

“Puas banget dik…kontolmu benar-benar perkasa, makasih ya dik” jawabnya penuh kepuasan.

“Iya mbak sama-sama…kontolku juga puas…hehehe” balasku. END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar